Tanpa disadari tahun 2019 ini berjalan begitu cepat, dan saat ini kita sudah memasuki akhir bulan april. Apakah progres yang telah kita lakukan sampai dengan bulan April ini ? Sudahkah kita mulai mematikan hidup kedagingan kita dan mulai merasakan Progress secara Rohani dalam hidup kita. Dan jadilah sama seperti bayi yang baru lahir, yang selalu ingin akan air susu yang murni dan yang rohani, supaya olehnya kamu bertumbuh dan beroleh keselamatan, jika kamu benar-benar telah mengecap kebaikan Tuhan.(1 Ptr. 2:2-3). Seperti seorang bayi agar dapat bertumbuh dengan baik, harus minum Air Susu yang murni. Hidup rohani kita, juga harus memiliki Air Susu yang murni yang arti nya adalah membaca Firman Tuhan secara konsisten, agar kita beroleh keselamatan dan benar-benar dapat mengecap kebaikan TUHAN.
Jumat Agung atau “Good Friday” dianggap BAIK karena Tuhan Yesus telah memenuhi misi-Nya dan menyelesaikan-Nya dengan tuntas bagimu melalui 4 proses berikut :
• KELAHIRAN-NYA sebagai Sang RAJA DAMAI adalah satu-satunya jalan untuk datang kepada BAPA Sang pemilik Kehidupan Kekal (YOH 14:6)
• PENGORBANAN-NYA di kayu Salib adalah BUKTI KASIH ALLAH yang telah menebus kita terbebas dari maut (YOH 3:16)
• KEBANGKITAN-NYA adalah bukti IA menjadi TUHAN yg Hidup (ROM 14:8-9)
• KENAIKAN-NYA ke Surga mempersiapkan tempat bagi kita (LUK 19:38)
Melalui pengorbanan Tuhan Yesus untuk mengingatkan mengapa dan untuk apa Kristus lahir bagi kita manusia. Seharusnya manusia mengalami Kebinasaan Kekal yang artinya :
1. Semua orang -> BERDOSA
Roma 3:23 Karena semua orang telah berbuat dosa dan telah kehilangan kemuliaan Allah,
2. Penghakiman -> PASTI
Ibrani 9:27 Dan sama seperti manusia ditetapkan untuk mati hanya satu kali saja, dan sesudah itu dihakimi,
3. Upah DOSA -> MAUT
Roma 6:23 Sebab upah dosa ialah maut; tetapi karunia Allah ialah hidup yang kekal dalam Kristus Yesus, Tuhan kita.
Dosa yang membuat kebinasaan kekal bagi manusia telah memisahkan manusia dari ALLAH. Tapi melalui pengorbanan Tuhan Yesus melalui Misi-Nya dan telah menyelesaikan-Nya, kita manusia dapat memiliki hidup kekal. Kata Yesus kepadanya: "Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorangpun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku.(Yoh. 14:6).
Manusia telah diperdamaikan dengan Allah untuk beroleh HIDUP yang KEKAL. Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya barangsiapa mendengar perkataan-Ku dan percaya kepada Dia yang mengutus Aku, ia mempunyai hidup yang kekal dan tidak turut dihukum, sebab ia sudah pindah dari dalam maut ke dalam hidup.( Yohanes 5:24)
Gethsemane adalah sebuah taman di kaki bukit Zaitun, di yerusalem-Israel. Tempat Tuhan Yesus terakhir kali berdoa sebelum DISALIBKAN. Taman Getsemani : tempat Tuhan Yesus dan murid-muridnya sering berkunjung, sehingga memudahkan proses Yudah Iskariot untuk menemukan Dia pada malam penangkapan. Ini adalah awal proses yang harus di jalanin oleh Tuhan Yesus. Dapatkah kita untuk menjalani Progress dan belajar mencintai Proses dan menjauhi Protes seperti yang dilakukan oleh Tuhan Yesus.
Orang yang dapat mencintai Proses akan dapat bertumbuh secara rohani. Orang memiliki progres secara rohani akan berbuah. Dalam hal inilah Bapa-Ku dipermuliakan, yaitu jika kamu berbuah banyak dan dengan demikian kamu adalah murid-murid-Ku."(Yoh. 15:8). Hidup kita harus berbuah karena hidup kita ini adalah Pohon buah bukan tanaman merambat. Jika hidup kita tidak berbuah, maka akan di potong dan di bersikan, ini bicara mengenai PROSES. Setiap ranting pada-Ku yang tidak berbuah, dipotong-Nya dan setiap ranting yang berbuah, dibersihkan-Nya, supaya ia lebih banyak berbuah.( Yoh. 15:2).
Untuk kita dapat berbuah, yang harus kita lakukan adalah hidup mengejar yang ESENSI, bukan sekedar sensasi. Bukan setiap orang yang berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan! akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga, melainkan dia yang melakukan kehendak Bapa-Ku yang di sorga.( Mat. 7:21). Esensi adalah mencari kehendak BAPA, Sensasi adalah kehendak Iblis. (Dikutib dari Khotbah “Mengejar Esensi bukan mengejar Sensasi” - 10 Maret 2019)
Tuhan ingin kita memiliki progres hidup secara rohani, dan terus memiliki keintiman dengan Tuhan. Hidup mengutamakan Esensi bukan hanya sekedar Sensasi. Pertama-tama aku menasihatkan: Naikkanlah permohonan, doa syafaat dan ucapan syukur untuk semua orang, untuk raja-raja dan untuk semua pembesar, agar kita dapat hidup tenang dan tenteram dalam segala kesalehan dan kehormatan. Itulah yang baik dan yang berkenan kepada Allah, Juruselamat kita, yang menghendaki supaya semua orang diselamatkan dan memperoleh pengetahuan akan kebenaran.( 1 Tim. 2:1-4). Amin.!