Dalam kitab Nehemia pasal 2 kisahnya hampir sama dengan kondisi kita saat ini. Ketika kita akan masuk dalam era endemi dimana kita harus membangun kembali kerohanian dan kehidupan kita, mari kita belajar melalui Nehemia ini.
Nehemia 2 : 17 - 18
Berkatalah aku kepada mereka : "Kamu lihat kemalangan yang kita alami, yakni Yerusalem telah menjadi reruntuhan dan pintu-pintu gerbangnya telah terbakar. Mari, kita bangun kembali tembok Yerusalem, supaya kita tidak lagi dicela. Ketika kuberitahukan kepada mereka, betapa murahnya tangan Allahku yang melindungi aku dan juga apa yang dikatakan raja kepadaku, berkatalah mereka : "Kami siap untuk membangun !" Dan dengan sekuat tenaga mereka mulai melakukan pekerjaan yang baik itu.
Kondisi Yerusalem sudah hancur, sudah menjadi reruntuhan, tidak layak ditinggali, dan menjadi sebuah kota yang sudah dilupakan. Namun demikian Nehemia bertekad untuk membangunnya kembali.
Banyak hal yang dapat kita bangun kembali saat ini. Namun bagaimana kita dapat membangun kembali ? Ada 3 hal yang perlu kita perhatikan, yaitu :
1. Miliki Hati dan Kerinduan Untuk Berubah.
Nehemia 1 : 4
Ketika kudengar berita ini, duduklah aku menangis dan berkabung selama beberapa hari. Aku berpuasa dan berdoa ke hadirat Allah semesta langit.
Nehemia memiliki respon yang baik setelah sadar melihat kehancuran Yerusalem, lalu ia kembali kepada Tuhan dengan berpuasa dan berdoa. Saat kita sadar keadaan kita maka kita harus mencari Tuhan, terbuka dihadapan Tuhan dan merendahkan diri di hadapan-Nya. Ingat, keterbukaan adalah awal dari pemulihan.
2. Mengubah Fokus Kita.
Nehemia 2 : 5
Kemudian jawabku kepada raja : "Jika raja menganggap baik dan berkenan kepada hambamu ini, utuslah aku ke Yehuda, ke kota pekuburan nenek moyangku, supaya aku membangunnya kembali."
Nehemia sebelum bicara kepada raja adalah seorang juru minum raja, namun ia memiliki kerinduan untuk membangun kembali Yerusalem yang telah runtuh. Maka Nehemia meninggalkan kehidupan lamanya, untuk tujuan yang baru.
Juru minum menjadi Pekerja Konstruksi.
Nehemia merubah fokus kehidupannya, ia merubah fokus hidupnya. Apakah fokus kita pada masa pandemic, mari kita arahkan untuk masuk dalam era endemi. Bangun kembali kerohanian dengan mulai konsisten dalam beribadah, memberi persembahan, dan bersemangat melayani Tuhan.
Mengubah fokus artinya berani keluar dari zona nyaman.
3. Membangun Bersama-sama.
Nehemia 2 : 18
Ketika kuberitahukan kepada mereka, betapa murahnya tangan Allahku yang melindungi aku dan juga apa yang dikatakan raja kepadaku, berkatalah mereka "Kami siap untuk membangun !" Dan dengan sekuat tenaga mereka mulai melakukan pekerjaan yang baik itu.
Saat Nehemia memiliki kerinduan untuk membangun kembali, ia mengumpulkan orang-orang supaya terlibat dalam proyeknya itu. Sebab bagi Nehemia membangun sendirian akan membuat letih, maka ia butuh orang lain yang tepat. Demikian pula dengan kita, tidak bisa bekerja dan melayani hanya seorang diri. Lakukan hal itu untuk membangun kembali kehidupan rohani kita di dalam komunitas dalam gereja (COOL, GBA, Youth, DM)
Never Build Alone. We live in a world not a cage (Jangan pernah berjuang sendirian, kita hidup di dunia bukan di kandang)
Membangun itu butuh waktu, jika tidak dimulai dari sekarang, kapan jadinya ?
Rangkuman Pdt. Indarwanto Tarigan, BA :
Dalam membangun kembali kerohanian dan kehidupan kita ada beberapa hal yang harus diperhatikan, yaitu :
1. Miliki Hati dan Kerinduan Untuk Berubah.
Miliki keterbukaan hati dihadapan Tuhan.
2. Mengubah Fokus Kita.
Beranilah mengubah fokus kita.
Tinggalkan dosa dengan kembali kepada Tuhan untuk membangun kembali hal yang sudah runtuh.
3. Membangun Bersama-sama.
Kita perlu orang lain yang memiliki visi Tuhan yang sama untuk membangun kembali.
Tuhan Yesus Memberkati