GBI PRJ (CK7)
GBI PRJ (CK7)Praise Revival for Jesus
Giving

SAMPAI MAUT MEMISAHKAN

Pdt. Indarwanto Tarigan · Senin, 27 Februari 2023

Doa Fajar
Senin, 27 Februari 2023
Pk. 04:40 WIB
PDF Rangkuman “SAMPAI MAUT MEMISAHKAN” Pdt. Indarwanto Tarigan · Senin, 27 Februari 2023 Unduh PDF

Apa sesungguhnya hakikat pernikahan :

• Sebuah perjanjian ('covenant') dengan Allah. Perjanjian dengan Allah untuk menaati hukum-hukum-Nya. Arti kata dalam bahasa Inggris, yakni 'covenant' untuk bahasa aslinya yang dipakai dalam Alkitab memakai kata 'berit' artinya 'disembelih'. Dalam pernikahan, artinya rela berkorban. Jangan anggap enteng pernikahan kita, melainkan harus rela berkorban dan menaati firman supaya pernikahan kita berbahagia.

• Tiga pihak yang terlibat dalam pernikahan Kristen :
Tuhan, seorang pria, dan seorang wanita. Jangan bermain-main dengan pernikahan kita.

• Syarat perjanjian pernikahan Kristen yang sejati : Taat dan setia sampai mati atau maut yang memisahkan. Seperti Kristus mengasihi jemaat, demikian pula hendaknya seorang suami mengasihi istrinya, dan istri menghormati suaminya.


3 pilar pernikahan Kristen :

• Mengasihi Tuhan
Banyak pernikahan mungkin gagal karena tidak mengasihi Tuhan. Hanya orang yang mengasihi Dia dengan segenap hati, jiwa, dan akal budi, sehingga dapat mengenal Dia. Aktivitas rohani tidak menjamin seseorang sungguh-sungguh mengasihi Allah dan menuruti perintah-perintah-Nya.

Matius 22 : 37 
Jawab Yesus kepadanya : Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu.


• Mengasihi dan Mentaati

Suami mengasihi istri seperti Kristus mengasihi jemaat; istri menaati suami dalam Tuhan. Suami dan istri selayaknya sudah sama-sama mengenal dan hidup dalam Tuhan, dan Tuhan tinggal di dalam mereka, agar saling mengasihi dengan kasih-Nya. Sebab, kasih Allah itu kekal, sedangkan kasih manusia sering kali hanya sementara.

Efesus 5 : 22 - 25 
Kasih Kristus adalah dasar hidup suami isteri Hai isteri, tunduklah kepada suamimu seperti kepada Tuhan, karena suami adalah kepala isteri sama seperti Kristus adalah kepala jemaat. Dialah yang menyelamatkan tubuh. Karena itu sebagaimana jemaat tunduk kepada Kristus, demikian jugalah isteri kepada suami dalam segala sesuatu. Hai suami, kasihilah isterimu sebagaimana Kristus telah mengasihi jemaat dan telah menyerahkan diri-Nya baginya.

1 Yohanes 2 : 3 - 6
Dan inilah tandanya, bahwa kita mengenal Allah, yaitu jikalau kita menuruti perintah-perintah-Nya. Barangsiapa berkata : Aku mengenal Dia, tetapi ia tidak menuruti perintah-Nya, ia adalah seorang pendusta dan di dalamnya tidak ada kebenaran. Tetapi barangsiapa menuruti firman-Nya, di dalam orang itu sungguh sudah sempurna kasih Allah; dengan itulah kita ketahui, bahwa kita ada di dalam Dia. Barangsiapa mengatakan, bahwa ia ada di dalam Dia, ia wajib hidup sama seperti Kristus telah hidup.


•  Menjadi Satu

Dengan begitu, semestinya tidak ada lagi niatan perceraian dalam sebuah pernikahan Kristen.

Matius 19 : 6
Demikianlah mereka bukan lagi dua, melainkan satu. Karena itu, apa yang telah dipersatukan Allah, tidak boleh diceraikan manusia.

Masa berlakunya hukum pernikahan tersebut :

• Roma 7 : 2 - 3 
Sebab seorang isteri terikat oleh hukum kepada suaminya selama suaminya itu hidup. Akan tetapi apabila suaminya itu mati, bebaslah ia dari hukum yang mengikatnya kepada suaminya itu. Jadi selama suaminya hidup ia dianggap berzinah, kalau ia menjadi isteri laki-laki lain; tetapi jika suaminya telah mati, ia bebas dari hukum, sehingga ia bukanlah berzinah, kalau ia menjadi isteri laki-laki lain.

• 1 Korintus 7 : 39 - 40
Isteri terikat selama suaminya hidup. Kalau suaminya telah meninggal, ia bebas untuk kawin dengan siapa saja yang dikehendakinya, asal orang itu adalah seorang yang percaya. Tetapi menurut pendapatku, ia lebih berbahagia, kalau ia tetap tinggal dalam keadaannya. Dan aku berpendapat, bahwa aku juga mempunyai Roh Allah.

Kesimpulan :
1. Pernikahan adalah sebuah Perjanjian dengan Allah yang mengikat.

2. Perjanjian dalam pernikahan diikat dengan hukum Tuhan yang melibatkan 3 pihak dan tidak bisa dibatalkan oleh pihak manapun.

3. Ketaatan, kesetiaan hingga kematian adalah syarat perjanjian dengan Allah dalam sebuah pernikahan.

4. Perceraian tidak bisa membebaskan kita dari perjanjian hukum Tuhan, hanya kematian atau maut yang dapat membebaskan kita dari hukum Tuhan dalam pernikahan.

5. Risiko adanya roh maut yang ada pada orang-orang yang ingin menceraikan pasangan hidupnya dari Tuhan, sebab sesungguhnya sampai mautlah yang dapat memisahkan mereka. 

Karena itu, setialah kepada Tuhan dan pernikahan kita sampai maut memisahkan !

Tuhan Yesus Memberkati

No. Rekening Persembahan CK7

Mobile Apps

Semua kebutuhan ibadah GBI PRJ (CK7) dalam satu aplikasi — gratis untuk iOS dan Android.

  • Rangkuman KhotbahBaca ulang firman setiap ibadah
  • Renungan HarianDoa Fajar & renungan setiap pagi
  • Jadwal IbadahSemua cabang CK7 & event
  • PersembahanMemberi dengan mudah & aman
Aplikasi GBI PRJ (CK7) — Beranda Aplikasi GBI PRJ (CK7) — Khotbah Aplikasi GBI PRJ (CK7) — Alkitab Aplikasi GBI PRJ (CK7) — COOL