Langkah pertama kita setiap hari adalah bangun dari tidur. Semestinya kita bangun dari hal yang nyaman, tanpa ada alasan yang ujung-ujungnya adalah kesia-sian
Saat ini kita belajar dari satu tokoh Alkitab yaitu nabi Nehemia.
Nehemia 1 : 11b
Ketika itu aku ini juru minuman raja.
Sedikit mengenal Nabi Nehemia sebagai juru minum raja yang memiliki integritas dan setia, dia memiliki kecerdasan dan tidak boleh kompromi dengan sekelilingnya, karena ia sebagai ring satu kerajaan.
Nehemia 1 : 4
Ketika kudengar berita ini, duduklah aku menangis dan berkabung selama beberapa hari. Aku berpuasa dan berdoa ke hadirat Allah semesta langit.
Nehemia mendapati kenyataan tentang keadaan bangsanya, tembok Bait Suci sudah roboh. Lalu ia bertanya kepada Tuhan mengenai hal itu.
Seringkali apa yang tidak menghancurkanmu, tidak akan mengubahmu secara utuh. Seperti Nabi Nehemia sujud di kaki Tuhan, mampu mengubahkan pergumulan yang ia hadapi.
Nehemia 4 : 1
Ketika Sanbalat mendengar, bahwa kami sedang membangun kembali tembok, bangkitlah amarahnya dan ia sangat sakit hati. Ia mengolok-olokkan orang Yahudi.
Selalu akan ada orang yang menjadi penghalang yang akan membandingkan pencapaian hidup kita dengan orang lain, tapi ingatlah selalu akan penyertaan Tuhan.
Nehemia 4 : 17
Orang-orang yang memikul dan mengangkut melakukan pekerjaannya dengan satu tangan dan dengan tangan yang lain mereka memegang senjata.
Peganglah “pedang “dan “sekop” sebagai tindakan melakukan yang terbaik yang bisa kita lakukan dan jangan lupa pegang Firman Tuhan.
Setiap orang harus jadi pelita, kita harus 100% bekerja dan 100% pegang Firman Tuhan. Bangun hubungan kita dengan Tuhan, janganlah kerajinan kita kendor tapi harus menyala-nyala dan layanilah Tuhan. Karena ada aliran Roh Kudus dalam kehidupan kita, sambil terus berjaga-jaga, maka kita akan menjadi berkat dari hidup kita.
Turn your worry into worship.
Ubah kekuatiran kita menjadi pujian. Pilih berdoa dan berkabung untuk melangkah keluar dari zona nyaman. Hidup bukanlah perlombaan, tapi semua karena kasih karunia Tuhan. Bukan karena kita baik, tapi karena kasih karunia Tuhan.
Tuhan Yesus Memberkati