Statistik sosial untuk 2 generasi yang berkesinambungan antara Generasi Milenial (1981-1999) dan Generasi Baby Boomer (1946-1965)
Ternyata tingkat perceraian yang terjadi di kalangan generasi Baby Boomer adalah tertinggi. Ini menyebabkan :
1. Generasi milenial banyak yang bertumbuh di kondisi keluarga yang tidak harmonis.
2. Generasi milenial banyak mempertanyakan tentang esensi pernikahan.
3. Generasi milenial banyak mempertanyakan iman mereka kepada Kristus.
95% dari orang yang konseling, bisa ditelusuri benang merah, bahwa ada masalah pada peran orang tua, khususnya Ayah.
Dua prinsip rohani yang berkaitan dengan janji pernikahan kita dengan pasangan kita.
Matius 19 : 5 - 6
Dan firman-Nya : Sebab itu laki-laki akan meninggalkan ayah dan ibunya dan bersatu dengan isterinya, sehingga keduanya itu menjadi satu daging. Demikianlah mereka bukan lagi dua, melainkan satu. Karena itu, apa yang telah dipersatukan Allah, tidak boleh diceraikan manusia.
1. Prinsip rohani pertama, secara Alkitabiah, Tuhan memberikan kita pasangan supaya menjadi satu. Seringkali yang terjadi adalah adanya pihak ketiga yang ada di tengah-tengah persatuan ini. Pihak ketiga disini misalnya orang ketiga yang terlibat asmara (perselingkuhan), anak kita, dan mertua (keluarga besar) kita.
2. Prinsip rohani kedua yang perlu kita ingat bahwa suami istri adalah teman pewaris dari kasih karunia. Demikianlah juga kamu, hai isteri-isteri, tunduklah kepada suamimu.
We are a team ! Ini yang harus kita ingat, bahwa suami istri merupakan satu tim untuk menggapai kemenangan bersama. Jangan sampai suami istri, setiap hari berkelahi perihal hal-hal kecil, apalagi mulai menggunakan kata-kata yang kasar, merendahkan atau bahkan bermain fisik.
1 Petrus 3 : 1 & 7
Demikian juga kamu, hai isteri-isteri, tunduklah kepada suamimu, supaya jika ada di antara mereka yang tidak taat kepada Firman, mereka juga tanpa perkataan dimenangkan oleh kelakuan isterinya. Demikian juga kamu, hai suami-suami, hiduplah bijaksana dengan isterimu, sebagai kaum yang lebih lemah ! Hormatilah mereka sebagai teman pewaris dari kasih karunia, yaitu kehidupan, supaya doamu jangan terhalang.
Bagaimana caranya supaya kita bisa menjadi team yang baik ?
Efesus 4 : 2
Hendaklah kamu selalu rendah hati, lemah lembut, dan sabar. Tunjukkanlah kasihmu dalam hal saling membantu.
1. Rendah hati
• Apakah kita sudah menyerahkan keinginan kita di bawah kehendakTuhan atas pernikahan kita ?
• Apakah kita mau, demi kesatuan hati melayani pasangan kita, memprioritaskan kepentingannya di atas kepentingan kita ?
2. Lemah lembut
• Apakah kita suka berdebat dengan pasangan kita ?
• Apakah kita mudah tersinggung pada saat rencana (keputusan) kita dipertanyakan ?
• Apa reaksi pertama pada saat pasangan kita berbuat salah kepada kita ?
3. Sabar
• Apa kita sabar menunggu pasangan kita berubah ?
• Apakah para suami ikut sabar dalam mengurus anak yang menyita waktu dan tenaga ?
• Apakah kita sabar pada musim berikutnya, pada saat waktu bersama menjadi berkurang ?
4. Saling membantu
• Apakah kita sudah berfungsi sebagai ibu dan ayah yang membawa generasi berikutnya kepada Kristus ?
• Apakah kita terlalu sibuk dengan teman kita, sehingga pasangan kta ditelantarkan ?
• Membesarkan anak adalah kehormatan yang luar biasa.
Tuhan Yesus Memberkati