GBI PRJ (CK7)
GBI PRJ (CK7)Praise Revival for Jesus
Giving

PERJUMPAAN ILAHI YANG MENDAHULUI KEMENANGAN

Pdt. Dr. Drs. Markus Simanjuntak, M.Th · Kamis, 16 Maret 2023

Doa Fajar
Kamis, 16 Maret 2023
Pk. 04:40 WIB

Semua tokoh Alkitab yang dipakai oleh Allah memiliki kesamaan, yaitu sebelum melaksanakan misi panggilan yang Tuhan sediakan selalu didahului dengan sebuah perjumpaan Ilahi (divine encounter) yang kemudian mengubahkan hidup mereka.

Kita akan melihat pengalaman perjumpaan Ilahi yang Yosua alami.

Yosua 5 : 13 - 15
Ketika Yosua dekat Yerikho, ia melayangkan pandangnya, dilihatnya seorang laki-laki berdiri di depannya dengan pedang terhunus di tangannya. Yosua mendekatinya dan bertanya kepadanya: Kawankah engkau atau lawan ? Jawabnya : Bukan, tetapi akulah Panglima Balatentara Tuhan. Sekarang aku datang. Lalu sujudlah Yosua dengan mukanya ke tanah, menyembah dan berkata kepadanya : Apakah yang akan dikatakan tuanku kepada hambanya ini ? Dan Panglima Balatentara Tuhan itu berkata kepada Yosua : Tanggalkanlah kasutmu dari kakimu, sebab tempat engkau berdiri itu kudus. Dan Yosua berbuat demikian.

Yosua saat itu sedang mempersiapkan diri untuk menyerang kota Yerikho, mereka sudah menyeberangi Gilgal, berkemah, disunat, mereka akan masuk dalam kelimpahan tanah Kanaan seperti yang Tuhan sudah janjikan, namun Yosua tahu bahwa bangsa ini ngga lahir di padang belantara, belum memiliki pengalaman berperang.


Seseorang yang akan dipakai Tuhan untuk mencapai kemenangan memerlukan sebuah perjumpaan pribadi dengan Tuhan. Perjumpaan pribadi dengan Tuhan sama pentingnya dengan persiapan dan strategi untuk menang. Kemenangan kita berasal dari Tuhan, sebab peperangan sesungguhnya adalah milik Tuhan.

Ada lima bagian yang akan kita pelajari dalam hal perjumpaan pribadi Yosua dengan Tuhan :

1. Posisi 

Posisi berdiri dengan pedang terhunus adalah posisi militer untuk bertahan atau menyerang. Posisi laki-laki ini akan membela atau menyerang bangsa Israel.

2. Identitas

Memperkenalkan sebagai Panglima Balatentara Tuhan, dan sikap penyembahan Yosua menjelaskan peristiwa ini adalah Penampakan Kristus (Kristofani) - sebuah manifestasi Pra-inkarnasi Kristus - yang adalah Logos, Sang Firman Allah.

3. Pertanyaan Yosua

Yosua mendekatinya dan bertanya kepadanya : Kawankah engkau atau lawan ? Pertanyaan ini mewakili pola pikir yang mengancam dan menghalangi efektifitas orang percaya dalam pelayanan bagi Kristus.

Penghambat kemenangan adalah kecenderungan melihat perang rohani sebagai perjuangan kita sendiri dalam menghadapi serangan terhadap agenda, kepentingan, atau keyakinan terhadap kepercayaan, atau doktrin yang kita anut.

4. Jawaban Allah

Jawabnya : Bukan, tetapi akulah Panglima Balatentara Tuhan. Sekarang aku datang (Yosua 5 : 14a). Tuhan datang bukan untuk memihak atau melawan, melainkan mengambil alih pertempuran sebagai Panglima Balatentara Tuhan.

5. Respon Yosua


Lalu sujudlah Yosua dengan mukanya ke tanah, menyembah dan berkata kepadanya : Apakah yang akan dikatakan tuanku kepada hambanya ini ? (Yosua 5 : 14b). Hal ini berbicara mengenai penyembahan dan penundukan diri kepada Tuhan, ini merupakan pengakuan bahwa Tuhan lah yang memimpin peperangan kita. 

Tuhan menegaskan bahwa bukan Yosua yang akan berperang melainkan Tuhan. Oleh karena itu, kita harus memiliki kerendahan hati mengakui Dia dalam segala laku kita, maka Ia akan meluruskan jalan kita (Amsal 3 : 6). Dia sudah menang dan kita berjalan dalam jalan kemenangan yang sudah Dia berikan.

Keluaran 14 : 14
Tuhan akan berperang untuk kamu, dan kamu akan diam saja.

1 Samuel 17 : 47
dan supaya segenap jemaah ini tahu, bahwa Tuhan menyelamatkan bukan dengan pedang dan bukan dengan lembing. Sebab di tangan Tuhanlah pertempuran dan Iapun menyerahkan kamu ke dalam tangan kami.


Pernyataan Tuhan dalam Yosua 5 : 15 menunjukkan bahwa Allah bukan hanya Yang Kudus dalam penebusan kita dengan menyediakan Juru Selamat yang menderita sengsara, tetapi juga Yang Kudus dalam peperangan kita oleh Juru Selamat yang menang.

Prinsip vital bagi keberhasilan sejati :

- Prinsip pertama : Pengakuan akan otoritas dan pimpinan Allah bagi kita untuk tujuan Allah.

- Prinsip kedua : Penyertaan dan penyediaan Allah secara dahsyat adalah tanda pemeliharaan Allah.

- Prinsip ketiga : Menanggalkan kasut adalah sebuah tanda seorang hamba (pelayan) yang menghormati dan tunduk terhadap Tuhan dan rencana-Nya.

- Prinsip keempat : Kita hanya dapat mengalami kemenangan dari Allah saat bersedia menundukkan diri pada otoritas, hadirat dan kuasa-Nya.

- Prinsip kelima : Peperangan rohani kita bukan hanya sebuah panggilan suci, tetapi juga penaklukkan Ilahi oleh orang rendah hati yang tunduk di bawah tangan Allah yang perkasa. 1 Petrus 5 : 6 - 7, Karena itu rendahkanlah dirimu di bawah tangan Tuhan yang kuat, supaya kamu ditinggikan-Nya pada waktunya. Serahkanlah segala kekuatiranmu kepada-Nya, sebab Ia yang memelihara kamu. Ada dua makna tentang tangan Tuhan dalam Perjanjian Lama, pertama tangan Tuhan adalah tekanan, disiplin rohani yang diberikan Tuhan kepada umat Israel karena hidup mereka sedang tidak beres, kedua berbicara mengenai kelepasan (deliverance).

Menyadari akan otoritas maka kita akan mempunyai otoritas, menyadari akan hadirat Allah dan menghormati kekudusan, penyembahan kepada Tuhan, maka kita akan melihat kuasa Allah nyata dalam hidup kita.

Tuhan Yesus Memberkati

No. Rekening Persembahan CK7

Mobile Apps

Semua kebutuhan ibadah GBI PRJ (CK7) dalam satu aplikasi — gratis untuk iOS dan Android.

  • Rangkuman KhotbahBaca ulang firman setiap ibadah
  • Renungan HarianDoa Fajar & renungan setiap pagi
  • Jadwal IbadahSemua cabang CK7 & event
  • PersembahanMemberi dengan mudah & aman
Aplikasi GBI PRJ (CK7) — Beranda Aplikasi GBI PRJ (CK7) — Khotbah Aplikasi GBI PRJ (CK7) — Alkitab Aplikasi GBI PRJ (CK7) — COOL