Hari ini kita akan belajar supaya kita tidak salah fokus ketika menerima panggilan Tuhan. Kita akan belajari dari kisah Musa.
Latar belakang Musa pada waktu menerima panggilan Tuhan :
1. Usia sudah sekitar 80 tahun
2. Pernah gagal
3. Hidup sebagai penggembala selama 40 tahun
Namun, Tuhan tidak melihat keterbatasan Musa, Justru dalam keterbatasan Musa, Allah tetap kepada rencana-Nya. "Aku akan mengutus engkau kepada Firaun”
Tiga kesalahan Musa :
1. Musa fokus kepada diri sendiri, sehingga meragukan identitasnya sendiri.
Keluaran 3 : 11
Tetapi Musa berkata kepada Allah : Siapakah aku ini, maka aku yang akan menghadap Firaun dan membawa orang Israel keluar dari Mesir ?
Menurut Musa, dirinya hanya :
• Aku cuma penggembala
• Aku pernah gagal
• Aku bukan pemimpin lagi
Keluaran 3 : 12
Lalu firman-Nya : Bukankah Aku akan menyertai engkau ? Inilah tanda bagimu, bahwa Aku yang mengutus engkau : apabila engkau telah membawa bangsa itu keluar dari Mesir, maka kamu akan beribadah kepada Allah di gunung ini.
Ketika fokus kita adalah “Siapa aku ?”, iman kita mengecil. Ketika fokus kita adalah “Siapa Tuhan ?”, keberanian kita bertumbuh.
2. Musa fokus pada kekurangan yang mengakibatkan dirinya meragukan kuasa Tuhan.
Keluaran 4 : 1
Lalu sahut Musa : Bagaimana jika mereka tidak percaya kepadaku dan tidak mendengarkan perkataanku, melainkan berkata : Tuhan tidak menampakkan diri kepadamu ?
Namun demikian Tuhan menyatakan kuasa-Nya kepada Musa :
• Tongkat menjadi ular
• Tangan menjadi kusta, lalu sembuh
• Air menjadi darah pada saat tulah terjadi
Orang yang terus menghitung kekurangannya tidak akan pernah melihat kuasa Tuhan yang besar.
3. Musa fokus pada kelemahan yang mengakibatkan dirinya hampir kehilangan kesempatan dari Tuhan.
Keluaran 4 : 10
Lalu kata Musa kepada Tuhan : Ah, Tuhan, aku ini tidak pandai bicara, dahulu pun tidak dan sejak Engkau berfirman kepada hamba-Mu pun tidak, sebab aku berat mulut dan berat lidah.
Keluaran 4 : 12
Oleh sebab itu, pergilah, Aku akan menyertai lidahmu dan mengajar engkau, apa yang harus kaukatakan.
Mental block menyebabkan kita tidak dapat memperlihatkan karya Tuhan bekerja dalam diri kita. Kita harus belajar bahwa Tuhan lebih besar dari kelemahan kita. Tuhan tidak menyangkal kelemahan Musa, tetapi Tuhan berkata : Aku lebih besar daripada kelemahanmu.
Keluaran 4 : 13 - 14a
Tetapi Musa berkata : Ah, Tuhan, utuslah kiranya siapa saja yang patut Kauutus. Maka bangkitlah murka Tuhan terhadap Musa.
Jangan sampai alasan yang kita sebut sebagai "rendah hati", ternyata hanyalah ketidakpercayaan kita kepada Tuhan. Serahkan seluruh kelemahan kita kepada Tuhan, buang semua gengsi kita, dan biar Tuhan yang beracara dan bertindak.
Tuhan tidak memanggil kita karena kita sempurna. Tuhan memanggil kita karena Dia sanggup menyempurnakan apa yang kurang dalam diri kita.
Tuhan Yesus Memberkati