"Oleh karena engkau berharga di mata-Ku dan mulia, dan Aku ini mengasihi engkau, (Yes. 43:4a)
Kita diciptakan oleh Tuhan bukan secara kebetulan. Pertanyaan terbesar dari setiap manusia adalah tentang identitas. Identitas/Gambar diri adalah cara pandang kita memandang diri kita, memakai cara pandang Tuhan. Ayat diatas bahwa yang mengatakan adalah Tuhan kepada kita bahwa kita adalah berharga di mata Tuhan. Kehidupan di dunia dapat mempengaruhi jati diri kita dan seringkali orang berharga karena nilai-nilai yang dibangun oleh pandangan dunia. Identitas diri kita adalah seharusnya apa yang dikatakan oleh firman Tuhan, "Sebab kamu tahu, bahwa kamu telah ditebus dari cara hidupmu yang sia-sia yang kamu warisi dari nenek moyangmu itu bukan dengan barang yang fana, bukan pula dengan perak atau emas, melainkan dengan darah yang mahal, yaitu darah Kristus yang sama seperti darah anak domba yang tak bernoda dan tak bercacat." (1 Petrus 1:19)
Attitude (Sikap)
Suara yang kamu percaya akan menentukan masa depan yang kamu alami. Mengapa mengetahui identitas itu penting, karena itu mempengaruhi sikap kita (attitude).
Promise fulfillment atau pemenuhan janji Tuhan dalam hidup kita.
Ada janji Tuhan kepada orang yang dipilih untuk membebaskan bangsa Mesir dan yang dipakai dan dipilih oleh Tuhan adalah Musa. Tuhan berkata kepada Musa, "Sekarang seruan orang Israel telah sampai kepada-Ku; juga telah Kulihat, betapa kerasnya orang Mesir menindas mereka. Jadi sekarang, pergilah, Aku mengutus engkau kepada Firaun untuk membawa umat-Ku, orang Israel, keluar dari Mesir." Tetapi Musa berkata kepada Allah: "Siapakah aku ini, maka aku yang akan menghadap Firaun dan membawa orang Israel keluar dari Mesir? (Kel. 3:9-11).
Musa selalu merasa tidak punya percaya diri dan sepertinya selalu menarik diri ketika Tuhan ingin memakainya untuk membebaskan bangsa Israel. Sering kali gambar diri dapat menghalangi pemenuhan janji Allah, itu sebabnya Tuhan harus mengubah terlebih dahulu gambar diri seseorang sama seperti Musa yang memiliki gambar diri yang rusak yaitu selalu menarik diri dan merasa tidak mampu ketika Tuhan ingin memakainya untuk membebaskan Musa. Untuk mengubah gambar diri kita, harus memakai kacamata Tuhan bukan kacamata dunia. Identitas adalah nilai yang ditaruh dalam diri kita. Untuk mengetahui jati diri kita, apakah tanpa yang kita miliki yang menurut kita berharga kita tetap merasa berharga di mata Tuhan.
2017 bukan semakin lebih baik, tetapi kita adalah orang-orang yang berharga di mata Tuhan dan orang-orang yang berharga di mata Tuhan akan selalu dipelihara oleh Tuhan.
"Aku bersyukur kepada-Mu oleh karena kejadianku dahsyat dan ajaib; ajaib apa yang Kaubuat, dan jiwaku benar-benar menyadarinya." (Maz. 139:14)