Bagi orang Kristen, salib kukan sekedar simbol tapi merupakan nilai dalam pelayanan.
1. Salib menjadi dasar pelayanan
Markus 10 : 45
Karena Anak Manusia juga datang bukan untuk dilayani, melainkan untuk melayani dan untuk memberikan nyawa-Nya menjadi tebusan bagi banyak orang.
Mengapa Yesus mau menyerahkan diri-Nya disalib ? Hal itu didasari karena kasih. Kasih yang menggerakkan Yesus untuk melakukannya. Pelayanan bukan soal jabatan dan bukan soal dilihat orang, tetapi tentang memberi diri, seperti Tuhan Yesus memberi diri-Nya. Jika pelayanan kita tidak lahir dari kasih seperti kasih salib, maka kita akan mudah lelah, kecewa, dan tersinggung.
2. Salib membentuk karakter
Filipi 2 : 5 - 8
Hendaklah kamu dalam hidupmu bersama, menaruh pikiran dan perasaan yang terdapat juga dalam Kristus Yesus ... yang telah merendahkan diri-Nya dan taat sampai mati, bahkan sampai mati di kayu salib.
Simbol salib bukan untuk perhiasan atau gagah-gagahan. Di zaman Romawi kuno salib digunakan untuk :
• Alat eksekusi paling kejam dan memalukan
• Hanya digunakan untuk penjahat kelas rendah, budak, dan pemberontak
Salib adalah cara Allah menempa karakter seorang hamba (rendah hati dan taat) dalam hidup kita sebagai pelayan Tuhan. Sebab itu jangan sombong dalam melayani karena kita hanya alat-Nya. Bagian kita adalah taat.
3. Salib berbicara tentang pengorbanan (bayar harga)
Lukas 9 : 23
Setiap orang yang mau mengikut Aku, ia harus menyangkal dirinya, memikul salibnya setiap hari dan mengikut Aku.
Mengapa kita sebagai seorang hamba dan pelayan Tuhan harus bayar harga (berkorban) ? Sebab hidup kita bukan ”Panggung” :
• Mendorong siapa yang di depan
• Suatu kebanggaan
• Merasa kita yang paling penting
• Bau kedagingan yang sangat kuat
• Tempat para bintang beraksi
Hidup kita adalah Mezbah :
• Mau ke bawah, supaya Tuhan di tinggikan
• Suatu pengorbanan
• Merasa kita tidak bisa tanpa Tuhan
• Bau persembahan lewat proses pembakaran
• Tempat para hamba memberi diri
Dalam melayani dibutuhkan hati dan hidup yang siap berkorban dengan cara menyangkal diri dan memikul salib. Melayani bukan tentang saya. Melayani itu tentang Tuhan.
Tuhan Yesus Memberkati