Matius 28 : 16 - 20Dan kesebelas murid itu berangkat ke Galilea, ke bukit yang telah ditunjukkan Yesus kepada mereka. Ketika melihat Dia mereka menyembah-Nya, tetapi beberapa orang ragu-ragu. Yesus mendekati mereka dan berkata : Kepada-Ku telah diberikan segala kuasa di sorga dan di bumi. Karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus, dan ajarlah mereka melakukan segala sesuatu yang telah Kuperintahkan kepadamu. Dan ketahuilah, Aku menyertai kamu senantiasa sampai kepada akhir zaman.
Ada tertera dua hal pada ayat di atas, yaitu sebuah perintah dan suatu janji; jika dihubungkan menjadi setiap orang percaya, yang melakukan hukum atau perintah Tuhan, maka otomatis mereka ataupun kita juga akan menerima janji yang dari Tuhan.
2 Timotius 1 : 7Sebab Allah memberikan kepada kita bukan roh ketakutan, melainkan roh yang membangkitkan kekuatan, kasih dan ketertiban.
Di tengah ketidakpastian yang sedang terjadi di bangsa ini dan di dalam hari-hari yang jahat, hendaklah kita tidak mundur dari setiap masalah yang ada, terutama oleh sebab kuasa kegelapan yang menebarkan rasa takut, karena ketahuilah bahwa kita memiliki Tuhan yang besar, dan Ia tidak pernah memberikan roh ketakutan kepada orang yang percaya.
Selain itu, di dalam kehidupan ini, setiap kita memiliki peran serta jabatan di komunitas yang ada, namun hendaklah kita tidak melupakan tugas atau perintah yang Tuhan berikan, yakni memberitakan kebenaran Injil, firman Tuhan, serta bersaksi untuk memenangkan jiwa-jiwa bagi Tuhan Yesus.
• “Keraguan” (Hesitant)
Kenapa dunia ini menjadi begitu tidak pasti dan penuh keraguan ? Ada sebabnya. Meskipun kita sudah paham betul mengenai firman Tuhan, manusia tetap tidak luput dari yang namanya keragu-raguan.
Dan jika kita perhatikan kebenaran firman Tuhan, kerusuhan, kesulitan, serta tantangan dapat terjadi karena adanya rasa terusik atau takut, dan dua hal itu merupakan sifat manusia yang wajar. Namun, ada berkat di balik setiap masalah. Kebenaran mungkin bisa saja disalah-salahkan, namun pada akhirnya kebenaran tidak akan pernah bisa dikalahkan.
• “Memanusiakan Manusia” (Humanity)
Sebagai orang percaya, apa yang seharusnya kita lakukan ? Hendaklah kita memanusiakan manusia; dan untuk dapat memanusiakan manusia, artinya benar-benar memperhatikan, mempedulikan, menghargai, menolong, dsn mengasihi mereka. Kita harus memiliki sikap yang rendah hati. Terutama, untuk orang-orang yang lemah dan kecil di mata masyarakat.
Selain itu, berdoa, dan tetap berusaha melakukan yang terbaik. Tidak hanya punya iman yang kuat, melainkan juga landasannya yang baik dan benar.
Matius 18 : 20Sebab di mana dua atau tiga orang berkumpul dalam Nama-Ku, di situ Aku ada di tengah-tengah mereka.
Efesus 5 : 17Sebab itu janganlah kamu bodoh, tetapi usahakanlah supaya kamu mengerti kehendak Tuhan.
• “Rendah Hati” (Humility)
Tuhan Yesus juga menunjukkan sifat rendah hati, bukan angkuh atau selalu penuh angkara kepada para murid dan jemaat-Nya, marilah kita juga menunjukkan hal yang sama, agar kita dapat memanusiakan manusia. Ada banyak orang lain yang mengalami kesusahan di luar sana yang memerlukan bantuan di dalam kehidupan mereka.
Dengan memberkati orang lain, kita akan diberkati oleh Tuhan. Tetaplah jadi saluran berkat-Nya. Dan jangan menjadi orang yang berbeda setelah menerima berkat yang berlimpah dari-Nya.
Seperti yang tertulis di kitab bacaan kita di atas, Matius 28 : 16 - 20, bahwa kita sebagai orang percaya telah ditugaskan oleh Tuhan untuk menabur berkat bagi kehidupan banyak orang, sehingga kita mempermuliakan Dia.
Tuhan Yesus Memberkati