GBI PRJ (CK7)
GBI PRJ (CK7)Praise Revival for Jesus
Giving

MENGUTUS PARA PENUAI

Pdt. Dr. Timotius Arifin Tedjasukmana · Minggu, 22 September 2019

Ibadah Raya 1 - 2
Minggu, 22 September 2019
Pk. 07:00 - 09:00 WIB
"Dalam tahun matinya raja Uzia aku melihat Tuhan duduk di atas takhta yang tinggi dan menjulang, dan ujung jubah-Nya memenuhi Bait Suci. Para Serafim berdiri di sebelah atas-Nya, masing-masing mempunyai enam sayap; dua sayap dipakai untuk menutupi muka mereka, dua sayap dipakai untuk menutupi kaki mereka dan dua sayap dipakai untuk melayang-layang. Dan mereka berseru seorang kepada seorang, katanya: "Kudus, kudus, kuduslah TUHAN semesta alam, seluruh bumi penuh kemuliaan-Nya!" Maka bergoyanglah alas ambang pintu disebabkan suara orang yang berseru itu dan rumah itupun penuhlah dengan asap. Lalu kataku: "Celakalah aku! aku binasa! Sebab aku ini seorang yang najis bibir, dan aku tinggal di tengah-tengah bangsa yang najis bibir, namun mataku telah melihat Sang Raja, yakni TUHAN semesta alam.Tetapi seorang dari pada Serafim itu terbang mendapatkan aku; di tangannya ada bara, yang diambilnya dengan sepit dari atas mezbah. Ia menyentuhkannya kepada mulutku serta berkata: "Lihat, ini telah menyentuh bibirmu, maka kesalahanmu telah dihapus dan dosamu telah diampuni." Lalu aku mendengar suara Tuhan berkata: "Siapakah yang akan Kuutus, dan siapakah yang mau pergi untuk Aku?" Maka sahutku: "Ini aku, utuslah aku!"(TB) ." (Yes 6:1-8)

Raja Uzia pada awalnya hidup benar dan menjadi raja yang berhasil, tetapi ketika sudah sukses sebagai raja, dia menjadi sombong, melakukan dosa dan akibatnya dia terkena penyakit kusta dan akhirnya meninggal; setelah itulah nabi Yesaya melihat TUHAN, Sang Raja diatas Tahta dan juga melihat serafim (berapi-api, menyala).

Yesaya melihat TUHAN adalah Raja, Dia yang berkuasa dan berdaulat. Saat melihat TUHAN, ada kerendahan hati, tidak ada yang dapat dibanggakan. Yesaya melihat TUHAN Allah yang kudus dan dia merasa tidak layak dan akan "celaka".

Yesaya juga melihat serafim dengan enam sayap: dua sayap menutup muka, dua sayap menutup kaki (= rendah hati), dua sayap melayang-layang (= siap melayani). Dan serafim ini membawa bara api, yang disentuhkan ke mulut Yesaya (= pengudusan dan pengampunan dari Tuhan).

Dari penglihatan Yesaya ini kita melihat siapakah kita dan apa status kita:

a. BRETHREN because of their deep love to one another = kita disebut komunitas saudara karena kita saling mengasihi.

b. SAINTS because of their holy lifestyle = kita disebut komunitas orang-orang kudus sebab cara hidup yang kudus

c. BELIEVERS because of their strong faith = kita disebut komunitas orang percaya karena kita memiliki iman yang kuat

d. DISCIPLES because of their revelation knowledge = kita adalah komunitas murid sebab pewahyuan yang kita terima

e. CITIZEN OF THE KINGDOM because of their Kingdom Culture = kita adalah komunitas warga kerajaan Allah

Dan sebagai komunitas Kristen kita harus menjadi:

1. Loving Community (KERUKUNAN dan KESATUAN)

"Nyanyian ziarah Daud. Sungguh, alangkah baiknya dan indahnya, apabila saudara-saudara diam bersama dengan rukun! Seperti minyak yang baik di atas kepala meleleh ke janggut, yang meleleh ke janggut Harun dan ke leher jubahnya. Seperti embun gunung Hermon yang turun ke atas gunung-gunung Sion. Sebab ke sanalah TUHAN memerintahkan berkat, kehidupan untuk selama-lamanya". (Maz. 133:1-3)

Kita membangun komunitas yang saling mengasihi, rukun dan bersatu. Komunitas Kristen adalah komunitas yang "saling", yaitu: saling mengasihi, saling melayani, saling memberkati dan saling menegur. Perintah saling mengasihi lebih dahulu dari perintah amanat agung (Yohanes 13:34,35), the great commandment before the great comission.

2. Holy Community (KEDEWASAAN dan KEKUDUSAN)

Kita membangun komunitas yang dewasa dan kudus. Ketika kita dikuduskan oleh Tuhan maka kita akan dapat melihat TUHAN. Jangan ada keangkuhan, jangan ada perkataan sia-sia keluar dari mulut kita.

3. Blessed Communiy (KERENDAHAN HATI dan KEHAUSAN)

Kita membangun komunitas yang rendah hati dan haus akan kebenaran TUHAN. Ketika merendahkan hati, kita akan dapat mendengar suara TUHAN. Di dalam komunitas, janganlah menganggap diri kita lebih dari yang lain.

Kita harus lebih dulu mengalami perjumpaan pribadi dengan TUHAN, agar kita siap diutus oleh TUHAN.

No. Rekening Persembahan CK7

Mobile Apps

Semua kebutuhan ibadah GBI PRJ (CK7) dalam satu aplikasi — gratis untuk iOS dan Android.

  • Rangkuman KhotbahBaca ulang firman setiap ibadah
  • Renungan HarianDoa Fajar & renungan setiap pagi
  • Jadwal IbadahSemua cabang CK7 & event
  • PersembahanMemberi dengan mudah & aman
Aplikasi GBI PRJ (CK7) — Beranda Aplikasi GBI PRJ (CK7) — Khotbah Aplikasi GBI PRJ (CK7) — Alkitab Aplikasi GBI PRJ (CK7) — COOL