Sadar adalah suatu sikap hati, terutama di mana kita sebagai anak-anak Tuhan sudah sepatutnya mengetahui, dan sepenuhnya mengerti akan arti hidup ini, tentang siapa diri kita, dan untuk apa tujuan hidup kita yang sesungguhnya diciptakan oleh Tuhan.
Jadi, sadar adalah tahu diri. Kita seharusnya sadar siapa kita di hadapan Tuhan dan sesama manusia.
Kejadian 1 : 26 - 27
Berfirmanlah Allah : Baiklah Kita menjadikan manusia menurut gambar dan rupa Kita, supaya mereka berkuasa atas ikan-ikan di laut dan burung-burung di udara dan atas ternak dan atas seluruh bumi dan atas segala binatang melata yang merayap di bumi. Maka Allah menciptakan manusia itu menurut gambar-Nya, menurut gambar Allah diciptakan-Nya dia; laki-laki dan perempuan diciptakan-Nya mereka.
Karena itu, kita perlu berkaca supaya menyadari siapa sesungguhnya diri kita ini. Ada beberapa hal yang perlu kita sadari :
• Sadar posisi kita di hadapan Tuhan.
Kita berharga di mata Tuhan, kita diciptakan segambar dengan Dia, dan diberi kuasa untuk mengelola apa pun yang Tuhan percayakan. Bila hidup kita dipakai oleh Tuhan, maka kehidupan orang lain juga bisa dipakai untuk kemuliaan-Nya.
• Sadar kalau Tuhan Yesus mengasihi setiap kita.
Ia mengasihi kita, bahkan seolah-olah kitalah anak satu-satunya. Tetapi, sekalipun demikian, sadarilah bahwa kita bukan satu-satunya, melainkan masih ada orang-orang lain yang memerlukan Dia dan membutuhkan pertolongan-Nya.
Filipi 2 : 12
Hai saudara-saudaraku yang kekasih, kamu senantiasa taat; karena itu tetaplah kerjakan keselamatanmu dengan takut dan gentar, bukan saja seperti waktu aku masih hadir, tetapi terlebih pula sekarang waktu aku tidak hadir.
• Sadar kalau Tuhan Yesus memberikan kita kekuatan untuk menghadapi kelemahan kita.
Alangkah bijaknya kalau kita memberi jarak terhadap apa saja yang dapat menyebabkan kelemahan kita menjadi tindakan yang salah.
Matius 4 : 7
Yesus berkata kepadanya : Ada pula tertulis: Janganlah engkau mencobai Tuhan, Allahmu !
Kita juga diingatkan, bahwa banyak orang yang bisa mengajar, tetapi hanya supaya terlihat lebih pintar; namun tidak banyak orang yang mengajar agar orang lain sungguh-sungguh menjadi lebih sadar.
Kiranya, kita menjadi orang-orang yang sadar diri, bahwa kita berharga di mata Tuhan, bahwa Ia mengasihi kita semua, dan bahwa Ia senantiasa memberikan kekuatan yang baru bagi kita yang percaya pada-Nya.
Tuhan Yesus Memberkati