Memasuki tahun 2024, adakah penyesalan pada waktu yang lalu, pada apa yang telah kita lalui? Seharusnya, tidak ada yang kita sesali, dan tidak ada yang kita tunda ke depannya. Sama halnya dengan bangsa Israel, yang menunda masuk ke Tanah Kanaan.
Ulangan 2:3
Telah cukup lamanya kamu berjalan keliling pegunungan ini, beloklah sekarang ke utara.
Bangsa Israel selama 40 tahun berkeliling-keliling saja di padang gurun, semua hanya karena mereka takut dan tidak percaya kepada Tuhan dalam membawa mereka masuk ke Tanah Perjanjian.
Sampai akhirnya, Tuhan berkata cukup dan berbeloklah. Tuhan mendesak bangsa Israel untuk menghadapi ketakutan mereka.
Tuhan memiliki kebiasaan selalu mendesak ke depan (masa depan kita), tetapi manusia memiliki kebiasaan menunda (selalu melihat ke belakang), dan Iblis selalu tertarik membuat manusia menunda-nunda setiap rancangan Tuhan bagi hidup mereka.
Kekhawatiran manusia juga keluar lewat perkataan yang sia-sia, menjadikan destiny Tuhan sering tertunda juga bagi kita untuk mencapai masa depan. Akibatnya, kesempatan yang sudah ada di depan mata bisa hilang. Padahal, destiny Allah bekerja sesuai waktu.
Iblis tidak menyerang masa lalu kita, tetapi Iblis menjebak kita dalam penundaan karena tertarik pada masa depan kita!
Karena itu, bertobatlah! Lakukan hal yang benar. Ada dua hal penting: jangan lupa semua hal yang kita lakukan harus tepat dan benar; dan itu semua harus sesuai intervensi Tuhan.
Mari, jangan ada lagi yang ditunda (memaafkan, bekerja, belajar, melayani, dan hal baik lainnya). Stop delay. Perhatikan dengan saksama bagaimana cara kita hidup, selesaikan pekerjaan Dia yang mengutus kita, sehingga tidak ada penyesalan saat Tuhan Yesus datang kembali.
Tuhan Yesus Memberkati