Ketika Tuhan masih memberikan napas kehidupan, serta berbagai kesempatan yang ada, itu semua adalah anugerah. Bukan karena kemampuan ataupun kebaikan kita sendiri. Oleh sebab itu, bersyukurlah dengan senantiasa sungguh-sungguh mengandalkan Dia.
Seringkali, kita mengalami berada di titik momen hidup yang terpuruk, ataupun doa-doa yang belum terjawab. Namun, Ia rindu kita selalu belajar mengutamakan, mengandalkan, melibatkan, dan bergantung pada Tuhan dalam tiap aspek hidup kita. Ia sanggup dan berkuasa untuk menjadikan apa yang mustahil menjadi mungkin.
Apalagi dengan banyaknya kesukaran, kejadian buruk maupun yang mendukakan hati, kita sangat membutuhkan Tuhan. Tidak ada yang lain, terlebih kita sebagai anak-anak-Nya.
Jangan mengandalkan materi yang terbatas, ataupun manusia yang fana, yang kerap kali mengecewakan.
Yeremia 17 : 5 - 8 (TB2)
Beginilah Firman Tuhan : Terkutuklah orang yang mengandalkan manusia, yang bersandar pada kekuatan manusia Fana, dan yang hatinya menjauh dari pada Tuhan ! Ia akan seperti semak gundul di padang belantara, ia tidak akan melihat datangnya keadaan baik; ia akan tinggal di tanah tandus di padang gurun, di padang garam yang tidak berpenduduk. Diberkatilah orang yang mengandalkan Tuhan, yang mempercayakan dirinya pada Tuhan ! Ia akan seperti pohon yang ditanam di tepi air, yang merambatkan akar-akarnya ke tepi sungai dan tidak takut datangnya panas terik, yang daunnya tetap hijau, yang tidak khawatir dalam tahun kekeringan, dan yang tidak berhenti menghasilkan buah.
Orang yang tidak mengandalkan Tuhan tidak akan memiliki pilihan lain pada akhirnya, yakni selain menerima hukuman (ayat 5 - 6).
Sedangkan, orang yang mengandalkan Tuhan menerima janji-Nya bahwa ia akan menjalani hidup yang penuh dengan berkat ilahi (ayat 7 - 8).
Karena itu, pilihlah apakah mau menjadi orang-orang yang tidak mengandalkan Dia, ataukah mau belajar menjadi pribadi yang terus-menerus mengandalkan Tuhan.
Bagaimana cara mengandalkan Tuhan ?
• Mengenakan selengkap senjata Allah.
Efesus 6 : 13 - 18
Sebab itu ambillah seluruh perlengkapan senjata Allah, supaya kamu dapat mengadakan perlawanan pada hari yang jahat itu dan tetap berdiri, sesudah kamu menyelesaikan segala sesuatu. Jadi berdirilah tegap, berikatpinggangkan kebenaran dan berbajuzirahkan keadilan, kakimu berkasutkan kerelaan untuk memberitakan Injil damai sejahtera; dalam segala keadaan pergunakanlah perisai iman, sebab dengan perisai itu kamu akan dapat memadamkan semua panah api dari si jahat, dan terimalah ketopong keselamatan dan pedang Roh, yaitu firman Allah, dalam segala doa dan permohonan. Berdoalah setiap waktu di dalam Roh dan berjaga-jagalah di dalam doamu itu dengan permohonan yang tak putus-putusnya untuk segala orang Kudus.
Sudahkah Anda mengenakan itu semua : selengkap senjata Allah, ikat pinggang kebenaran, baju zirah keadilan, kasut kerelaan terutama dalam memberitakan Injil, perisai iman, ketopong keselamatan, dan pedang Roh yakni firman Tuhan, serta senantiasa untuk berdoa ?
• Menaati dan mengikuti pimpinan Tuhan.
Filipi 2 : 8
Dan dalam keadaan sebagai manusia, Ia telah merendahkan diri-Nya dan taat sampai mati, bahkan sampai mati di kayu salib.
Ikutilah teladan Tuhan Yesus, yang dalam keadaan-Nya sebagai Anak Manusia, Ia menaati kehendak Allah Bapa, bahkan taat sampai mati di kayu salib demi menebus dosa umat manusia.
Tuhan Yesus Memberkati