Saat orang ibu mengandung ada batas waktu sampai melahirkan, saat dalam ujian di sekolah juga ada batas waktu dalam mengerjakan, saat bekerja dalam sehari ada batas waktu bila lebih akan dihitung sebagai lembur. Batasan waktu ini mengingatkan kita umtuk hidup bertanggung jawab di lahir kehidupan kita.
Di dunia ini tidak ada yang kekal selain kasih Tuhan.
2 Petrus 3 : 14 - 15
Sebab itu, saudara-saudaraku yang kekasih, sambil menantikan semuanya ini, kamu harus berusaha, supaya kamu kedapatan tak bercacat dan tak bernoda di hadapan-Nya, dalam perdamaian dengan Dia. Anggaplah kesabaran Tuhan kita sebagai kesempatan bagimu untuk beroleh selamat, seperti juga Paulus, saudara kita yang kekasih, telah menulis kepadamu menurut hikmat yang dikaruniakan kepadanya.
Ayat di atas menunjukkan agar kita bertanggung jawab dalam menggunakan waktu.
Ada yang menghabiskan waktu untuk dijadikan uang, dijadikan asset, dan dijadikan investasi sehingga banyak orang memfokuskan hidup mencari uang dan mengumpulkan harta.
Ada yang sibuk meningkatkan statusnya dengan berlomba untuk tampil dan terpandang, terkenal.
Ada orang yang sedang memperjuangkan kesehatannya, misal olah raga, dan gym. Kadangkala ini menjadi berhala karena menghabiskan waktu untuk hal itu.
Atau anak muda memfokuskan hidupnya pada kenikmatan hidup dengan bermain games, atau 'scroll' saat duduk, berbaring; sehingga malas untuk beraktifitas yang bermanfaat.
Apakah kita menyadari bahwa ditengah waktu yang masih ada, Tuhan menyediakan waktu agar kita memanfaatkan untuk membentuk hidup kita dan mengerjakan apa yang harus kita kerjakan, sehingga akhirnya dapat kita pertanggung- jawabkan dihadapan Tuhan.
Jangan sia-siakan waktu yang masih ada, Tuhan sediakan kesempatan untuk kita berubah dan mengerjakan apa yang nantinya harus kita pertanggungjawabkan.
Pengkhotbah 3 : 1 - 8
Untuk segala sesuatu ada masanya, untuk apa pun di bawah langit ada waktunya. Ada waktu untuk lahir, ada waktu untuk meninggal, ada waktu untuk menanam, ada waktu untuk mencabut yang ditanam; ada waktu untuk membunuh, ada waktu untuk menyembuhkan; ada waktu untuk merombak, ada waktu untuk membangun; ada waktu untuk menangis, ada waktu untuk tertawa; ada waktu untuk meratap; ada waktu untuk menari; ada waktu untuk membuang batu, ada waktu untuk mengumpulkan batu; ada waktu untuk memeluk, ada waktu untuk menahan diri dari memeluk; ada waktu untuk mencari, ada waktu untuk membiarkan rugi; ada waktu untuk menyimpan, ada waktu untuk membuang; ada waktu untuk merobek, ada waktu untuk menjahit; ada waktu untuk berdiam diri, ada waktu untuk berbicara; ada waktu untuk mengasihi, ada waktu untuk membenci; ada waktu untuk perang, ada waktu untuk damai.
Ini menunjukkan segala sesuatu ada batasan waktu. Yang penting diakhir segala sesuatu harus menyadari bahwa ada yang Tuhan ingin kita lakukan dengan tanggungjawab.
Ada 3 jenis perkara yang berhubungan dengan waktu, yaitu :
1. Waktu yang sia-sia
Kejadian 2 : 17
Tetapi pohon pengetahuan tentang yang baik dan yang jahat itu, janganlah kaumakan buahnya, sebab pada hari engkau memakannya, pastilah engkau mati.
Sebuah contoh menggunakan waktu tergoda oleh dosa seperti Adam dan Hawa. Jagalah hidup kudus, dimana ada hal yang Tuhan ingin kita lakukan.
2. Waktu untuk diubahkan
Ini berhubungan dengan karakter saat berada dalam kesusahan.
Ayub 1 : 8
Lalu bertanyalah Tuhan kepada Iblis : Apakah engkau memperhatikan hamba-Ku Ayub ? Sebab tiada seorang pun di bumi seperti dia, yang demikian saleh dan jujur, yang takut akan Allah dan menjauhi kejahatan.
Ayub tahu ada tanggungnjawab dalam hidupnya, dengan menjaga hidupnya dan hidup keluarganya agar tetap berkenan dihadapan Tuhan. Suatu saat ia mengalami masalah dan ujian, ia tetap tekun kepada Tuhan.
Yakobus 5 : 11
Sesungguhnya kami menyebut mereka berbahagia, yaitu mereka yang telah bertekun; kamu telah mendengar tentang ketekunan Ayub dan kamu telah tahu apa yang pada akhirnya disediakan Tuhan baginya, karena Tuhan maha penyayang dan penuh belas kasihan.
Ayub 38 : 1
Maka dari dalam badai Tuhan menjawab Ayub.
Saat ia mendengar suara Tuhan, ia merendahkan diri sampai dapat berkata dalam
Ayub 42 : 2 Aku tahu, bahwa Engkau sanggup melakukan segala sesuatu, dan tidak ada rencana-Mu yang gagal.
Respon Ayub ditengah masalah, bahwa ia menyerahkan hidup kepada Allah, sehingga membuat karakter Ayub berubah.
3. Waktu untuk mengerjakan
Berhubungan dengan panggilan Tuhan sesuai talenta kita.
Yohanes 2 : 4
Kata Yesus kepadanya : Mau apakah engkau dari pada-Ku, ibu? Saat-Ku belum tiba.
Saat Yesus mendengar permintaan ibunya, Ia langsung mengerjakannya. Bagaimana dengan hidup kita saat diminta melayani ? Bangkit dari segala hal yang menghalangi untuk mengerjakan yang baik !
Penting bagi kita minta kekuatan dari Tuhan, untuk :
1. Gunakan kesempatan dengan baik
Efesus 5 : 15 - 16
Karena itu, perhatikanlah dengan saksama, bagaimana kamu hidup, janganlah seperti orang bebal, tetapi seperti orang arif, dan pergunakanlah waktu yang ada, karena hari-hari ini adalah jahat.
2. Fokus untuk berubah lebih baik
1 Yohanes 2 : 17
Dan dunia ini sedang lenyap dengan keinginannya, tetapi orang yang melakukan kehendak Allah tetap hidup selama-lamanya.
3. Minta kemampuan dari Tuhan untuk mengerjakan
Yohanes 9 : 4 (TB)
Kita harus mengerjakan pekerjaan Dia yang mengutus Aku, selama masih siang; akan datang malam, di mana tidak ada seorang pun yang dapat bekerja.
1 Yohanes 5 : 4
Sebab semua yang lahir dari Allah, mengalahkan dunia. Dan inilah kemenangan yang mengalahkan dunia : iman kita.
Tuhan Yesus Memberkati