Saat kita diberikan pilihan, mau diberi upah atau diberi kesempatan ? Semua orang pasti minta diberi kesempatan, maka kita harus pegang kesempatan yang telah diberikan dengan baik.
Matius 19 : 27
Lalu Petrus menjawab dan berkata kepada Yesus : "Kami ini telah meninggalkan segala sesuatu dan mengikut Engkau; jadi apakah yang akan kami peroleh ?"
Sering kali kita bertanya kepada Tuhan, upah apa yang kita dapat saat kita melayani Dia selama ini ?
Di masa Tuhan menceritakan perumpamaan dalam kitab Matius 20 : 1 - 7, di masa itu lazimnya jam kerja dari jam 6 pagi hingga jam 6 sore, Tuhan berkata : “Apa yang pantas Aku berikan akan Ku berikan.”
Sering kali kita sebagai orang yang lebih dulu, lebih lama, dan lebih banyak bekerja, kita merasa sudah sepantasnya kita mendapatkan upah yang lebih. Namun, ada perbedaan sudut pandang antara cara kita memandang berkat, dan cara Tuhan memberikan berkat-Nya. Tuhan memiliki hak menurut kehendak hati-Nya.
Cara kita memandang “dinar” (berkat) bila berbeda dengan Tuhan, bisa membuat kita bersungut-sungut. Setiap kali orang ketika berhadapan dengan berkat, kualitas rohaninya terlihat. Jadi, jangan sampai salah melihat sudut pandang.
BEDA SUDUT PANDANG
Ketika yang bekerja lebih pagi menerima upahnya, mereka bersungut-sungut kepada tuan itu. “Ambillah bagianmu dan pergilah; aku mau memberikan kepada orang yang masuk terakhir ini sama seperti kepadamu. Tidakkah aku bebas mempergunakan milikku menurut kehendak hatiku ? Atau iri hatikah engkau, karena aku murah hati ?”
Nah, apakah kita melihat “dinar” (berkat) sekadar sebagai upah, ataukah sebagai kesempatan ?
Jika sebagai upah, kita memandang dinar sebagai berkat, upaya pencapaian diri sendiri, hanya akan menimbulkan iri hati, selalu merasa tidak puas, mudah bersungut-sungut, tidak merasa layak, dan tidak fokus pada pekerjaan.
Gunakanlah setiap kesempatan yang Tuhan berikan dengan sebaik-baiknya supaya kita berbuah. Kita juga harus melakukan sesuatu sampai kita bisa berbuah, dan jangan menilai sesuatu hanya dari sudut pandang untung-rugi, melainkan bersyukurlah atas setiap kesempatan yang sudah Tuhan beri. Sadar dirilah, dan mudah mengucap syukur. Fokuslah pada kemurahan hati Tuhan.
Matius 20 : 16
Demikianlah orang yang terakhir akan menjadi yang terdahulu dan yang terdahulu akan menjadi yang terakhir.
Kiranya, kita selalu memilih dengan bijak dan benar, serta memandang segala sesuatu sebagai sebuah kesempatan yang baik dari Tuhan untuk kita kelola dan yang dipercayakan kepada kita.
Galatia 3 : 3
Adakah kamu sebodoh itu ? Kamu telah mulai dengan Roh, maukah kamu sekarang mengakhirinya di dalam daging ?
Tuhan Yesus Memberkati