Kejadian 1 : 1 - 4
Pada mulanya Allah menciptakan langit dan bumi. Bumi belum berbentuk dan kosong; gelap gulita menutupi samudera raya, dan Roh Allah melayang-layang di atas permukaan air. Berfirmanlah Allah: "Jadilah terang." Lalu terang itu jadi. Allah melihat bahwa terang itu baik, lalu dipisahkan-Nyalah terang itu dari gelap.
Event NATAL mengingatkan, Firman menjelma menjadi manusia, Firman yang menjelma menjadi manusia itulah Yesus.
Di bumi ini Tuhan memberi wadah supaya manusia bisa hidup di dalamnya, dalam ruang dan waktu sampai di umur 70 atau sampai 80 tahun, bahkan lebih.
Terang pertama lahir dari iman yang timbul dari pendengaran akan Firman Tuhan, dan terang kedua terpisahnya antara gelap dan terang. Kuasa dosa membangkitkan kematian seperti yang terjadi di taman Firdaus ada pemisahan antara manusia dengan kehadiran Tuhan, dan lewat kelahiran Yesus mengembalikan lagi ke fungsi asal kita bersama-sama dengan Tuhan, membuat kematian tidak berkuasa lagi atas manusia, karena adanya kebangkitan serta hidup yang kekal bagi kita yang percaya kepada Tuhan Yesus.
Semua nubuatan tentang kelahiran Juruselamat sudah ada sejak ratusan tahun sebelum digenapi. Saat darah Anak Domba tercurah menyelamatkan semua orang di bumi dan setelah kenaikan-Nya ke surga dan sampai hari ini, Sang Firman Tuhan hadir di dalam hati setiap kita.
1 Korintus 1 : 5
Sebab di dalam Dia kamu telah menjadi kaya dalam segala hal: dalam segala macam perkataan dan segala macam pengetahuan.
Sekalipun Firman Tuhan bertolak belakang dengan pikiran manusia kita harus menjadi manusia yang berdampak, sadarilah hidup kita bisa berdampak dan menjadi kesan yang terang tentang pesan Kristus yang sebenanya lewat tindakan dan perkataan kita. Tuhan menebus kita (manusia), bukan bumi yang Tuhan tebus.
Terang Tuhan terbit di dalam hati kita memberikan arahan dan panduan bagi hidup kita, terang Tuhan tidak bisa pudar atau dipadamkan oleh siapa pun dan apa pun juga, namun terang bisa ditutup oleh ulah kita sendiri apabila tidak mau berubah dan bertobat.
Matius 6 : 22
Mata adalah pelita tubuh. Jika matamu baik, teranglah seluruh tubuhmu.
Lukas 12 : 3
Karena itu apa yang kamu katakan dalam gelap akan kedengaran dalam terang, dan apa yang kamu bisikkan ke telinga di dalam kamar akan diberitakan dari atas atap rumah.
Jangan sampai terang Tuhan yang ada di dalam diri kita tertutup oleh perbuatan kita sendiri yang salah dan tidak berkenan di mata Tuhan.
Jadilah orang yang senantiasa mengucap syukur sekalipun sedang ada dalam masalah.
Sadarilah kita orang yang sangat kaya di dalam Tuhan dan marilah kita menjadi dampak, menjadi garam dan terang dunia.
Efesus 1 : 18
Dan supaya Ia menjadikan mata hatimu terang, agar kamu mengerti pengharapan apakah yang terkandung dalam panggilan-Nya: betapa kayanya kemuliaan bagian yang ditentukan-Nya bagi orang-orang kudus,
Jaga pintu gerbang (mata dan hati) hidup kita supaya kita menjadi orang-orang yang bisa dirasakan oleh orang lain karena memiliki “rasa” garam dan terang Tuhan. Itulah makna Natal yang sejati juga bagi setiap kita.
Tuhan Yesus Memberkati