“Begitu pula anggur yang baru tidak diisikan ke dalam kantong kulit yang tua, karena jika demikian kantong itu akan koyak sehingga anggur itu terbuang dan kantong itupun hancur. Tetapi anggur yang baru disimpan orang dalam kantong yang baru pula, dan dengan demikian terpeliharalah kedua-duanya."(Mat. 9:17)
Ayat diatas berbicara Tuhan ingin mencurahkan sesuatu yang baru. Berkat, mujizat, pengurapan, segala sesuatu yang baru akan Tuhan berikan pada kita (Rat. 3:22-23). Kita tidak perlu ragu bagaimana Tuhan akan memberikan sesuatu yang baru. Yang penting bagi kita adalah mempersiapkan kantong/kirbat yang baru.
“Jagalah hatimu dengan segala kewaspadaan, karena dari situlah terpancar kehidupan.” (Ams. 4:23)
Apakah kirbat itu? Kirbat berbicara tentang hati. Bagaimana caranya kita mempunyai kirbat yang baru? Dengan cara menjaga hati lebih dari apapun juga. Hati menentukan batas kehidupan kita.
Bagaimana caranya menjaga hati kita supaya menjadi kirbat yang baru?
1. “Tetapi jalan orang benar itu seperti cahaya fajar, yang kian bertambah terang sampai rembang tengah hari. Jalan orang fasik itu seperti kegelapan; mereka tidak tahu apa yang menyebabkan mereka tersandung.” (Ams. 4:18-19)
Hidup kita sebagai orang benar bertambah lama harus bertambah terang. Orang fasik tahu tentang kebenaran tapi tetap memutuskan untuk melakukan kejahatan. Jangan menjadi orang fasik.
2. “Hai anakku, perhatikanlah perkataanku, arahkanlah telingamu kepada ucapanku; janganlah semuanya itu menjauh dari matamu, simpanlah itu di lubuk hatimu.” (Ams. 4:20-21)
Perhatikan perkataan Tuhan dan ucapan Tuhan. Kebenaran Firman Tuhan harus menjadi fokus kehidupan kita.
3. “Karena itulah yang menjadi kehidupan bagi mereka yang mendapatkannya dan kesembuhan bagi seluruh tubuh mereka.” (Ams. 4:22)
Kalau kebenaran Firman Tuhan sudah menguasai hidup kita, tubuh kita akan mengalami kehidupan dan kesembuhan.
Firman Tuhan
“Pada mulanya adalah Firman; Firman itu bersama-sama dengan Allah dan Firman itu adalah Allah. Ia pada mulanya bersama-sama dengan Allah. Segala sesuatu dijadikan oleh Dia dan tanpa Dia tidak ada suatupun yang telah jadi dari segala yang telah dijadikan. Dalam Dia ada hidup dan hidup itu adalah terang manusia.” (Yoh. 1:1-4)
Bermain-main dengan Firman berarti kita bermain-main dengan Allah. Materi dan kekayaan tidak akan membawa terang dalam kehidupan. Selama kita pegang Firman Tuhan, kita bisa mengandalkan Firman karena didalam Firman ada terang.
Contoh kisah dalam Perjanjian Baru (Luk 5)
Petrus melakukan perintah yang keluar dari mulut Yesus yaitu sesuatu yang bertolak belakang dengan pengalaman dan pengetahuan mereka sebagai nelayan. Dan pada akhirnya yang terjadi berkat (ikan) mendatangi mereka. Ketika kita taat pada Firman Tuhan, berkat pasti akan mendatangi kita.
Contoh kisah dalam Perjanjian Lama (2 Raj 6-7)
Perwira ajudan raja yang meresponi nubuatan Elisa dengan kata-kata “masakan hal itu mungkin terjadi?”. Dan pada akhirnya perwira itu ditugasi mengawasi pintu gerbang, tetapi rakyat menginjak-injak dia di pintu gerbang, lalu dia mati. Jangan meresponi Firman Tuhan dengan negatif. Biarlah hati kita dikuasai oleh kebenaran Firman Tuhan.