1 Samuel 17 : 9 - 10
(9) Jika ia dapat berperang melawan aku dan mengalahkan aku, maka kami akan menjadi hambamu; tetapi jika aku dapat mengungguli dia dan mengalahkannya, maka kamu akan menjadi hamba kami dan takluk kepada kami.
(10) Pula kata orang Filistin itu : Aku menantang hari ini barisan Israel; berikanlah kepadaku seorang, supaya kami berperang seorang lawan seorang.
Mengapa kita bisa diintimidasi ?
Sebabnya adalah karena - Tidak sadar ! Bangsa Israel tidak sadar ada Tuhan yang lebih besar dari Goliat. Vokus mereka kepada Goliat (masalah, intimidasi) bukan kepada Tuhan, sehingga mereka menjadi takut.
1 Samuel 17 : 23 - 24 (TB)
Sedang ia berbicara dengan mereka, tampillah maju pendekar itu. Namanya Goliat, orang Filistin dari Gat, dari barisan orang Filistin. Ia mengucapkan kata-kata yang tadi juga, dan Daud mendengarnya. Ketika semua orang Israel melihat orang itu, larilah mereka dari padanya dengan sangat ketakutan.
Bentuk Intimidasi : Kamu tidak mampu !
Intimidasi ini datang dari Saul yang tidak yakin akan kemampuan Daud karena latar belakangnya dan usianya yang masih muda. Intimidasi lainnya datang dari kakak-kakaknya yang adalah prajurit Israel yang sudah terlatih. Intimidasi bisa datang dari mana saja, termasuk dari diri kita sendiri.
1 Samuel 17 : 33
Tetapi Saul berkata kepada Daud : Tidak mungkin engkau dapat menghadapi orang Filistin itu untuk melawan dia, sebab engkau masih muda, sedang dia sejak dari masa mudanya telah menjadi prajurit.
Daud dianggap tidak mampu oleh semua orang di tempat itu bahkan oleh saudaranya.
Mengatasi Intimidasi :
1. Sadar kemampuan yang Tuhan berikan.
1 Samuel 17 : 36
Baik singa maupun beruang telah dihajar oleh hambamu ini. Dan orang Filistin yang tidak bersunat itu, ia akan sama seperti salah satu dari pada binatang itu, karena ia telah mencemooh barisan dari pada Allah yang hidup.
Kemampuan yang Tuhan berikan adalah tanggung jawab yang Tuhan berikan untuk kita pergunakan dan kembangkan. Daud menyadari bahwa Tuhan telah memperlengkapi dirinya dalam menjalankan pekerjaan, ketrampilan, keberanian dan menang atas ancaman.
2. Jadi Diri Sendiri
1 Samuel 17 : 38 - 39
Lalu Saul mengenakan baju perangnya kepada Daud, ditaruhnya ketopong tembaga di kepalanya dan dikenakannya baju zirah kepadanya. Lalu Daud mengikatkan pedangnya di luar baju perangnya, kemudian ia berikhtiar berjalan, sebab belum pernah dicobanya. Maka berkatalah Daud kepada Saul : Aku tidak dapat berjalan dengan memakai ini, sebab belum pernah aku mencobanya. Kemudian ia menanggalkannya.
Daud tidak memakai pakaian perang orang lain (Saul), hal itu tidak cocok dengan dirinya. Dan dengan tidak memakai baju perang, Daud menantang Goliat. Bagi Daud, berperang bersama Tuhan jauh lebih penting dari pada baju zirah perang.
Saya memutuskan untuk bersyukur, bukannya marah, atas keadaan diri sendiri ! Saya juga berharap, suatu saat bisa menjadi seperti pria luar biasa itu-yakni bisa menolong dan menginspirasi banyak orang ! (Nick Vudicic)
Menang atas Intimidasi
1 Samuel 17 : 50
Demikianlah Daud mengalahkan orang Filistin itu dengan umban dan batu; ia mengalahkan orang Filistin itu dan membunuhnya, tanpa pedang di tangan.
Dalam hal ini kemenangan Tuhan lewat Daud sebagai alatnya Tuhan.
Tuhan Yesus Memberkati