Di Tahun Penuaian ini, kita harus bersikap waspada. Artinya, peka terhadap situasi yang akan dan sedang mengancam kita. Kita akan diperhadapkan dengan situasi yang melemahkan iman kita. Orang percaya bisa mengalami situasi kehilangan atau kerugian yang membuat imannya lemah. Hal itu juga yang dialami Daud, raja Israel.
1. Hari tergelap seorang Raja
1 Samuel 30 : 3 - 4Ketika Daud dan orang-orangnya sampai ke kota itu, tampaklah kota itu terbakar habis, dan isteri mereka serta anak mereka yang laki-laki dan perempuan telah ditawan. Lalu menangislah Daud dan rakyat yang bersama-sama dengan dia itu dengan nyaring, sampai mereka tidak kuat lagi menangis.
1 Samuel 30 : 6Dan Daud sangat terjepit, karena rakyat mengatakan hendak melempari dia dengan batu. Seluruh rakyat itu telah pedih hati, masing-masing karena anaknya laki-laki dan perempuan. Tetapi Daud menguatkan kepercayaannya kepada TUHAN, Allahnya.
2. Latar belakang Daud dan orang-orang yang dalam pelarian
Demi menghindari kejaran Saul, Daud dan orang-orangnya pergi kepada Akhis raja Filistin yang mau menerima mereka serta memberikan kota Ziklag kepada mereka. Sementara itu, orang-orang Filistin mengumpulkan seluruh tentara mereka di Yizreel untuk berperang melawan Israel.
Demi menghindari pengkhianatan yang akan dilakukan oleh Daud dan orang- orangnya, orang Filistin menolak mereka untuk menjadi bagian dari pasukan mereka dan mengirimkan mereka kembali ke Ziklag. Ziklag membara habis terjarah. Tetapi, Ketika Daud serta orang-orangnya sampai ke Ziklag pada hari yang ketiga, orang Amalek telah menyerbu Tanah Negeb dan Ziklag; Ziklag telah dikalahkan oleh mereka dan dibakar habis.
Siapakah Amalek itu ?
Amalek adalah suku nomaden, musuh besar bangsa Israel; keturunan Esau, arti namanya adalah “dweller in a valley”. Bangsa yang kejam, sebutannya “pure evil”, memukul barisan belakang yang terlemah. Bangsa penjarah yang selalu merampas bangsa Israel.
Dari segi rohani, Amalek adalah roh yang menarik kita hingga ke dasar lembah agar tidak bisa bangkit lagi (roh perampas). Merampas semua aspek kehidupan kita, keuntungan, keberhasilan, anugerah, masa depan, kebahagiaan, kerukunan, damai sejahtera, sukacita, pekerjaan, pelayanan, keluarga, kesehatan, hubungan, ingatan yang baik, dan semua yang berharga yang kita miliki. Semuanya itu membuat kita tumpul dan tidak peka untuk mengerti kehendak Tuhan. Ketika kita sudah tumpul, maka hal itu tidak bisa membuat kita waspada.
3. Apa yang dilakukan oleh Daud ?
Ketika Daud sedang terjepit, Daud justru menguatkan kepercayaannya kepada Tuhan, Allahnya. Dan terjadilah saat di mana Daud menghancurkan mereka dari pagi-pagi buta sampai matahari terbenam; tidak ada seorang pun dari mereka yang lolos, kecuali empat ratus orang muda yang melarikan diri dengan menunggang unta.
4. Menjarah balik
1 Samuel 30 : 18 - 20Daud melepaskan semua apa yang dirampas oleh orang Amalek itu; juga kedua isterinya dapat dilepaskan Daud. Tidak ada yang hilang pada mereka, dari hal yang kecil sampai hal yang besar, sampai anak laki-laki dan anak perempuan, dan dari jarahan sampai segala sesuatu yang telah dirampas mereka; semuanya itu dibawa Daud kembali. Daud mengambil segala kambing domba dan lembu; semuanya itu digiring mereka di hadapannya, serta berkata : Inilah jarahan Daud.
Amsal 24 : 10Jika engkau tawar hati pada masa kesesakan, kecillah kekuatanmu.
Mazmur 34 : 17 - 18Apabila orang-orang benar itu berseru-seru, maka TUHAN mendengar, dan melepaskan mereka dari segala kesesakannya. TUHAN itu dekat kepada orang-orang yang patah hati, dan Ia menyelamatkan orang-orang yang remuk jiwanya.
Ancaman datang secara tiba-tiba dan tidak terencana, itu sebabnya kita harus membangun tiang doa. Tiang doa adalah tiang di mana kita akan berpegang pada firman Tuhan dan janji-Nya ketika situasi buruk datang menerpa dalam kehidupan kita.
Secara manusiawi, cara termudah yang sering kita lakukan adalah dengan mencari pertolongan dari kiri dan kanan. Padahal, hanya berdoa kepada Tuhan-lah yang mampu menghancurkan roh Amalek.
Sekecil apa pun pengharapan kita kepada Tuhan, gunakanlah itu untuk menguatkan kita agar kita tidak terseret jatuh ke dalam lembah kekelaman.
Tuhan Yesus Memberkati