Ada salah satu hal yang tidak bisa kita pilih untuk memperolehnya. Apa itu ? Kita akan mempelajarinya.
Yeremia 1 : 5Sebelum Aku membentuk engkau dalam rahim ibumu, Aku telah mengenal engkau, dan sebelum engkau keluar dari kandungan, Aku telah menguduskan engkau, Aku telah menetapkan engkau menjadi nabi bagi bangsa-bangsa.
Kita tidak bisa memilih lahir di mana atau dalam keluarga yang seperti apa. Itulah satu yang tidak bisa kita pilih. Namun, kita masih bisa memiliki respons untuk memilih seperti apa sikap hati dan bagaimana cara kita menjalani hidup ini. Apalagi apabila menyadari bahwa Tuhan-lah yang menciptakan dan membentuk kita. Bahkan, Ia telah mengenal kita masing-masing.
Allah memiliki rancangan untuk kita. Tuhanlah yang menetapkannya. Namun, ada orang yang berusaha menggagalkannya. Beberapa di antaranya adalah orang-orang yang istilahnya bersikap “toxic”.
Apa itu “toxic” ? Secara harafiah berarti beracun. Orang-orang yang toxic cenderung merugikan, memberi dampak negatif untuk kesehatan fisik, emosional, atau mental seseorang, sehingga membuat stres berlebihan, bawaan yang selalu marah-marah, merasa frustrasi, atau merasa bersalah pada orang lain apabila tidak sanggup memenuhi semua keinginan mereka.
Karakteristik perilaku orang yang toxic : manipulatif, egois, merendahkan, melecehkan, sikap negatif, cenderung mengontrol atau mengendalikan.
Efesus 4 : 31 - 32Segala kepahitan, kegeraman, kemarahan, pertikaian dan fitnah hendaklah dibuang dari antara kamu, demikian pula segala kejahatan. Tetapi hendaklah kamu ramah seorang terhadap yang lain, penuh kasih mesra dan saling mengampuni, sebagaimana Allah di dalam Kristus telah mengampuni kamu.
Bagaimana caranya supaya keluar dan menghindar dari pengaruh orang-orang yang toxic ?
• Mengasihi dan mengampuni
Kolose 3 : 13 - 14Sabarlah kamu seorang terhadap yang lain, dan ampunilah seorang akan yang lain apabila yang seorang menaruh dendam terhadap yang lain, sama seperti Tuhan telah mengampuni kamu, kamu perbuat jugalah demikian. Dan di atas semuanya itu: kenakanlah kasih, sebagai pengikat yang mempersatukan dan menyempurnakan.
• Mencari Tuhan dan Pribadi-Nya
Yeremia 29 : 13 -!14aApabila kamu mencari Aku, kamu akan menemukan Aku; apabila kamu menanyakan Aku dengan segenap hati, Aku akan memberi kamu menemukan Aku, demikianlah firman TUHAN, dan Aku akan memulihkan keadaanmu.
Dekatkan diri selalu kepada Tuhan, terutama jika pernah mengalami trauma dari perlakuan orangtua ataupasangan, dan saudara-saudara kita. Sebab, kita perlu kekuatan dari Tuhan. Carilah Dia melalui doa, membaca Alkitab, dan di dalam komunitas rohani atau COOL (Community of Love).
Tuhan Yesus Memberkati