Pengurapan dari Tuhan memiliki tujuan yang berbeda-beda, namun dengan tujuan yang sama, yaitu untuk kemuliaan Tuhan.
Israel memiliki tiga raja pertama yang memerintah, yaitu raja Saul, raja Daud, dan Salomo. Ketiganya memerintah relatif lama. Daud memiliki hati yang berkenan kepada Tuhan.
Mazmur 133 : 1 - 3
Nyanyian ziarah Daud. Sungguh, alangkah baiknya dan indahnya, apabila saudara-saudara diam bersama dengan rukun! Seperti minyak yang baik di atas kepala meleleh ke janggut, yang meleleh ke janggut Harun dan ke leher jubahnya. Seperti embun gunung Hermon yang turun ke atas gunung-gunung Sion. Sebab ke sanalah T memerintahkan berkat, kehidupan untuk selama-lamanya.
Kisah raja Raja Saul melibatkan nabi Samuel, yang mengurapi dia menjadi raja; raja Saul sendiri, dan bangsa Filistin.
Karakter awal Saul sebelum diurapi Samuel, seperti yang tercatat dalam 1 Samuel 9 : memiliki ketaatan (ayat 3); menghormati hamba Tuhan (ayat 7); sopan santun (ayat 18); rendah hati (ayat 21).
Pengurapan raja Saul adalah pengurapan yang memampukan untuk melakukan terobosan (breakthrough).
1 Samuel 10 : 1
Lalu Samuel mengambil buli-buli berisi minyak, dituangnyalah ke atas kepala Saul, diciumnyalah dia sambil berkata : Bukankah Tuhan telah mengurapi engkau menjadi raja atas umat-Nya Israel ? Engkau akan memegang tampuk pemerintahan atas umat Tuhan, dan engkau akan menyelamatkannya dari tangan musuh-musuh di sekitarnya. Inilah tandanya bagimu, bahwa Tuhan telah mengurapi engkau menjadi raja atas milik-Nya sendiri :
Terobosan perlu dilakukan oleh anak-anak Tuhan. Namun jika tidak terjadi terobosan, maka yang terjadi adalah stagnasi. Supaya tidak terjadi stagnasi dalam kehidupan, kita membutuhkan hubungan pribadi dengan Tuhan, keluarga, pekerjaan, bisnis, dan pelayanan. Kita membutuhkan terobosan, seperti yang terdapat dalam 2 Samuel 5 : 20 Lalu datanglah Daud di Baal-Perasim dan memukul mereka kalah di sana. Berkatalah ia : Tuhan telah menerobos musuhku di depanku seperti air menerobos. Sebab itu orang menamakan tempat itu Baal-Perasim.
Prestasi raja Saul setelah menerima pengurapan :
1. Berubah menjadi manusia baru di dalam roh (1 Samuel 11 : 6)
2. Roh Tuhan memampukan melakukan pekerjaan besar (1 Samuel 11 : 11)
3. Berhasil mendidik Yonatan menjadi prajurit handal (1 Samuel 14 : 15)
Namun, dengan berjalannya waktu Saul berubah drastis, sekarang ia bertindak sombong dan bodoh. Hal ini mengakibatkan Saul kehilangan perkenanan Tuhan, seperti yang tercatat dalam 1 Samuel 13, ketika Israel diancam bangsa Filistin.
I Samuel 13 : 13 -b14
Kata Samuel kepada Saul : Perbuatanmu itu bodoh. Engkau tidak mengikuti perintah Tuhan, Allahmu, yang diperintahkan-Nya kepadamu; sebab sedianya Tuhan mengokohkan kerajaanmu atas orang Israel untuk selama-lamanya. Tetapi sekarang kerajaanmu tidak akan tetap. Tuhan telah memilih seorang yang berkenan di hati-Nya dan Tuhan telah menunjuk dia menjadi raja atas umat-Nya, karena engkau tidak mengikuti apa yang diperintahkan Tuhan kepadamu.
Karakter raja Saul : pengurapan harus diiringi kedewasaan karakter. Pengurapan Samuel kepada raja Saul menjadikan raja pertama Israel. Sayangnya raja Saul yang memiliki karakter pendobrak tidak belajar bersabar menunggu pertolongan Tuhan dan tidak percaya otoritas, sehingga Tuhan berpailng darinya dan penyertaan Tuhan terhilang, sehingga hidupnya berakhir di medan perang (1 Samuel 31).
Karakter yang diperlukan setelah menerima pengurapan :
1. Rendah hati
Amsal 22 : 4
Ganjaran kerendahan hati dan takut akan Tuhan adalah kekayaan, kehormatan dan kehidupan.
2. Penundukan diri
Ibrani 13 : 17
Ingatlah akan pemimpin-pemimpin kamu, yang telah menyampaikan firman Allah kepadamu. Perhatikanlah akhir hidup mereka dan contohlah iman mereka.
3. Kesabaran
Amsal 14 : 17
Siapa lekas naik darah, berlaku bodoh, tetapi orang yang bijaksana, bersabar.
Jangan sampai perkenanan Tuhan diambil dari kehidupan kita karena ketidakpahaman kita dalam menjalani kehidupan sesuai rencana Tuhan.
Tuhan Yesus Memberkati