GBI PRJ (CK7)
GBI PRJ (CK7)Praise Revival for Jesus
Giving

OVERCOME THE STORM (MENAKLUKKAN BADAI KEHIDUPAN) 

Ps. JJ Simkoputera · Minggu, 31 Desember 2023

Ibadah Raya 1 - 3 (Onsite)
Minggu, 31 Desember 2023
Pk. 07:00 - 11:30 WIB
PDF Rangkuman “OVERCOME THE STORM (MENAKLUKKAN BADAI KEHIDUPAN) ” Ps. JJ Simkoputera · Minggu, 31 Desember 2023 Unduh PDF

Tahun ke depan mungkin tidak akan mudah dengan segala tantangannya yang ada. Kecemasan mungkin muncul dalam ketidakpastian tentang masa depan kita, tetapi kasih karunia Tuhan terus menjaga. Sepertı kita lari di treadmill, kita dituntut terus-menerus oleh keadaan zaman yang penuh dengan kebisingan informasi di dunia digital, terutama yang negatif, dan memaksa kita untuk mengkonsumsinya. Namun, kita perlu menenangkan diri kita, serta menaruh percaya kepada Tuhan.

Mazmur 46:10
"Diamlah dan ketahuilah, bahwa Akulah Allah! Aku ditinggikan di antara bangsa-bangsa, ditinggikan di bumi!"

Bahwa Tuhan lebih besar dibandingkan hal-hal yang ada di sekitar kita. Kita hidup dengan segala macam traffic maupun keadaan yang bising serta kesibukan di dalam kehidupan kita, tetapi Tuhan mengatakan kepada kita untuk berhenti sejenak dari traffic tersebut, dan melihat Dia sebagai Pribadi yang Berdaulat.

Markus 4:35-41
Pada hari itu, waktu hari sudah petang, Yesus berkata kepada mereka: "Marilah kita bertolak ke seberang." Mereka meninggalkan orang banyak itu lalu bertolak dan membawa Yesus beserta dengan mereka dalam perahu di mana Yesus telah duduk dan perahu-perahu lain juga menyertai Dia. Lalu mengamuklah taufan yang sangat dahsyat dan ombak menyembur masuk ke dalam perahu, sehingga perahu itu mulai penuh dengan air. Pada waktu itu Yesus sedang tidur di buritan di sebuah tilam. Maka murid-murid-Nya membangunkan Dia dan berkata kepada-Nya: "Guru, Engkau tidak perduli kalau kita binasa?" Iapun bangun, menghardik angin itu dan berkata kepada danau itu: "Diam! Tenanglah!" Lalu angin itu reda dan danau itu menjadi teduh sekali. Lalu Ia berkata kepada mereka: "Mengapa kamu begitu takut? Mengapa kamu tidak percaya?” Mereka menjadi sangat takut dan berkata seorang kepada yang lain: "Siapa gerangan orang ini, sehingga angin dan danaupun taat kepada-Nya?"

Melalui ayat di atas, kita belajar 3 hal tentang yang harus dilakukan untuk menaklukkan badai kehidupan:

1. Percaya kepada Tuhan (Trusting God).

Markus 4:37
Lalu mengamuklah taufan yang sangat dahsyat dan ombak menyembur masuk ke dalam perahu, sehingga perahu itu mulai penuh dengan air.

Kata ‘badai’ yang digunakan di ayat ini adalah ‘megale lailaps’ dari bahasa Yunani, yang berarti badai yang sangat besar, seperti yang belum pernah mereka alami sebelumnya.

Yesus tidak takut terhadap badai tersebut, karena Dia lebih besar daripada badai tersebut. Keadaan di luar tidak akan pernah menggoncang posisi Yesus. Karena itu, kita percaya kepada-Nya, sebab Dia adalah Pribadi yang tidak tergoncangkan.

Markus 4:38
Pada waktu itu Yesus sedang tidur di buritan di sebuah tilam. Maka murid-murid-Nya membangunkan Dia dan berkata kepada-Nya: "Guru, Engkau tidak perduli kalau kita binasa?"

Yesus tidur di posisi buritan, yaitu posisi penting untuk mengendalikan kapal pada waktu itu. Ini menggambarkan, bahwa Yesus dalam posisi keadaan badai, Ia berada di tempat yang tepat karena Dia ada di posisi kendali yang tepat. Yesus selalu menempatkan diri di posisi yang tepat dalam kehidupan kita, apa pun masalah, pergumulan, proses, ketakutan, serta kekhawatiran kita. Karena itu, libatkanlah Dia dalam setiap area hidup kita. 
 
2. Memberikan keputusan terakhir kepada Tuhan (Giving the final say to the Lord).

Markus 4:39
Iapun bangun, menghardik angin itu dan berkata kepada danau itu: "Diam! Tenanglah!" Lalu angin itu reda dan danau itu menjadi teduh sekali.

Yesus menggambarkan Diri-Nya sebagai Pribadi yang berdaulat atas segala sesuatunya. Apa pun situasi di sekitar kita, jangan biarkan itu mendikte kita. Sering kali apa yang kita baca dan alami tidak sesuai, sehingga mungkin kita ingin menyerah. Tetapi, karena Tuhan berdaulat, maka kita percaya, bahwa keputusan terakhir tetap ada di tangan Tuhan. It’s not over, until God says it is over. Jangan membuat tanda titik ataupun berhenti, ketika Tuhan Yesus masih memberi tanda koma maupun membawa kita maju, dan terus bergerak bersama-Nya. Bersama dengan Yesus, badai besar dapat menjadi sebuah ketenangan yang besar. With Jesus, a great storm can become a great calm.

Keluaran 14:14
TUHAN akan berperang untuk kamu, dan kamu akan diam saja.

3. Mengubah fokus kita (Shifting our focus).

Markus 4:40-41
Lalu Ia berkata kepada mereka: "Mengapa kamu begitu takut? Mengapa kamu tidak percaya? Mereka menjadi sangat takut dan berkata seorang kepada yang lain: "Siapa gerangan orang ini, sehingga angin dan danaupun taat kepada-Nya?"

Waktu kita masuk dalam sebuah keadaan yang tidak enak dan terombang-ambing, kita menjadi emosional. Hati-hati mengambil keputusan saat kita menjadi emosional. Murid-murid Yesus ketika mengalami badai yang besar juga mengalami kehilangan fokus sehingga murid-murid-Nya pun menjadi takut sewaktu Yesus menenangkan badai. Respons kita menentukan jalan keluar dalam menghadapi krisis. Saat kita dapat menjadi tenang bersama Tuhan, kita akan mengambil pilihan yang terbaik. 

Tuhan Yesus Memberkati

No. Rekening Persembahan CK7

Mobile Apps

Semua kebutuhan ibadah GBI PRJ (CK7) dalam satu aplikasi — gratis untuk iOS dan Android.

  • Rangkuman KhotbahBaca ulang firman setiap ibadah
  • Renungan HarianDoa Fajar & renungan setiap pagi
  • Jadwal IbadahSemua cabang CK7 & event
  • PersembahanMemberi dengan mudah & aman
Aplikasi GBI PRJ (CK7) — Beranda Aplikasi GBI PRJ (CK7) — Khotbah Aplikasi GBI PRJ (CK7) — Alkitab Aplikasi GBI PRJ (CK7) — COOL