Sebuah dilema konflik dalam pernikahan sering kali terjadi dalam rumah tangga anak-anak Tuhan. Bagaimana memulihkan hubungan dalam pernikahan jika hal itu terjadi ? Firman Tuhan akan menuntun untuk menemukan jalan keluar.
Kolose 3 : 12 - 14
Karena itu, sebagai orang-orang pilihan Allah yang dikuduskan dan dikasihi-Nya, kenakanlah belas kasihan, kemurahan, kerendahan hati, kelemahlembutan dan kesabaran. Sabarlah kamu seorang terhadap yang lain, dan ampunilah seorang akan yang lain apabila yang seorang menaruh dendam terhadap yang lain, sama seperti Tuhan telah mengampuni kamu, kamu perbuat jugalah demikian. Dan di atas semuanya itu : kenakanlah kasih, sebagai pengikat yang mempersatukan dan menyempurnakan.
TRAUMA :
Pengalaman yang sangat menyakitkan atau menakutkan yang dapat mempengaruhi seseorang secara fisik, emosional, dan psikologis.
Jenis-jenis trauma :
1. Trauma fisik : kekerasan fisik, pelecehan seksual, dan kecelakaan.
2. Trauma emosional : pelecehan emosional, penolakan, dan pengabaian.
3. Trauma psikologis : stres, kecemasan, dan depresi.
Dampak trauma pada pernikahan :
1. Kesulitan dalam berkomunikasi
2. Kesulitan dalam mempercayai
3. Kesulitan dalam mengelola emosi
4. Kesulitan dalam membangun keintiman
Tanda-tanda trauma dalam pernikahan :
1. Perilaku yang tidak stabil
2. Kesulitan dalam mengelola stres
3. Kesulitan dalam berkomunikasi
4. Perilaku yang tidak seimbang
Cara memulihkan trauma dalam pernikahan :
1. Belajar mengampuni (Kolose 3 : 13 ; Efesus 4 : 32)
2. Belajar mengelola emosi (Mazmur 34 : 18)
3. Belajar mengkomunikasikan trauma
4. Buat kesepakatan baru
5. Mencari bantuan Konselor
Kesimpulan :
1. Trauma memiliki dampak yang besar untuk membuka jalan masuknya dosa perselingkuhan, perzinahan, bahkan perceraian di dalam sebuah pernikahan.
2. Trauma yang belum dipulihkan akan membawa kehancuran dalam pernikahan.
3. Trauma harus dipulihkan sebelum masuk dalam pernikahan melalui konseling pranikah.
Tuhan Yesus Memberkati