Efesus 4 : 14 - 16
Sehingga kita bukan lagi anak-anak, yang diombang-ambingkan oleh rupa-rupa angin pengajaran, oleh permainan palsu manusia dalam kelicikan mereka yang menyesatkan, Tetapi dengan teguh berpegang kepada kebenaran di dalam kasih kita bertumbuh di dalam segala hal ke arah Dia, Kristus, yang adalah Kepala. Dari pada-Nyalah seluruh tubuh, yang rapih tersusun dan diikat menjadi satu oleh pelayanan semua bagiannya, sesuai dengan kadar pekerjaan.
Menjadi tua adalah pasti, menjadi dewasa adalah sebuah pilihan. Kita sering mengukur kedewasaan rohani seseorang dari sikap melayani dengan rajin, rajin ibadah, sehingga harapan kita terhadap mereka cukup tinggi. Namun, apa yang terjadi ? Kiita sering menghadapi hal kebalikannya sehingga menimbulkan kekecewaan kepada seseorang yang berdampak meninggalkan gereja dan meninggalkan Tuhan.
Mengukur kedewasaan fisik lebih mudah, dimana dapat dilihat dari usia, dari ukuran tubuh, dst.
Namun dewasa rohani erat berhubungan dengan karakter seseorang kepada Kristus.
3 Tanda Dewasa Rohani seperti Rasul Paulus katakan, sebagai berikut :
1. Bukan anak-anak lagi.
Ay. 14a, "Sehingga kita bukan lagi anak-anak.."
Ciri-ciri karakter seorang anak pada umumnya :
1. Selalu meminta dan menuntut.
2. Tidak memiliki mental untuk menjadi berkat.
Itulah ciri-ciri anak-anak yang belum dewasa.
Tuhan mau kita memiliki iman seperti anak kecil, namun tidak bersikap kekanak-kanakan, yaitu salah satunya tidak bertanggung jawab, egois, dan emosional. Perlu mengembangkan iman seperti anak-anak yang selalu bergantung kepada orang tua.
1 Korintus 13 : 11
Ketika aku kanak-kanak, aku berkata-kata seperti kanak-kanak, aku merasa seperti kanak-kanak, aku berpikir seperti kanak-kanak. Sekarang sesudah aku menjadi dewasa, aku meninggalkan sifat kanak-kanak itu.
2. Berakar dalam kebenaran
Ay. 15, "Tetapi dengan teguh berpegang kepada kebenaran di dalam kasih ... "
2 Petrus 1 : 16
Sebab kami tidak mengikuti dongeng-dongeng isapan jempol manusia, ketika kami memberitahukan kepadamu kuasa dan kedatangan Tuhan kita, Yesus Kristus sebagai raja, tetapi kami adalah saksi mata dari kebesaran-Nya.
Menurut KBBI, kata dongeng artinya cerita, perkataan yang tidak benar.
Orang percaya yang kurang mempercayai firman Tuhan hanya akan menyukai dongeng. Ia hanya menyukai hal-hal yang menyenangkan telinganya, yaitu hanya menyukai khotbah yang menyenangkan telinganya atau khobah yang ringan. Mereka menjadi jauh dari pertumbuhan iman.
2 Timotius 4 : 4
Mereka akan memalingkan telinganya dari kebenaran dan membukanya bagi dongeng.
Kita perlu bersyukur, kita dapat bertumbuh menjadi dewasa rohani dengan terus mengenal kebenaran firman Tuhan dan berakar didalam-Nya lewat Bible Study dalam gereja CK7 ini.
3. Unity
Ay.16, "rapih tersusun dan diikat menjadi satu oleh pelayanan semua bagiannya, sesuai dengan kadar pekerjaan tiap-tiap anggota.."
Satu ekor belalang ukurannya kecil, dan lemah bahkan sering terabaikan. Saat belalang dalam jumlah besar bergerombol dalam sebuah lokasi akan menjadi kekuatan besar, menjadi hama atau bencana karena sungguh besar kekuatannya.
Demikian kita orang percaya harus memiliki unity atau kesatuan sebagai anak-anak Tuhan, maka akan menjadi kekuatan yang besar dalam keluarga, pekerjaan, pelayanan dalam sebuah gereja. Penting kita berada dalam komunitas, yaitu Cool.
Kesatuan itu akan menghasilkan kekuatan akselerasi yang dahsyat. Kekuatan yang tidak mudah dipatahkan oleh apa pun juga, dan ini berlaku dalam seluruh aspek kehidupan kita, dalam keluarga, pekerjaan bahkan dalam pelayanan sekalipun. Kita perlu bergabung dalam komunitas gereja. Menjadi dewasa rohani bukanlah melakukan hal-hal sendiri.
Dewasa rohani merupakan proses yang yerus berjalan. Dewasa rohani perlu Keputusan dan komitmen.
Jagalah iman supaya dapat bertumbuh dalam Tahun Paradigma Yang Baru.
1 Korintus 1 : 10
Tetapi aku menasihatkan kamu, saudara-saudara, demi nama Tuhan kita Yesus Kristus, supaya kamu seia sekata dan jangan ada perpecahan di antara kamu, tetapi sebaliknya supaya kamu erat bersatu dan sehati sepikir.
Tuhan Yesus Memberkati