GBI PRJ (CK7)
GBI PRJ (CK7)Praise Revival for Jesus
Giving

PENGAMPUNAN

Pdt. Ridwan Hutabarat · Minggu, 03 Maret 2019

2PM (Ibadah Raya 4)
Minggu, 03 Maret 2019
Pk. 14:00 WIB

Orang Kristen difasilitasi Tuhan untuk berpikir kritis sepanjang tujuannya adalah untuk mencintai-Nya. Caranya adalah dengan menguji setiap roh. Kristen berbicara tentang yang harus dilakukan. Ibadah yang sejati berbicara tentang mempersembahkan tubuh kita sebagai persembahan yang hidup, kudus dan berkenan di hadapan Allah. (Rom. 12:1)

"Apabila saudaramu berbuat dosa, tegorlah dia di bawah empat mata. Jika ia mendengarkan nasihatmu engkau telah mendapatnya kembali. Jika ia tidak mendengarkan engkau, bawalah seorang atau dua orang lagi, supaya atas keterangan dua atau tiga orang saksi, perkara itu tidak disangsikan. Jika ia tidak mau mendengarkan mereka, sampaikanlah soalnya kepada jemaat. Dan jika ia tidak mau juga mendengarkan jemaat, pandanglah dia sebagai seorang yang tidak mengenal Allah atau seorang pemungut cukai. Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya apa yang kamu ikat di dunia ini akan terikat di sorga dan apa yang kamu lepaskan di dunia ini akan terlepas di sorga. Dan lagi Aku berkata kepadamu: Jika dua orang dari padamu di dunia ini sepakat meminta apapun juga, permintaan mereka itu akan dikabulkan oleh Bapa-Ku yang di sorga. Sebab di mana dua atau tiga orang berkumpul dalam Nama-Ku, di situ Aku ada di tengah-tengah mereka." Kemudian datanglah Petrus dan berkata kepada Yesus: "Tuhan, sampai berapa kali aku harus mengampuni saudaraku jika ia berbuat dosa terhadap aku? Sampai tujuh kali?" Yesus berkata kepadanya: "Bukan! Aku berkata kepadamu: Bukan sampai tujuh kali, melainkan sampai tujuh puluh kali tujuh kali. Sebab hal Kerajaan Sorga seumpama seorang raja yang hendak mengadakan perhitungan dengan hamba-hambanya. Setelah ia mulai mengadakan perhitungan itu, dihadapkanlah kepadanya seorang yang berhutang sepuluh ribu talenta. Tetapi karena orang itu tidak mampu melunaskan hutangnya, raja itu memerintahkan supaya ia dijual beserta anak isterinya dan segala miliknya untuk pembayar hutangnya. Maka sujudlah hamba itu menyembah dia, katanya: Sabarlah dahulu, segala hutangku akan kulunaskan. Lalu tergeraklah hati raja itu oleh belas kasihan akan hamba itu, sehingga ia membebaskannya dan menghapuskan hutangnya. Tetapi ketika hamba itu keluar, ia bertemu dengan seorang hamba lain yang berhutang seratus dinar kepadanya. Ia menangkap dan mencekik kawannya itu, katanya: Bayar hutangmu! Maka sujudlah kawannya itu dan memohon kepadanya: Sabarlah dahulu, hutangku itu akan kulunaskan. Tetapi ia menolak dan menyerahkan kawannya itu ke dalam penjara sampai dilunaskannya hutangnya. Melihat itu kawan-kawannya yang lain sangat sedih lalu menyampaikan segala yang terjadi kepada tuan mereka. Raja itu menyuruh memanggil orang itu dan berkata kepadanya: Hai hamba yang jahat, seluruh hutangmu telah kuhapuskan karena engkau memohonkannya kepadaku. Bukankah engkaupun harus mengasihani kawanmu seperti aku telah mengasihani engkau? Maka marahlah tuannya itu dan menyerahkannya kepada algojo-algojo, sampai ia melunaskan seluruh hutangnya. Maka Bapa-Ku yang di sorga akan berbuat demikian juga terhadap kamu, apabila kamu masing-masing tidak mengampuni saudaramu dengan segenap hatimu."(Mat. 18:15-35)

Dari ayat diatas, kita dapat melihat betapa luar biasanya pengampunan Tuhan terhadap kita. “Tujuh puluh kali tujuh kali” berarti jangan terbatas ketika mengampuni. Pengampunan adalah bagian dari iman. Orang yang beriman adalah orang yang berani berkorban. Belajar untuk mengampuni seperti Yesus mengampuni dengan tidak mengingat-ingat lagi kesalahan orang tersebut. Minta kepada Tuhan agar kita memiliki penguasaan diri.

“Karena jikalau kamu mengampuni kesalahan orang, Bapamu yang di sorga akan mengampuni kamu juga. Tetapi jikalau kamu tidak mengampuni orang, Bapamu juga tidak akan mengampuni kesalahanmu." (Mat. 6:14-15)

Mengampuni adalah hal yang serius. Salah satu dosa yang tidak bisa diampuni Tuhan adalah ketika kita tidak bisa mengampuni. Yesus mengatakan bahwa jiwa lebih penting daripada uang. Kesalahan dan kebodohan terutama kita adalah kita tidak menegur apabila ada orang yang bersalah, namun malah menceritakannya kepada orang lain dan kemudian mencari pembenaran dengan mengungkit kesalahan orang itu di masa lampau.

“Aku, Akulah Dia yang menghapus dosa pemberontakanmu oleh karena Aku sendiri, dan Aku tidak mengingat-ingat dosamu.” (Yes. 43:25)

Pengampunan adalah hal Kerajaan Surga. “Sepuluh ribu talenta” berarti berarti tidak terhitung dosa dan kesalahan kita terhadap Tuhan. Respon yang Tuhan ingini dari kita adalah bertobat. Respon Tuhan adalah mengampuni kita

“Dengan kasih dan kesetiaan, kesalahan diampuni, karena takut akan TUHAN orang menjauhi kejahatan.” (Ams. 16:6)

Mengampuni harus disertai dengan kasih dan kesetiaan. Jika kita memiliki sikap seperti ini, maka tidak akan ada perceraian.

Siapapun yang bersalah kepada kita, mengampuni adalah harga mati. Ampunilah dan jangan ingat-ingat lagi akan kesalahan orang tersebut .

No. Rekening Persembahan CK7

Mobile Apps

Semua kebutuhan ibadah GBI PRJ (CK7) dalam satu aplikasi — gratis untuk iOS dan Android.

  • Rangkuman KhotbahBaca ulang firman setiap ibadah
  • Renungan HarianDoa Fajar & renungan setiap pagi
  • Jadwal IbadahSemua cabang CK7 & event
  • PersembahanMemberi dengan mudah & aman
Aplikasi GBI PRJ (CK7) — Beranda Aplikasi GBI PRJ (CK7) — Khotbah Aplikasi GBI PRJ (CK7) — Alkitab Aplikasi GBI PRJ (CK7) — COOL