Injil adalah kabar baik tentang kasih Allah kepada manusia, bahwa Allah telah mendamaikan manusia dengan diri-Nya melalui Yesus Kristus yang telah mati, bangkit dan naik ke surga, bahkan akan kembali menjemput semua orang percaya. Kabar baik bukan mengenai promosi gereja kita, tapi tentang pribadi Yesus yang telah mengubahkan hidup lama kita yang penuh dosa, menjadi ciptaan baru di dalam Dia.
Kisah Para Rasul 20 : 21Aku senantiasa bersaksi kepada orang-orang Yahudi dan orang-orang Yunani, supaya mereka bertobat kepada Allah dan percaya kepada Tuhan kita, Yesus Kristus.
Kita dipanggil untuk bertobat dan bersaksi tentang iman kita kepada Yesus, dengan membagikan pengalaman pribadi kita tentang pertobatan dan iman kepada orang lain.
Siapa Yunus ?
Seorang nabi Tuhan yang dipanggil Tuhan melayani di Israel sebelah Utara (Samaria), ia ditugaskan Allah untuk memperingatkan Niniwe, bahwa penghukuman Tuhan akan turun atas kota itu, jika mereka tidak bertobat dari jalan-jalan mereka yang jahat.
Yunus 1 : 9Sahutnya kepada mereka : Äku seorang Ibrani; aku takut akan Tuhan, Allah yang empunya langit, yang telah menjadikan lautan dan daratan.
Bagaimana sikap Yunus ?
Yunus 1 : 3Tetapi Yunus bersiap untuk melarikan diri ke Tarsis, jauh dari hadapan TUHAN; ia pergi ke Yafo dan mendapat di sana sebuah kapal, yang akan berangkat ke Tarsis. Ia membayar biaya perjalanannya,lalu naik kapal itu untuk berlayar bersama-sama dengan mereka ke Tarsis, jauh dari hadapan TUHAN.
Sebagai nabi Tuhan, bukannya pergi taat kepada perintah Tuhan untuk memberitakan kabar baik kepada orang Niniwe, sebaliknya, Yunus berlawanan arah dan pergi menjauh ke arah Tarsis. Yunus memberontak dan marah karena ia tahu orang Asyur (Niniwe) adalah bangsa yang jahat yang tidak pantas diselamatkan. Yunus percaya bahwa keselamatan hanya milik Israel, umat Allah. Mengapa Tuhan peduli dengan bangsa yang jahat ? Untuk apa memperingati mereka akan datangnya penghukuman Tuhan ? Mengapa mereka diberi kesempatan bertobat ? Yunus tidak memahami isi hati Allah yang mengasihi dan memberi kesempatan yang sama kepada semua orang untuk mengenal kasih kasrunia-Nya. Meskipun demikian, Tuhan tetap mengasihi dan memakai Yunus serta menyertai dia.
Kadang Tuhan mengijinkan badai terjadi dalam hidup kita untuk membuat kita tersadar akan pelarian, kekuatiran atau kegalauan hati kita. Tapi Ikan besar itu sebagai bukti penyertaan Tuhan yang selalu ada, sekalipun kita di tengah badai.
Sikap seorang penginjil :
1. Melawan intimadasi dan keragu-raguan untuk memberitakan Injil.
Yunus 1 : 16Orang-orang itu menjadi sangat takut kepada TUHAN, lalu mempersembahkan korban sembelihan bagi TUHAN serta mengikrarkan nazar.
Jangan takut bersaksi tentang kebesaran Tuhan dalam hidupmu. Karena pengalaman hidupmu bersama Tuhan, bisa membawa sebuah kabar baik dan membuat orang lain menyaksikan kuasa Tuhan.
2. Berani mengakui dosa dan mau bertobat.
Yunus 2 : 1 - 2Berdoalah Yunus kepada TUHAN, Allahnya, dari dalam perut ikan itu, katanya : Dalam kesusahanku aku berseru kepada TUHAN, dan Ia menjawab aku, dari tengah-tengah dunia orang mati aku berteriak, dan Kaudengarkan suaraku.
Tuhan tahu kelemahanmu, tapi dia mau membuat kita menjadi sempurna dihadapan-Nya. Responi dengan sebuah pertobatan dan segera berjalan ke arah yang benar.
3. Menjaga hati, supaya tidak terhilang setelah memberitakan kabar baik
Yunus 4 : 2 - 3Dan berdoalah ia kepada Tuhan, katanya : Ya Tuhan, bukankah telah kukatakan itu, ketika aku masih di negeriku ?Itulah sebabnya, maka aku dahulu melarikan diri ke Tarsis, sebab aku tahu, bahwa Engkaulah Allah yang pengasih dan penyayang, yang panjang sabar dan berlimpah kasih setia serta yang menyesal karena malapetaka yang hendak didatangkan-Nya. Jadi sekarang, ya Tuhan, cabutlah kiranya nyawaku, karena lebih baik aku mati dari pada hidup.
Dalam menyelesaikan misi memberitakan kabar baik, karakter kita dibentuk melalui sebuah perjuangan (Ketaatan, kesetiaan dan kerendahan hati). Tidak memegahkan diri setelah berhasil menjalankan pekerjaan dari Tuhan.
1 Korintus 9 : 16Karena jika aku memberitakan Injil, aku tidak mempunyai alasan untuk memegahkan diri. Sebab itu adalah keharusan bagiku. Celakalah aku, jika aku tidak memberitakan injil.
Jangan takut dan gentar, tetap beritakan Injil kasih karunia kepada siapa saja yang kita jumpai melalui hidup kita yang telah diubahkan dan keselamatan melalui Kristus Yesus diterima dan dialami oleh banyak orang.
Tuhan Yesus Memberkati