Saat hubungan kita terputus dengan Tuhan, ibarat seorang memiliki handphone namun tidak menemukan signal, apa yang akan kita lakukan ? Mari kita temukan jawabannya dalam kisah berikut.
Perumpamaan anak yang hilang.
1. Sementara
Lukas 15 : 13 - 14
Beberapa hari kemudian anak bungsu itu menjual seluruh bagiannya itu lalu pergi ke negeri yang jauh. Di sana ia memboroskan harta miliknya itu dengan hidup berfoya-foya. Setelah dihabiskannya semuanya, timbullah bencana kelaparan di dalam negeri itu dan ia pun mulai melarat.
Saat kita menjauh dari Tuhan, maka saat itu juga hubungan kita dengan Tuhan bermasalah. Mungkin kita bisa "lepas" dari Tuhan untuk mencari kenikmatan dunia, tapi itu sifatnya sementara. Di luar Tuhan tidak ada yang abadi.
2. Kehilangan status
Lukas 15 : 15 - 17
Lalu ia pergi dan bekerja pada seorang majikan di negeri itu. Orang itu menyuruhnya ke ladang untuk menjaga babinya. Lalu ia ingin mengisi perutnya dengan ampas yang menjadi makanan babi itu, tetapi tidak seorang pun yang memberikannya kepadanya. Lalu ia menyadari keadaannya, katanya : Betapa banyaknya orang upahan bapaku yang berlimpah-limpah makanannya, tetapi aku di sini mati kelaparan.
Ketika kita terpisah dari Tuhan, maka kita kehilangan status (hak istimewa) yang Tuhan berikan kepada anak-anak-Nya.
Privilege (Hak istimewa)
Hak istimewa sosial atau privilege sosial merupakan hak istimewa yang dimiliki oleh seseorang atau sekelompok orang, namun tidak dimiliki oleh pihak lainnya. Hak ini bisa muncul dari hasil stratifikasi sosial dengan adanya perbedaan akses untuk memperoleh barang dan mendapatkan layanan yang sama.
Status kita adalah anak Raja! Jangan tukar status kita demi hawa nafsu pribadi. Pertanyaan, dimana posisi kita sekarang ? Apakah sedang ada di luar Tuhan ? Jika hal itu terjadi, kembalilah kepada Tuhan dengan hati yang tulus.
3. Jujur
Lukas 15 : 18 - 19
Aku akan bangkit dan pergi kepada bapaku dan berkata kepadanya : Bapa, aku telah berdosa terhadap sorga dan terhadap bapa, aku tidak layak lagi disebutkan anak bapa; jadikanlah aku sebagai salah seorang upahan bapa.
Jika posisi kita sedang terpuruk, jangan mengasihi diri, tapi jujurlah kepada Tuhan dan diri sendiri, bahwa di luar Tuhan kita tidak dapat berbuat apa-apa. Segera kembali kepada Tuhan, maka kita akan mengalami pemulihan.
Lukas 15 : 20
Maka bangkitlah ia dan pergi kepada bapanya. Ketika ia masih jauh, ayahnya telah melihatnya, lalu tergeraklah hatinya oleh belas kasihan. Ayahnya itu berlari mendapatkan dia lalu merangkul dan mencium dia.
Tuhan sudah tahu semuanya, yang Tuhan mau kita jujur. Tuhan selalu menerima pertobatan anak-anak-Nya.
Tuhan Yesus Memberkati