Ia akan membuat banyak orang Israel berbalik kepada Tuhan, Allah mereka, dan ia akan berjalan mendahului Tuhan dalam roh dan kuasa Elia untuk membuat hati bapa-bapa berbalik kepada anak-anaknya dan hati orang-orang durhaka kepada pikiran orang-orang benar dan dengan demikian menyiapkan bagi Tuhan suatu umat yang layak bagi-Nya."(Luk. 1:16-17)
Melalui pesan Gembala Sidang, kita harus menyiapkan bagi Tuhan suatu umat yang layak bagi-Nya untuk kedatangan Yesus yang kedua seperti yang Yohanes Pembabtis lakukan pada saat kedatangan Yesus yang pertama.
1. Membuat orang-orang yang belum percaya menjadi percaya
2. Membuat orang-orang percaya yang hidupnya tidak sesuai dengan kehendak Tuhan, bertobat kembali
3. Membuat hati bapa-bapa berbalik kepada hati anak-anaknya, dan hati anak-anak kepada bapa-bapanya.
Indonesia saat ini termasuk negara nomor tiga di dunia yang tidak memiiki figur bapak bagi generasinya. Dan Indonesia sudah bertahun-tahun berada pada kategori ini. Ada banyak hal negatif dan akan menghantui ketika figur bapak yang benar tidak ada. Hal-hal seperti ini harus menjadi keprihatinan bagi para orang tua khususnya para ayah.
1. Tuhan kita adalah Tuhan yang fokus terhadap kualitas; dapat kita lihat dari kisah Nuh dan air bah yang memusnahkan orang yang berdosa. Itu sebabnya sebagai orang tua kita harus fokus terhadap kualitas dari anak-anak kita. Kej. 1:27-28; Kej. 6:5-7; Hak. 2:7; Hak. 2:10-11).
2. Tuhan menghendaki Orang Tua Terlibat Untuk Mendidik Anak-anak (Ula. 6:7-9)
3. Tuhan meminta pertanggungjawaban atas hasil dan buah dari anak-anak sebagai orang tuanya. Firman ini menceritakan tentang kesuksesan imam Eli, namun anak-anaknya melakukan kejahatan. Tuhan menghukum imam Eli karena dia tidak memarahi mereka. Kita harus menabur kebaikan bagi anak-anak kita agar kita menuai hasil yang positif dari mereka. Ada dua periode dari anak kita, yaitu dari kecil-remaja (ini adalah pondasi bagi anak, kita harus penuh kasih namun dominan dan mengarahkan), dan dari remaja-masa tua mereka (hubungan orang tua dan anak: friendship dan keterbukaan). (baca 1 Sam. 1:3b,1 Sam. 2:12, 1 Sam. 3:12-13; Maz. 127:4)
APA YANG KITA LAKUKAN SEBAGAI ORANG TUA YAITU :
1. Memiliki Spiritual
Orang baik meninggalkan warisan bagi anak cucunya, tetapi kekayaan orang berdosa disimpan bagi orang benar.(Ams. 13:22), Hikmat adalah sama baiknya dengan warisan dan merupakan suatu keuntungan bagi orang-orang yang melihat matahari.(Pen. 7:11), Hikmat memberi kepada yang memilikinya lebih banyak kekuatan dari pada sepuluh penguasa dalam kota.(Pen.7:19) Ketahuilah, demikian hikmat untuk jiwamu: Jika engkau mendapatnya, maka ada masa depan, dan harapanmu tidak akan hilang.(Ams. 24:14), Permulaan hikmat adalah takut akan TUHAN, semua orang yang melakukannya berakal budi yang baik. Puji-pujian kepada-Nya tetap untuk selamanya.(Maz. 111:10)
Warisan yang terbaik bagi anak kita adalah hikmat. Pastikan anak kita hidup takut akan Tuhan, dengan demikian mereka akan memiliki hikmat. Melalui hikmat, anak kita akan menjadi kuat, memiliki masa depan dan pengharapan.
2. Memiliki Karakter
Sebagai orang tua dalam mendidik anak, kita harus membentuk karakter anak kita. Tujuh Pilar karakter yang perlu dibangun antara lain :
1. Thrustworthiness (Kepercayaan/kejujuran)
2. Respect (Hormat)
3. Responsibility (Bertanggung jawab)
4. Fairness (Menghargai, Tidak curang)
5. Caring
6. Citizenship (berdampak bagi masyarakat)
7. Gratitude (Penuh ucapan syukur) 1 Tes. 5:16-18)
Ada sebuah Quote yang berkata, "IT IS NOT HAPPY PEOPLE WHO ARE THANKFUL. IT IS THANKFUL PEOPLE WHO ARE HAPPY. Dan GRATITUTE IS RICHES COMPLAINT IS POVERTY"
Sebab segala sesuatu adalah dari Dia, dan oleh Dia, dan kepada Dia: Bagi Dialah kemuliaan sampai selama-lamanya!(Rom. 11:36)
Anak kita merupakan karunia dari Tuhan. Dan pada saatnya nanti kita akan mengembalikan anak kita bagi kemuliaan nama Tuhan.
Implikasi:
Anak-anak adalah pemberian (Karunia) dari-Nya. Melalui kita, orang tua, akan dididik oleh-Nya (Firman) dan dipersembahkan kembali untuk Kemuliaan Nama-Nya.