GBI PRJ (CK7)
GBI PRJ (CK7)Praise Revival for Jesus
Giving

MENJADI PEMENANG

Pdt. DR. Ir. Niko Njotorahardjo · Minggu, 16 Agustus 2026

Ibadah Live Streaming 1 - 5
Minggu, 16 Agustus 2026
Pk. 07:00 - 16:30 WIB
2 Tawarikh 7:13-14; Yeremia 29:7; 2 Korintus 3:17; 1 Korintus 6:19-20; Roma 10:9-10; Roma 12:1-2
PDF Rangkuman “MENJADI PEMENANG” Pdt. DR. Ir. Niko Njotorahardjo · Minggu, 16 Agustus 2026 Unduh PDF

Pada tanggal 17 Agustus 2026, bangsa Indonesia memperingati Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia yang ke-81. Tuhanlah yang memberikan kemerdekaan bagi Indonesia dari segala bentuk penjajahan. 

Dalam momen bersejarah ini, kita melihat juga keadaan global yang kian penuh tantangan. Sejak tahun 2025, dunia dihadapkan pada masa-masa yang sukar, ditandai oleh konflik peperangan, bencana alam, ketidakpastian, serta krisis ekonomi yang semakin intens. Kondisi ini berdampak langsung terhadap Indonesia, sehingga menuntut kita umat percaya untuk bersatu dalam doa.

Janji Tuhan dalam 2 Tawarikh 7:13-14 menjadi landasan pemulihan: jika terjadi bencana, kekeringan, atau penyakit sampar, dan umat-Nya merendahkan diri, berdoa, mencari wajah Tuhan, serta berbalik dari jalan-jalan yang jahat, maka Tuhan akan mendengar dari surga, mengampuni dosa, dan memulihkan negeri mereka. 

Selain itu, berdasarkan Yeremia 29:7, Tuhan memerintahkan kita untuk mengusahakan dan mendoakan kesejahteraan kota serta negara tempat kita tinggal, karena kesejahteraan bangsa adalah kesejahteraan bersama.

Kemerdekaan Sejati dalam Kristus dan Penyerahan Hidup
Bulan Agustus bukan sekadar peringatan nasional, melainkan juga pengingat akan kemerdekaan rohani. Orang percaya telah dimerdekakan dari penjajahan hukum dosa dan hukum maut. Sesuai 2 Korintus 3:17, "Di mana ada Roh Tuhan, di situ ada kemerdekaan." Umat percaya adalah orang-orang merdeka karena Roh Kudus diam di dalam mereka.

Kemerdekaan ini membawa tanggung jawab rohani:
• Tubuh sebagai Bait Roh Kudus (1 Korintus 6:19-20, Roma 10:9-10)
Melalui pengakuan mulut dan hati bahwa Yesus adalah Tuhan yang telah bangkit, maka kita diselamatkan. Tubuh orang percaya telah dibeli lunas dengan darah Yesus dari kuasa Iblis. Karena itu, tubuh ini adalah milik Tuhan, dan harus dipergunakan untuk memuliakan Allah.

• Persembahan yang Hidup (Roma 12:1-2)
Kita dinasihati untuk mempersembahkan tubuh sebagai persembahan yang hidup, kudus, dan berkenan kepada Allah sebagai bentuk ibadah yang sejati. Tidak menjadi serupa dengan dunia, melainkan diubahkan oleh pembaruan budi agar dapat mengetahui kehendak Allah, apa yang baik, yang berkenan kepada-Nya, dan yang sempurna.

• Memuliakan Tuhan dengan Harta Kita (Amsal 3:9-10)
Semua milik kita sesungguhnya adalah karunia Tuhan, karena itu sesungguhnya milik Tuhan. Jadi, muliakanlah Tuhan dengan harta dan hasil pertama dari penghasilan (persembahan sulung), yang mendatangkan janji kelimpahan dari Tuhan.

Menghadapi Masa Pencobaan dan Kuasa Pengucapan Syukur
Memasuki tahun 2026, keadaan dunia tidak bertambah baik, melainkan menuju pada masa pencobaan global. Berdasarkan pesan Tuhan kepada jemaat di Filadelfia, sebagaimana diulas dalam The Full Life Study Bible, bahwa mereka yang taat, menuruti firman Tuhan, dan tekun menantikan kedatangan-Nya akan menjadi pemenang, dan dilindungi dari Hari Pencobaan melalui peristiwa Pengangkatan (Rapture).

Dalam situasi sulit ini, banyak orang khususnya generasi muda mengalami tekanan jiwa, depresi, frustrasi, hingga timbul keinginan untuk bunuh diri. Firman Tuhan memberikan jalan keluar:

Filipi 4:6 (TB2)
Janganlah hendaknya kamu khawatir tentang apa pun juga, tetapi nyatakanlah dalam segala hal keinginanmu kepada Allah dalam doa dan permohonan dengan ucapan syukur.

1 Tesalonika 5:18 (TB2)
Ucapkanlah syukur dalam segala hal, sebab itulah yang dikehendaki Allah di dalam Kristus Yesus bagi kamu.

Mengucap syukur di masa sukar bukan hal yang mudah, namun merupakan kunci mujizat. Waktu Tuhan memanggil saya menjadi hamba Tuhan, berkali-kali saya menolak, tetapi Tuhan tidak tinggal diam. Rencana Tuhan harus terjadi dalam kehidupan saya, supaya saya mau menjadi hamba Tuhan, Tuhan memaksa saya sampai akhirnya saya menyerah. Cara Tuhan adalah saya dibuat bangkrut dari pekerjaan saya. Apa saja yang saya usahakan hancur, jadi saya tidak punya pilihan lain, selain hanya taat pada panggilan-Nya. 

Tuhan hanya berkata kepada saya, “Ikut Aku.” Saya tidak punya pengalaman apa-apa untuk melayani pekerjaan Tuhan, modal yang saya punya hanya bisa menyanyi dan main gitar. Terus terang, saya kebingungan dan sangat tertekan, sampai puncaknya saya hanya berkata kepada Tuhan bahwa saya tidak kuat lagi. 

Pada saat itu, saya ingat saya duduk di lantai, tiba-tiba Tuhan berkata kepada saya: “Niko, dalam keadaan seperti ini, hendaknya kamu mengucap syukur.” Pada awalnya, saya tidak bisa mengerti kenapa saya harus melakukan itu. Tetapi, Tuhan Yesus berbicara seperti itu: “Niko, dalam kata seperti ini, hendaknya kamu mengucap syukur.” Saya pada waktu itu mengambil gitar, dan keluar lagu ini: “Segala puji syukur, hanya bagi-Mu, Tuhan.” Disertai dengan tangisan, saya menyanyikan lagu ini: “Sebab Kau yang layak, dipuja, kami mau bersorak, tinggikan nama-Mu. Haleluya.”

Ketaatan untuk mengucap syukur di tengah kebangkrutan, krisis, dan tekanan berat menjadi titik balik hadirnya kuasa Tuhan. Ada kuasa ajaib dalam pengucapan syukur yang sanggup membukakan apa yang tidak pernah dilihat mata, tidak pernah didengar telinga, dan tidak pernah timbul dalam hati manusia (1 Korintus 2:9). Melalui seruan doa dan penyembahan (Yeremia 33:3), Tuhan mengungkapkan rahasia dan petunjuk besar bagi umat-Nya.

Tema Tahun 2026: Tahun Amanat Agung
Tahun 2026 merupakan Tahun Amanat Agung. Kedatangan Tuhan Yesus sudah sangat dekat. Sebelum kedatangan-Nya, Injil Kerajaan harus diberitakan di seluruh dunia sebagai kesaksian bagi semua bangsa (Matius 24:14). Untuk menyelesaikan Amanat Agung ini, kita harus mengikuti pola yang tercatat dalam Kisah Para Rasul, yang terdiri dari tiga langkah utama:

• Langkah 1: Menerima Kuasa Roh Kudus (Kisah Para Rasul 1:8)
Sebelum naik ke surga, Yesus berpesan bahwa murid-murid-Nya akan menerima kuasa saat Roh Kudus turun atas mereka untuk menjadi saksi-Nya mulai dari Yerusalem, Yudea, Samaria, hingga ke ujung bumi.

Prinsip Pondok Daud dan Menara Doa: Sebanyak 120 murid bertekun sehati dalam doa, pujian, dan penyembahan bersama-sama, siang dan malam di kamar loteng Yerusalem. Prinsip unity ini merupakan Restorasi Pondok Daud ataupun Menara Doa.

Pencurahan Roh Kudus: Pada hari Pentakosta, Roh Kudus dicurahkan dengan tanda tiupan angin keras, lidah-lidah api, dan kepenuhan bahasa roh.

Dampak Kepenuhan Roh Kudus:
- Keberanian Memberitakan Injil: Khotbah singkat Petrus membuat 3.000 orang bertobat dan memberi dibaptis.
- Tanda dan Mukjizat: Murid-murid dipakai menyatakan mujizat sehingga banyak orang menjadi percaya.
- Perubahan Gaya Hidup Jemaat: Jemaat tekun dalam pengajaran rasul (gemar membaca Alkitab), hidup dalam doa dan unity, suka memberi ataupun berbagi, serta memuji Allah dengan tulus hati ataupun berintegritas. Kehidupan mereka disukai semua orang dan jumlah orang yang diselamatkan bertambah setiap hari.

• Langkah 2: Melalui Penganiayaan dan Tekanan
Awalnya, murid-murid berada di zona nyaman di Yerusalem. Setelah kematian Stefanus, timbul penganiayaan berat terhadap gereja. Penganiayaan ini mencerai-beraikan murid-murid ke wilayah Yudea dan Samaria sambil memberitakan Injil. Tuhan mengizinkan tekanan dan penganiayaan terjadi agar umat keluar dari zona nyaman dan Amanat Agung terus tersebar hingga selesai.

• Langkah 3: Perubahan Paradigma Pelayanan
Pada mulanya, keselamatan dianggap hanya bagi bangsa Yahudi. Namun, Tuhan mengubah paradigma ini melalui pertobatan Kornelius (bangsa non-Yahudi), membuktikan bahwa keselamatan adalah bagi seluruh bangsa, termasuk bangsa Indonesia. Dalam era modern, perubahan paradigma pelayanan diwujudkan melalui:

1. Pembukaan gereja-gereja baru di luar gedung konvensional.
2. Pola ibadah doa, pujian, penyembahan, dan bahasa roh.
3. Pemahaman akan pemenuhan Pentakosta Ketiga.
4. Visi global gereja untuk menuntaskan Amanat Agung pada target tahun 2033.
5. Pemanfaatan teknologi dan media online secara luas untuk penyebaran Injil.

Tuhan Yesus Memberkati

No. Rekening Persembahan CK7

Mobile Apps

Semua kebutuhan ibadah GBI PRJ (CK7) dalam satu aplikasi — gratis untuk iOS dan Android.

  • Rangkuman KhotbahBaca ulang firman setiap ibadah
  • Renungan HarianDoa Fajar & renungan setiap pagi
  • Jadwal IbadahSemua cabang CK7 & event
  • PersembahanMemberi dengan mudah & aman
Aplikasi GBI PRJ (CK7) — Beranda Aplikasi GBI PRJ (CK7) — Khotbah Aplikasi GBI PRJ (CK7) — Alkitab Aplikasi GBI PRJ (CK7) — COOL