Meskipun kita tidak dapat mengerti sepenuhnya tentang Allah untuk saat ini, namun sesungguhnya kita beroleh anugerah untuk mengetahui serta mengenali apa isi hati-Nya yang terbesar serta yang paling utama. Apa saja salah satunya maupun beberapa isi hati Allah tersebut ? Hari ini kita akan mempelajarinya, dari Yesaya 6 : 1 - 8 tentang nabi Yesaya yang memperoleh panggilan ilahi dari Allah.
Yesaya 6 : 1 - 2
Dalam tahun matinya raja Uzia aku melihat Tuhan duduk di atas takhta yang tinggi dan menjulang, dan ujung jubah-Nya memenuhi Bait Suci. Para Serafim berdiri di sebelah atas-Nya, masing-masing mempunyai enam sayap; dua sayap dipakai untuk menutupi muka mereka, dua sayap dipakai untuk menutupi kaki mereka dan dua sayap dipakai untuk melayang-layang.
Apa saja isi hati Allah bagi kita ?
• Allah ingin menyatakan serta memperlihatkan kemuliaan-Nya yang ditandai dengan kekudusan-Nya untuk dinikmati di dalam penyembahan oleh seluruh umat-Nya.
Roma 1 : 20
Sebab apa yang tidak nampak dari pada-Nya, yaitu kekuatan-Nya yang kekal dan keilahian-Nya, dapat nampak kepada pikiran dari karya-Nya sejak dunia diciptakan, sehingga mereka tidak dapat berdalih.
Yesaya 6 : 3 - 4
Dan mereka berseru seorang kepada seorang, katanya : Kudus, kudus, kuduslah Tuhan semesta alam, seluruh bumi penuh kemuliaan-Nya ! Maka bergoyanglah alas ambang pintu disebabkan suara orang yang berseru itu dan rumah itupun penuhlah dengan asap.
• Penyembahan yang kudus akan selalu membawa otoritas serta kuasa yang ilahi dari-Nya.
Yesaya 6 : 5
Lalu kataku : Celakalah aku! aku binasa ! Sebab aku ini seorang yang najis bibir, dan aku tinggal di tengah-tengah bangsa yang najis bibir, namun mataku telah melihat Sang Raja, yakni Tuhansemesta alam.
• Kekudusan Allah senantiasa menghasilkan kesadaran baru, dan yang lebih mendalam akan dosa dalam diri manusia, sehingga mereka mau merendahkan diri di hadapan-Nya.
Yesaya 6 : 6 - 7
Tetapi seorang dari pada Serafim itu terbang mendapatkan aku; di tangannya ada bara, yang diambilnya dengan sepit dari atas mezbah. Ia menyentuhkannya kepada mulutku serta berkata : Lihat, ini telah menyentuh bibirmu, maka kesalahanmu telah dihapus dan dosamu telah diampuni.
• Hati Allah yang penuh kasih karunia itu menghendaki pemulihan manusia dari kegagalan serta kenajisannya oleh karena pengampunan-Nya.
1 Yohanes 3 : 1
Lihatlah, betapa besarnya kasih m yang dikaruniakan Bapa kepada kita, sehingga kita disebut anak-anak Allah, dan memang kita adalah anak-anak Allah. Karena itu dunia tidak mengenal kita, sebab dunia tidak mengenal Dia.
Yesaya 6 : 8
Lalu aku mendengar suara Tuhan berkata : Siapakah yang akan Kuutus, dan siapakah yang mau pergi untuk Aku ? Maka sahutku : Ini aku, utuslah aku !
Pertobatan manusia :
Allah menginginkan manusia supaya bertobat serta diselamatkan, agar dapat bersama-sama dengan Dia senantiasa.
2 Petrus 3 : 9b
Tetapi Ia sabar terhadap kamu, karena Ia menghendaki supaya jangan ada yang binasa, melainkan supaya semua orang berbalik dan bertobat.
Berita atau kabar keselamatan sudah dipercayakan kepada setiap orang yang telah melihat kemuliaan-Nya.
Tuhan Yesus Memberkati