Keluarga seharus menjadi tempat yang menjadi paling aman dan nyaman.
Namun tidak semua keluarga mengalami hal seperti di atas.
Banyak keluarga yang dapat meliwati masalah karena memiliki fondasi yang kuat.
Keluarga disfungsional bisa saja diawali dari keluarga yang fungsional.
Bagaimana bila sebuah keluarga terlihat fungsional namun sudah mengalami disfungsional ? Sebagai contoh, dalam keluarga ada anggota keluarga yang tidak mendapat kesempatan untuk berkomunikasi, atau sering melihat orang tua berselisih.
Keluarga disfungsional (tidak berfungsi baik) :
- Konflik dalam rumah tangga
- Tidak ada komunikasi
- Tidak peduli satu sama lain
- Suasana rumah yang dingin
- Tidak ada kenyamanan
- Kurang terbuka
- Menganggap segala sesuatu "baik-baik saja"
- Tuntutan dan ekspektasi tinggi
- Perkataan yang menyakitkan
- Ajaran yang tidak sesuai firman Tuhan
Kita seharusnya menyadari ada disfungsional dalam keluarga, tujuannya untuk merefleksikan kembali kondisi keluarga.
Matius 7 : 24 - 27
Setiap orang yang mendengar perkataan-Ku ini dan melakukannya. ia sama dengan orang yang bijaksana, yang mendirikan rumahnya di atas batu. Kemudian turunlah hujan dan datanglah banjir, lalu angin melanda rumah itu, tetapi rumah itu tidak rubuh sebab didirikan di atas batu. Tetapi setiap orang yang mendengar perkataan-Ku ini dan tidak melakukannya, ia sama dengan orang yang bodoh, yang mendirikan rumahnya di atas pasir. Kemudian turunlah hujan dan datanglah banjir, lalu angin melanda rumah itu. sehingga rubuhlah rumah itu dan hebatlah kerusakannya.
Tuhan ingin setiap anggota keluarga memiliki hubungan yang manis dengan Tuhan dan sesama anggota keluarganya.
Keluarga akan bertahan ditengah badai, apabila dibangun di atas kebenaran dan ketaatan pada Tuhan.
Tuga pilar sebuah keluarga yang tangguh diatas kebenaran, yaitu :
A. Christ Principals (Prinsip Kristus).
Mazmur 127 : 1a
Jikalau bukan Tuhan yang membangun rumah, sia-sialah usaha orang yang membangunnya.
Dalam membangun keluarga, kita memerlukan campur tangan Tuhan (prinsip yang benar).
Ulangan 6 : 7
Haruslah engkau mengajarkannya berulang-ulang kepada anak-anakmu dan membicarakannya apabila engkau duduk di rumahmu, apabila engkau sedang dalam perjalanan. apabila engkau berbaring dan apabila engkau bangun
Tuhan mempercayakan orang tua untuk mendidik anak-anaknya supaya hidup takut akan Tuhan dan mengasihi Tuhan. Sebab iman tidak hanya bagi orang tua saja, namun iman harus dibagikan kepada anak-anak, agar hidup anak-anak dapat berdampak.
B. Integrated Family
Memiliki kebiasaan yang baik dan benar, seperti membangun mezbah doa bersama, di mana dal itu menjadi tempat berkomunikasi dengan tetap fokus kepada Tuhan.
Keluarga juga perlu melakukan kegiatan bersama, seperti makan, jalan-jalan, dll.
Mazmur 133 : 1
Sungguh, alangkah baiknya dan indahnya, apabila saudara-saudara diam bersama dengan rukun !
Tuhan mau kita hidup bersama di dalam Keluarga. Sebab di dalam persatuan keluarga, ada kedamaian, kesatuan iman, dan ketaatan.
C. Acceptance
Dalam keluarga seharusnya saling menerima dalam setiap perbedaan.
Perbedaan dalam sebuah keluarga adalah hal yang wajar, tetapi penerimaan setiap anggota keluarga terhadap perbedaan tersebut akan menentukan keutuhan keluarga. Dan penerimaan haruslah didasari oleh kasih.
Efesus 6 : 1 - 3
Hal anak-anak, taatilah orang tuamu di dalam Tuhan, karena haruslah demikian. Hormatilah ayahmu dan ibumu - ini adalah suatu perintah yang penting, sepang nyata dari janji ini : supaya kamu berbahagia de jang umurmu di bumi.
Anak-anak di dalam keluarga dapat menjalankan perintah Tuhan dengan menaati dan menghormati orang tua.
Keluarga yang tangguh :
1. Menerapkan ajaran Kristus
2. Membangun hubungan melalui integrasi kehidupan keluarga
3. Menerima perbedaan setiap anggota keluarga
Melalui hal-hal ini Keluarga akan menjadi tempat yang aman dan nyaman.
Tuhan Yesus Memberkati