Iman dimulai dari percaya dan berjalan bersama Tuhan dan seiring berjalannya waktu iman itu semakin bertumbuh. Mengingat kisah Yefta seorang yang jarang dibahas, kita juga bisa menjadi pahlawan yang luar biasa.
Kita harus paham satu hal, bahwa kelahiran kita hanya menentukan kehadiran kita di bumi, bukan menentukan siapa diri kita dan masa depan kita. Hidup dan kelahiran kita di bumi ini seharusnya ada bersama Tuhan. Sekalipun keadaan dan situasi tidak melihat kita sebagai pahlawan, tetapi Tuhan yang sanggup menjadikan kita sebagai pahlawan.
Kejadian 1 : 28Allah memberkati mereka, lalu Allah berfirman kepada mereka : Beranakcuculah dan bertambah banyak; penuhilah bumi dan taklukkanlah itu, berkuasalah atas ikan-ikan di laut dan burung-burung di udara dan atas segala binatang yang merayap di bumi.
Saat itu, Adam dan Hawa diciptakan sebagai penakluk yang berkuasa, kita juga diciptakan untuk menjadi seorang penguasa atau penakluk. Artinya, kita semua diciptakan untuk menjadi bagian dari solusi. Jika keadaan buruk, jangan salahkan situasi, tetapi kita harus menjadi jawaban atau solusi dalam segala situasi dan keadaan. Kita bukan untuk ditaklukan, namun untuk menaklukkan seluruh ciptaan yang lain selain dari manusia. Kita harus menjadi manusia yang membawa sebab yang positif.
Mazmur 27 : 10Sekalipun ayahku dan ibuku meninggalkan aku, namun TUHAN menyambut aku.
Jangan pernah menyalahkan keadaan, kita harus mengerti bahwa kita hadir di bumi untuk menentukan masa depan yang Tuhan rencanakan. Perlakuan siapa pun tidak akan bisa menentukan masa depan kita; yang menentukan adalah kita bersama dengan Tuhan. Kita harus bersama dengan Tuhan untuk mendapatkan masa depan yang besar dan memiliki ‘spiritual growth’ yang bagus, sebab pertumbuhan kerohanian kita sangat penting.
Hakim-hakim 11:1Adapun Yefta, orang Gilead itu, adalah seorang pahlawan yang gagah perkasa, tetapi ia anak seorang perempuan sundal; ayah Yefta ialah Gilead.
Tuhan bisa memakai siapa saja yang Dia kehendaki. Siapa pun jika bersama Tuhan bisa dipakai oleh Tuhan. Tuhan mendeskripsikan Yefta sebagai seorang yang gagah perkasa. Bersama Tuhan kita cakap menanggung segala perkara. Hati-hati menggunakan segala potensi yang ada dalam diri kita supaya kita bisa dipakai menjadi pahlawan sepeti Yefta. Tuhan mau memakai kita sebagai pahlawan pada generasai ini. Tidak ada orang yang dianggap sampah oleh Tuhan karena kasih Tuhan sanggup mengubahkan.
Empat hal untuk bisa menjadi “The Giant of Faith” :
1. Mengetahui dan menerima jati diri di dalam Tuhan.
Saat kita mulai melihat dan menerima diri kita sebagai pahlawan, Tuhan akan munculkan sumber-sumber daya untuk mendukung karena kita adalah pahlawan di mata-Nya. Segala yang ada di tangan kita cukup bagi Tuhan bekerja bersama kita.
2. Keyakinan akan Tuhan.
Keyakinan kita ada pada Tuhan, bukan yakin pada diri sendiri. Percaya hanya pada Tuhan saja. Semua kepintaran dan kemampuan kita berasal dari Dia, bukan karena kemampuan kita. Kita harus belajar kepercayaan diri kita datang karena ada Tuhan yang memberi kekuatan bagi kita.
3. Menyongsong masa depan, melupakan masa lalu.
Jangan diingat masa lalu yang buruk, jangan selalu mengingat sakit hati masa lalu yang bisa menghambat pertumbuhan dan perkembangan kita. Karena tidak pernah ada masa depan di masa lalu. Lepaskan rasa kecewa di masa lalu. Masa lalu yang buruk jangan pernah ada di pikiran kita. Sebaliknya, yang harus kita ceritakan adalah rencana Tuhan bagi kita dan masa depan Tuhan bagi kita.
4. Mengutamakan bangsa lebih daripada diri sendiri.
Belajarlah melihat gambaran besar, seperti halnya Yefta, melihat kebutuhan bangsa lebih daripada kebutuhan diri kita sendiri.
Tuhan Yesus Memberkati