Dalam keluarga, pekerjaan, pelayanan, komunitas, dan lainnya, tentu tidak luput dari yang namanya konflik, masalah ataupun berbagai hal yang tidak baik oleh karena perbuatan dan kesalahan yang dilakukan oleh seseorang, entah secara sadar atau tidak, dan kita perlu melakukan pemberesan dengan memberi nasihat atau teguran kepadanya.
Sesungguhnya, nasihat ataupun teguran itu sendiri merupakan sesuatu yang positif dan kita memerlukannya. Sebagai pihak yang menerima teguran sebaiknya menerima serta merespons dengan baik agar terjadi pemulihan hubungan dan hidup semakin benar, bukannya menjadi orang yang bebal atau membenarkan diri karena merasa yang paling benar.
Matius 18 : 15 - 17
Tentang menasihati sesama saudara Apabila saudaramu berbuat dosa, tegorlah dia di bawah empat mata. Jika ia mendengarkan nasihatmu engkau telah mendapatnya kembali. Jika ia tidak mendengarkan engkau, bawalah seorang atau dua orang lagi, supaya atas keterangan dua atau tiga orang saksi, perkara itu tidak disangsikan. Jika ia tidak mau mendengarkan mereka, sampaikanlah soalnya kepada jemaat. Dan jika ia tidak mau juga mendengarkan jemaat, pandanglah dia sebagai seorang yang tidak mengenal Allah atau seorang pemungut cukai.
Nasihat adalah ajaran atau pelajaran baik berupa anjuran, petunjuk, peringatan, atau teguran yang baik.
Sementara itu, kata dalam bahasa Yunani yang berkaitan dengan kata ‘nasihat’ dalam konteks dorongan, desakan, atau penghiburan adalah ‘parakaleo’ (παρακαλέω). Makna kata ‘parakaleo’ ialah :
• Memanggil ke sisi seseorang
• Menasihati dan mendorong
• Menghibur
• Memohon dan menguatkan
• Memberikan instruksi
Di dalam firman Tuhan, Yesus menguraikan cara mendisiplinkan atau menerima kembali seorang saudara Kristen yang berbuat dosa kepada seorang anggota lain di dalam gereja. Mengabaikan ajaran Kristus ini berarti berkompromi secara rohani dan akhirnya mengakibatkan kehancuran kepada gereja sebagai umat Allah yang kudus.
Tahapan atau langkah praktis dalam memberi nasihat dan teguran kepada seseorang yang melakukan dosa atau berbuat salah seperti yang diajarkan Tuhan Yesus :
1. Menegur secara pribadi; memulihkan hubungan; dan berhasil mendapatkan kembali (ayat 15).
Galatia 6 : 1
Saudara-saudara, kalaupun seorang kedapatan melakukan suatu pelanggaran, maka kamu yang rohani, harus memimpin orang itu ke jalan yang benar dalam roh lemah lembut, sambil menjaga dirimu sendiri, supaya kamu juga jangan kena pencobaan.
2. Menjaga keadilan dan kebenaran. Bukan untuk mempermalukan, tetapi sebagai bentuk konfirmasi kebenaran (ayat 16).
1 Timotius 5 : 19
Janganlah engkau menerima tuduhan atas seorang penatua kecuali kalau didukung dua atau tiga orang saksi.
3. Jemaat adalah komunitas orang percaya. Jika seseorang yang bersalah tetap keras hati, maka orang itu diperlakukan sebagai orang di luar persekutuan, bukan dalam arti dibenci, tetapi disadari bahwa ia sedang berada di luar kehendak Tuhan (ayat 17).
Roma 16 : 17
Tetapi aku menasihatkan kamu, saudara-saudara, supaya kamu waspada terhadap mereka, yang bertentangan dengan pengajaran yang telah kamu terima, menimbulkan perpecahan dan godaan. Sebab itu hindarilah mereka!
Prinsip yang utama dalam memberi nasihat merupakan restorasi dan bukannya semata-mata penghukuman. Kita yang memberikan nasihat atau teguran harus menjaga hati dan diri kita sendiri supaya tidak jatuh dalam dosa atau menyerah terhadap pencobaan.
Tuhan ingin kita menasihati dengan kasih dan kerendahan hati dengan tujuan supaya orang itu kembali ke jalan yang benar, yaitu cara hidup yang sesuai dengan firman Tuhan.
Memberi nasihat dengan kasih juga berarti :
• Nasihat atau teguran bukan untuk menjatuhkan, menghakimi, atau menghancurkan seseorang, tetapi menyelamatkan hidup seseorang, dan menjaga kemurnian dari komunitas.
• Memberikan nasihat ataupun teguran harus mengikuti langkah yang sesuai dengan prinsip firman Tuhan, yaitu di dalam kasih dan kebenaran.
• Dengan adanya nasihat serta teguran dalam komunitas, berarti melaksanakan tanggung jawab yang Tuhan berikan atas kita sebagai anggota komunitas, baik pemimpin maupun anggota.
Kasih tidak menutupi dosa dengan membiarkannya, tetapi dengan berani menegur dalam kerendahan hati dan kasih. (John Stott)
Tuhan Yesus Memberkati