Matius 21 : 10 -16 Dan ketika Ia masuk ke Yerusalem, gemparlah seluruh kota itu dan orang berkata: "Siapakah orang ini?" Dan orang banyak itu menyahut: "Inilah nabi Yesus dari Nazaret di Galilea." Lalu Yesus masuk ke Bait Allah dan mengusir semua orang yang berjual beli di halaman Bait Allah. Ia membalikkan meja-meja penukar uang dan bangku-bangku pedagang merpati dan berkata kepada mereka: "Ada tertulis: Rumah-Ku akan disebut rumah doa. Tetapi kamu menjadikannya sarang penyamun." Maka datanglah orang-orang buta dan orang-orang timpang kepada-Nya dalam Bait Allah itu dan mereka disembuhkan-Nya. Tetapi ketika imam-imam kepala dan ahli-ahli Taurat melihat mujizat-mujizat yang dibuat-Nya itu dan anak-anak yang berseru dalam Bait Allah: "Hosana bagi Anak Daud!" hati mereka sangat jengkel, lalu mereka berkata kepada-Nya: "Engkau dengar apa yang dikatakan anak-anak ini?" Kata Yesus kepada mereka: "Aku dengar; belum pernahkah kamu baca: Dari mulut bayi-bayi dan anak-anak yang menyusu Engkau telah menyediakan puji-pujian?"
Hal itu terjadi satu minggu sebelum penyaliban Tuhan Yesus, ketika Yesus masuk kota Yerusalem, dan disambut seruan gempar "Hosana." Namun disatu sisi Tuhan Yesus membersihkan Bait Suci yang sudah dikotori oleh imam-imam dan ahli Taurat yang korup dengan praktik-praktik kotor (sarang penyamun), yaitu jual beli dan urusan politik, Inilah yang membuat Yesus marah. Ingat, Israel dibuang (ke Asyur dan Babel) karena tidak menaati Hukum Taurat dan mencemari Bait Suci. Itulah sebabnya Yesus membersihkan Bait Suci (Gereja-Nya), dan ini mengakibatkan kegemparan, khususnya bagi imam-imam korup dan ahli-ahli Taurat tadi.
Gereja yang mengakibatkan kegemparan :
1. Gereja yang berlutut dan bersujud
Ada tertulis: Rumah-Ku akan disebut rumah doa. (Matius 21 : 13)
2. Gereja yang memiliki relasi yang hidup dan tulus
Roh penyamun adalah roh yang menjadikan seseorang mau menerima berkat tanpa mau mengenal Pemberi Berkat itu. Mereka yang tidak perduli terhadap relasi, tidak mau keintiman, hanya mau mengambil barangnya.
Matius 21 : 14 Maka datanglah orang-orang buta dan orang-orang timpang kepada-Nya dalam Bait Allah itu dan mereka disembuhkan-Nya.
3. Gereja yang mendemonstrasikan kuasa Allah melalui jemaat yang berdoa dan diperlengkapi.
Matius 21 : 16 Lalu mereka berkata kepada-Nya: "Engkau dengar apa yang dikatakan anak-anak ini?" Kata Yesus kepada mereka: "Aku dengar; belum pernahkah kamu baca: Dari mulut bayi-bayi dan anak-anak yang menyusu Engkau telah menyediakan puji-pujian ?
"Seseorang yang bergaul intim dengan Allah, tidak akan pernah terintimidasi oleh manusia." (Leornard Ravenhill)
4. Gereja yang menyembah dalam roh kekudusan dan kebenaran.
Gereja yang berdampak dan menggemparkan adalah gereja yang mempraktikan kehidupan rohani yang didasari atas kekudusan dan kebenaran.
Prayer is not the preparation for the battle; it is the battle! (doa bukan persiapan untuk perang, doa adalah perang!
Rangkuman Pdp. Willy Santoso, BSc :
Kita diberkati dengan firman Tuhan mengenai kisah Tuhan Yesus membersihkan Bait Suci. Tidak ada yang senang jika rumahnya dikotori oleh orang lain. Apalagi Bait Suci adalah termpat yang suci dan sakral yang dikotori dengan praktik jual beli oleh para imam dan ahi Taurat. Itulah sebabnya mengapa Yesus geram dan membersihkan Rumah Allah itu.
Dalam perkembangannya, Baitu Suci adalah kehidupan pribadi dari anak-anak Tuhan yang tidak boleh dikotori dengan hal-hal yang tidak kudus.
1 Korintus 6 : 19 Atau tidak tahukah kamu, bahwa tubuhmu adalah bait Roh Kudus yang diam di dalam kamu, Roh Kudus yang kamu peroleh dari Allah, --dan bahwa kamu bukan milik kamu sendiri?
Kehidupan kita harus dijaga dan dirawat dengan memiliki kehidupan pribadi yang selalu berdoa, menjaga keintiman dengan Tuhan (relasi kepada Sang Pemberi Berkat), mendemonstrasikan kuasa Allah, dan hidup dalam roh kekudusan dan kebenaran.