Apa yang paling mudah keluar dari mulut kita, ketika keadaan tidak sesuai harapan ? Apakah ucapan syukur atau keluhan ?
1 Tesalonika 5 : 18
Mengucap syukurlah dalam segala hal, sebab itulah yang dikehendaki Allah di dalam Kristus Yesus bagi kamu.
• Mengucap Syukur
Kata Yunani : "eucharisteō", artinya mengucap syukur, menyatakan terimakasih, mengakui kebaikan yang telah diterima.
• Dalam segala hal
Kata Yunani : ἐν παντί - "en panti" artinya dalam setiap keadaan, dalam segala situasi.
Kata mengucap syukur dalam segala hal, ini adalah sebuah kata perintah oleh Paulus kepada jemaat di Tesalonika yang mengalami tekanan dan penderitaan. Ia katakan mengucap syukur dalam segala hal bukan atas segala hal, mengucap syukur dalam segala situasi bukan atas segala situasi.
Mengapa harus mengucap syukur dalam segala hal ? Karena dikehendaki oleh Tuhan.
1 Tesalonika 5 : 18
Mengucap syukurlah dalam segala hal, sebab itulah yang dikehendaki Allah di dalam Kristus Yesus bagi kamu.
“kehendak”: θέλημα - "thelēma" artinya : kehendak, keinginan, apa yang dikehendaki.
Saat mengucap syukur, maka akan mengubah cara pandang kepada keadaan yang sedang dialami, ia masih melihat apa yang masih dimiliki, bukan yang hilang. Kita perlu belajar mengucap syukur terus menerus.
Bagaimana cara mengucap syukur dalam segala hal?Jangan berhenti berdoa.
1 Tesalonika 5 : 17
Tetaplah berdoa
Saat kita berdoa, kita sedang mengakui bahwa kita tidak sanggup, hanya Tuhan saja yang sanggup. Saat kita berdoa, kita akan melihat anugrah-Nya.
Pesan Penggembalaan :
1. Jangan menunggu keadaan berubah untukn mengucap syukur. (1 Tesalonika 5 : 18)
2. Jangan membiarkan suatu masalah membuat kita melupakan seribu kebaikan Allah. Agar tidak kehilangan kemampuan untuk berharap kepada anugrah-Nya. Ingalah, Tuhan itu baik.
Tuhan Yesus Memberkati