Semua hal dapat diprediksi, termasuk cuaca, badai, dan badai ekonomi. Badai dalam pernikahan juga bisa diprediksi. Itu sebabnya perlu persiapan, agar ketika masuk dalam kehidupan pernikahan tidak terkaget-kaget.
Kita perlu berhati-hati ketika mendengar firman Tuhan. Kita harus memperhatikan dengan sungguh-sungguh, sehingga kita bisa mempraktekannya tanpa ada yang terlewati. Tahun 2025 adalah Tahun Penuaian. Jika kita mengerti, maka apapun situasi yang kita alami, kita akan tetap menuai. Orang yang mengandalkan Tuhan tidak akan dikecewakan. Kita harus percaya bahwa kita akan mengalami penuaian secara materi, rohani dan jiwa-jiwa.
Penyembahan berhala adalah dosa yang dilakukan berulang kali oleh bangsa Israel. Penyembahan berhala adalah ibu dari segala dosa, karena tidak lagi menomorsatukan Tuhan. Karena dosa ini, maka bangsa Isarel dipindahkan dari Yerusalem ke Babel selama 70 tahun lamanya. Bangsa Israel berdoa dan menangis meminta pengampunan kepada Tuhan. Hampir tidak ada harapan untuk mendapatkan pengampunan. Tetapi karena kasih dan kebaikan Tuhan, maka bangsa Israel dibawa kembali ke Yerusalem.
Mazmur 126 : 5 - 6Orang-orang yang menabur dengan mencucurkan air mata, akan menuai dengan bersorak-sorai. Orang yang berjalan maju dengan menangis sambil menabur benih, pasti pulang dengan sorak-sorai sambil membawa berkas-berkasnya.
Galatia 6 : 7 - 9Jangan sesat ! Allah tidak membiarkan diri-Nya dipermainkan. Karena apa yang ditabur orang, itu juga yang akan dituainya. Sebab barangsiapa menabur dalam dagingnya, ia akan menuai kebinasaan dari dagingnya, tetapi barangsiapa menabur dalam Roh, ia akan menuai hidup yang kekal dari Roh itu. Janganlah kita jemu-jemu berbuat baik, karena apabila sudah datang waktunya, kita akan menuai, jika kita tidak menjadi lemah.
Kita harus menabur. Karena, tidak ada tuaian jika kita tidak menabur. Tuhan ingin kita belajar akan beberapa hal :
1. Hukum Tabur-tuai
Hukum tabur tuai berbicara tentang apa yang kita tabur, itulah yang akan kita tuai. Kita tidak percaya kepada hukum karma. Karena hukum karma adalah hukum reinkarnasi (ketika sudah mati, maka akan hidup lagi).
Kita harus percaya bahwa apa yang terjadi, bukan karena kekuatan kita. Kita menjadi orang baik, karena Tuhan lebih dahulu baik kepada kita. Kita bisa menabur kasih, karena Tuhan sudah lebih dahulu mengasihi kita. Tidak ada satupun perintah Tuhan yang berat. Semua kembali kepada kita, apakah kita mau melakukannya atau tidak. Menabur bukan hanya tentang uang, tetapi tentang kasih, waktu, dan perkataan-perkataan yang membangun.
Galatia 6 : 8Sebab barangsiapa menabur dalam dagingnya, ia akan menuai kebinasaan dari dagingnya, tetapi barangsiapa menabur dalam Roh, ia akan menuai hidup yang kekal dari Roh itu.
2. Dua jenis taburan
Tuhan mau setiap kita menuai keluarga yang dipulihkan. Ketika menabur dengan cucuran air mata, kita pasti akan menuai dengan bersorak-sorai. Ketika kita menabur, kita sedang berbuat baik untuk diri sendiri. Karena kita akan menjadi orang pertama yang menikmati hasilnya. Ketika kita menabur, menaburlah karena kita mengasihi Tuhan.
Pengkhotbah 11 : 4Siapa senantiasa memperhatikan angin tidak akan menabur; dan siapa senantiasa melihat awan tidak akan menuai.
2 Timotius 2 : 6Seorang petani yang bekerja keras haruslah yang pertama menikmati hasil usahanya.
Ada dua jenis taburan : menabur dalam daging dan menabur dalam Roh. Orang yang menabur dalam daging akan menuai kebinasaan. Menabur dalam daging adalah keegoisan dan penyembahan berhala. Taburan kedua adalah taburan dalam Roh, yang akan mengasilkan hidup yang kekal.
Amsal 22 : 6Didiklah orang muda menurut jalan yang patut baginya, maka pada masa tuanyapun ia tidak akan menyimpang dari pada jalan itu.
Alkitab mengajarkan kita untuk terus berbuat baik, meskipun kita dimanfaatkan. Ingatlah, bahwa kita ini adalah garam dunia. Semua orang membutuhkan garam. Setelah digunakan, maka garam itu akan dilupakan. Biarlah orang-orang yang memanfaatkan kita itu menjadi urusan Tuhan.
Galatia 6 : 9Janganlah kita jemu-jemu berbuat baik, karena apabila sudah datang waktunya, kita akan menuai, jika kita tidak menjadi lemah.
3. Tetaplah menabur
Bagaimana kita merawat apa yang kita tabur ? Yaitu dengan kesabaran. Kesabaran sangat dibutuhkan dalam masa menunggu tuaian.
Yakobus 5 : 7Karena itu, saudara-saudara, bersabarlah sampai kepada kedatangan Tuhan ! Sesungguhnya petani menantikan hasil yang berharga dari tanahnya dan ia sabar sampai telah turun hujan musim gugur dan hujan musim semi.
Tahun 2025 adalah Tahun Penuaian. Marilah kita menabur dalam iman dan kebaikan. Rawatlah dengan kesabaran dan ketekunan. Maka kita akan menuai berkat dan pemulihan dari Tuhan pada waktunya.
Tuhan Yesus Memberkati