Banyak orang ketika meninggal nanti ingin pergi ke Surga. Tuhan sudah memberikan kita Surga pada saat di bumi, yaitu keluarga.
Ada sebuah issue di negara maju, bahwa pasangan yang menikah memutuskan untuk tidak memiliki anak, Inilah disebutkan Childfree Issue.
Alasan menjadi Childfree Generation, yaitu :
• Keuangan
Di negara maju kebutuhan hidup tinggi, walaupun sudah ditunjang oleh pemerintah.
• Self Love
Merasa terganggu kesehatan mental. Sibuk mengurus anak, maka orangtua merasa berkurang perhatian terhadap diri sendiri.
• Freedom
Merasa terganggu, misalnya tidak dapat melakukan traveling saat anak masih usia dibawah 5 tahun.
Bahaya menjadi Childfree Generation :
• Populasi
Terjadi kekurangan populasi secara drastis dalam sebuah negara.
• Tidak menjadi manusia seutuhnya
Ingat Tuhan Yesus berada dalam keluarga, juga Abraham, dan Yusuf. Dengan berada dalam sebuah keluarga menjadikan kita sebagai manusia seutuhnya.
• Unlimited Joy
Ada kebahagiaan khusus dalam mengalami proses anak-anak bertumbuh.
• Tidak Ada Penerus
Mari kita lihat tokoh dalam Alkitab, yaitu Hana. Kita melihat kisah Hanna dalam 1 Samuel 1.
Asal mula cerita Samuel di Alkitab, sebagai berikut :
- The Triangle Drama
Dalam hal bersifat segitiga dalam kehidupan (triangle drama) harus dipikirkan ulang, misal cinta segitiga, pernikahan segitiga (1 suami dengan 2 istri, dan sebaliknya) hal ini tidak akan berakhir dengan baik.
Dalam kisah 1 Samuel 1 ada seorang bernama Elkana memiliki 2 istri yaitu Hanna dan Penina. Hanna tidak memiliki anak selama 19 tahun, ia senantiasa menangis. Penina memiliki 2 anak. Hanna merasa tertekan oleh Penina. Pada waktu mereka melakukan ibadah dan mempersembahkan korban di Silo, dipimpin oleh imam Eli. Pada saat itu Hanna selalu berdoa.
- The Power of Pray
Hanna datang ke Silo untuk berdoa hanya menggerakkan bibir (berdoa dalam hati).
- The Promise of Faith
Dalam doa ini, ada kuasa yang bekerja. Lalu ia melahirkan anak bernama Samuel yang diserahkan kepada imam Eli sesuai janji Hanna kepada Tuhan.
Dalam kisah ini ada 3 pesan moral :
1. Nazar - Hanna
Dengan nazar, ia menjaga keluarga yang Tuhan percayakan. Hanna menunggu jawaban doa selama 19 tahun sampai memiliki anak.
Amsal 3 : 5
Percayalah kepada Tuhan dengan segenap hatimu, dan janganlah bersandar kepada pengertianmu.
2. Didikan - Eli
Mendidik anak supaya memiliki karakter seperti Kristus. Orang tua adalah wakil Tuhan di dalam keluarga. Eli berhasil mendidik Samuel (1 Samuel 3). Ia mendidik Samuel dalam kedekatan sampai Samuel mampu mendengarkan dan mengenali suara Tuhan.
Amsal 22 : 6
Didiklah orang muda menurut jalan yang patut baginya, maka pada masa tuanya pun ia tidak akan menyimpang daripada jalan itu.
3. Penyertaan - Tuhan
Anak membutuhkan waktu dan perhatian kita. Sejak Samuel mendengar suara Tuhan, ia terus mengalami bimbingan Tuhan.
Amsal 11 : 29
Siapa yang mengacaukan rumah tangganya akan menangkap angin; orang bodoh akan menjadi budak orang bijak.
God - Family - Work Balance.
Ini adalah sebuah konsep, dimana mengutamakan keseimbangan.
Quotes Of The Day :
Seorang pria harus bekerja keras menghidupi keluarga, tapi jangan lupakan melayani Tuhan dan memberikan waktu bersama istri dan anak-anak, karena dengan keberadaan mereka semua, barulah kita merasakan Surga di Bumi.
Matius 18 : 20
Sebab di mana dua atau tiga orang berkumpul dalam nama-Ku, di situ Aku ada di tengah-tengah mereka.
Tuhan Yesus Memberkati