Kita punya hati untuk Tuhan, bisa merasakan hadirat dan keintiman dengan Tuhan, namun masalahnya merasa intim dengan Tuhan atau tidak, bukan datang karena kita kurang mengasihi Dia, tetapi karena kita kurang menyadari, atau bahkan tidak sadar seberapa besar Ia sudah mengasihi kita.
Kita harusnya belajar mengasihi Tuhan lebih lagi, seperti rasul Yohanes yang adalah murid yang paling dikasihi oleh-Nya, dan dekat dengan Dia.
1 Yohanes 4 : 19
Kita mengasihi, karena Allah lebih dahulu mengasihi kita.
Tahun 2025, kita tidak hanya akan menuai jiwa-jiwa dalam rumah Tuhan, tetapi juga menuai karakter kita dan berkat Tuhan di dalam keluarga, bisnis, maupun segala aspek kehidupan kita, tetapi kita harus pikirkan dulu perkara yang di atas.
Saat ada penuaian, pasti ada goncangan juga, semakin besar goncangan semakin besar juga tuaian yang akan kita alami. Tetapi, sekalipun dunia terguncang, kita harus tetap tenang dalam kuasa Tuhan.
Kolose 3 : 1 – 3
Karena itu, kalau kamu dibangkitkan bersama dengan Kristus, carilah perkara yang di atas, di mana Kristus ada, duduk di sebelah kanan Allah. Pikirkanlah perkara yang di atas, bukan yang di bumi. Sebab kamu telah mati dan hidupmu tersembunyi bersama dengan Kristus di dalam Allah.
Pikirkan perkara yang di atas, karena hidup kita bergantung pada kuasa-Nya.
Saat kita terima Tuhan sebagai Juruselamat, itu bukan akhir, tetapi merupakan awal dari perjalanan iman kita. Kita seharusnya menjalani apa yang menjadi kehendak-Nya, bukan tentang apa yang ada di dunia ini.
Sekalipun Iblis selalu berusaha menjatuhkan kita dan menggoda kita untuk melakukan keinginan daging, pikirkanlah perkara yang di atas, jangan turuti keangkuhan hidup kita. Dan pertama-tama, berikan diri untuk dibaptis.
1. Pencobaan keinginan daging manusia memberi rhema manusia hidup bukan dari roti saja, tetapi dari setiap apa yang Tuhan firmankan, karenanya matikan perbuatan daging kita.
Yang dikehendaki Tuhan untuk kita ialah hidup dipimpin oleh Roh, bukan oleh daging, supaya timbul buah Roh dalam hidup kita. Kejar buah Roh, dan salibkan keingian daging kita, supaya kita tidak menjadi orang yang munafik.
2. Pencobaan atas keinginan mata dan kuasa kemuliaan.
Tahun 2025, tinggalkan jika cara-cara kita mendapatkan berkat tidak berkenan kepada Tuhan. Dan kejar apa yang berkenan kepada Tuhan. Tuhan sanggup memberkai project kecil di tangan kita menjadi project yang besar, sebab itu tetap fokus pada Tuhan; jangan sampai apa yang sudah Tuhan janjikan bagi kita menjadi hancur.
3. Pencobaan atas keangkuhan hidup dan mencobai Tuhan.
Pencobaan atas keangkuhan hidup adalah seperti bangsa Israel mencobai Tuhan berulang kali di padang gurun, berakibat bangsa Israel tidak masuk ke dalam negeri yang Tuhan janjikan.
Kita sebagai manusia terbatas, hanya bisa melihat apa yang ada di depan mata, tetapi Tuhan tahu yang terbaik bagi kita.
Sekalipun saat ini kita masuk dalam suatu proses, jalani saja bersama Tuhan sebab Ia punya rancangan yang lebih indah bagi kita, pikirkan perkara yang di atas untuk kita menang di dalam setiap pencobaan.
Take home messages :
• Baca, renungkan, dan merespons dengan Firman Tuhan.
• Bangun keintiman dengan Tuhan, tolak setiap pencobaan dengan kekuatan Roh Kudus.
• Menjadi pelaku Firman, hidup sesuai kehendak-Nya, terus mengejar kehendak Tuhan, dan memuliakan Dia dalam hidup kita.
• Tertanam di dalam COOL ataupun komunitas rohani supaya kita memiliki komunitas yang saling mendukung pertumbuhan iman dan kerohanian kita.
Tuhan Yesus Memberkati