Apapun pergumulan yang kita alami, kita masih bisa memilih untuk menjalani kehidupan, apakah menjadi berkat, ataukah hanya murung setiap hari dan bersungut-sungut.
Di dalam Tuhan, kita dapat mengalami kelimpahan. Melimpah adalah apa yang dapat keluar dari dalam hidup kita, dan menjadi berkat, bukan semata-mata untuk diri sendiri saja, tapi bagi banyak orang. Sebab, Dialah sumber pengharapan, kasih, kekuatan, dan pertolongan kita.
Roma 15 : 13
Semoga Allah, sumber pengharapan, memenuhi kamu dengan segala sukacita dan damai sejahtera dalam iman kamu, supaya oleh kekuatan Roh Kudus kamu berlimpah-limpah dalam pengharapan.
Roma 15 : 13 (versi AYT)
Kiranya Allah sumber pengharapan memenuhimu dengan segala sukacita dan damai sejahtera dalam percayamu supaya kamu dengan kuasa Roh Kudus berlimpah dalam pengharapan.
Meluap atau kelimpahan (overflowing) adalah tanda bahwa Tuhan hadir. Dalam setiap keadaan, kita dapat mengalami kelimpahan dan menjadi berkat bagi banyak orang.
Apa yang sebaiknya kita lakukan untuk mengalami kelimpahan dari Tuhan ?
1. Percaya bahwa Tuhan akan membuka pintu bagi kelimpahan.
Mujizat adalah bagian yang dapat dilakukan Tuhan, dan itu semua mudah bagi Dia untuk dilakukan-Nya. Namun, bagaimana respon kita terhadap segala sesuatu, itu adalah pilihan kita. Tetap bersemangat atau bersungut-sungut ?
Kita tahu, tanpa iman maka tidak akan ada yang Tuhan lakukan dalam hidup kita. Dengan iman dan percaya kepada Tuhan (trust Him), kita sungguh-sungguh dapat menjadi berkat.
2. Aliran berkat Tuhan yang melimpah itu pasti dan posisi kita akan menentukan
Aliran berkat dari Tuhan itu tidak terbatas, tidak akan pernah habis. Karena Dia Tuhan. Jadi, manakah yang kita pilih ? Apakah Tuhan atau manusia ? Belajarlah beriman seperti seorang perempuan yang mengalami pendarahan 12 tahun, dia memilih untuk beriman dan percaya kepada Yesus.
Tuhan memandang berharga iman kita, sekecil apa pun itu. Andalkan Yesus Kristus, Tuhan Allah kita, Sumber yang sejati. Jangan seperti orang-orang di Nazaret yang menolak Yesus, sehingga tidak mengalami mujizat karena ketidakpercayaan mereka (Matius 13 : 53 - 58).
3. Mulai berbagi dan menjadi berkat sebelum mengalami kepenuhan.
Ketika kita sudah mengalami kesembuhan, kelimpahan atau kepenuhan berkat, jadilah berkat bagi orang lain. Jangan memiliki mentalitas transaksional, untung-rugi, harus impas, atau hitung-hitungan dengan Tuhan. Jika Tuhan Yesus setia dan tidak menghitung-hitung pelanggaran dan dosa kita, bahkan mengampuni dan menebus kita, mengapa kita masih hitung-hitungan dengan Dia ? Sebaliknya, “habis-habisan" dengan Tuhan, sebab Ia sanggup memberikan kelimpahan.
2 Korintus 5 : 19
Sebab Allah mendamaikan dunia dengan diri-Nya oleh Kristus dengan tidak memperhitungkan pelanggaran mereka. Ia telah mempercayakan berita pendamaian itu kepada kami.
Yohanes 10 : 10
Pencuri datang hanya untuk mencuri dan membunuh dan membinasakan; Aku datang, supaya mereka mempunyai hidup, dan mempunyainya dalam segala kelimpahan.
Kata ‘hidup’ yang dipakai tersebut adalah ‘zoe’ dalam bahasa aslinya, yang berarti ‘God-kind of life’ atau hidup yang lebih seperti dikehendaki Tuhan.
Lukas 6 : 38
Berilah dan kamu akan diberi : suatu takaran yang baik, yang dipadatkan, yang digoncang dan yang tumpah ke luar akan dicurahkan ke dalam ribaanmu. Sebab ukuran yang kamu pakai untuk mengukur, akan diukurkan kepadamu.
Kiranya, setiap kita mengalami kelimpahan dalam seluruh aspek kehidupan kita.
Tuhan Yesus Memberkati