Hari-hari ini juga, mungkin banyak orang yang merasa kuat, meskipun orang Kristen, dan secara tidak langsung mungkin dituntut untuk menjadi kuat, mampu dan sukses serta pegang kendali sehingga terpaksa memakai topeng, padahal keadaan dan kehidupan sedang tidak baik-baik saja.
Kita semua sesungguhnya menginginkan, merindukan, mengharapkan sebuah penerimaan yang apa adanya, sebuah keakraban, dan kedekatan, yang sebenarnya hanya bisa kita dapatkan dari persekutuan dengan Tuhan.
‘Unio Mystica’ adalah dari bahasa Latin, yang berasal dari kata ‘Unio’ yang berarti Persatuan, dan kata ‘Mystica’ yang berarti Rahasia atau Rohani. Sehingga, ‘Unio Mystica’ memiliki makna persekutuan batiniah, di mana orang percaya hidup di dalam Allah, dan Allah tinggal di dalam dirinya. Kita akan melihat dan mempelajari pengalaman kehidupan persekutuan rohani antara Musa dengan Tuhan, sehingga kita juga akan dapat mengalami keintiman, kedekatan, serta keakraban dengan Dia:
1. Pangeran Mesir dan Kegagalan Ambisi Manusiawi
- Privilese atau Hak dan Status Tinggi:
Musa awalnya dibesarkan sebagai pangeran Mesir dengan akses penuh pada kekuasaan, pendidikan terbaik, kekayaan, dan status sosial tertinggi.
- Mengandalkan Kekuatan Diri:
Musa mencoba mewujudkan keadilan atau rencana pembebasan bangsanya menggunakan kekuatan sendiri, ego, dan emosi manusiawi.
- Kegagalan Akibat Impulsivitas atau Emosi yang Naik-Turun dan Gejolak Batin:
Tindakan Musa membunuh orang Mesir berujung kegagalan total—ia ditolak oleh bangsanya sendiri dan menjadi buronan oleh Firaun serta pasukannya.
- Pemurnian di Padang Gurun:
Kehidupannya berbalik drastis dari pangeran terpandang menjadi gembala biasa di Midian selama 40 tahun, tempat seluruh ambisi dan kebanggaan egonya dihancurkan hingga tuntas.
Mungkin saat-saat ini pun kita sedang masuk masa “padang gurun” hidup kita, setelah kita berada pada musim-musim yang baik maupun dengan orang-orang yang terpandang, lalu masuk pada prosesnya Tuhan. Namun, justru di sanalah kita dapat mengalami Unio Mystica, pergaulan yang karib dengan-Nya.
Karena itu, pergunakanlah apa pun yang menjadi musim-musim sepi, “ruang sunyi”, masa hening, atau proses padang gurun kita dengan Tuhan, serta merasa kehilangan fungsi dalam banyak area, maupun harapan atau ekspektasi yang tidak sejalan dengan apa yang menjadi keinginan kita.
2. Perjumpaan di Semak Duri dan Penyerahan Hak
Keluaran 3:5
Lalu Ia berfirman: "Janganlah datang dekat-dekat: tanggalkanlah kasutmu dari kakimu, sebab tempat, di mana engkau berdiri itu, adalah tanah yang kudus."
- Makna Menanggalkan Kasut (Keluaran 3:5):
Perintah melepas kasut adalah simbol pelepasan hak pribadi, status diri, kontrol hidup, dan bentuk kerendahan hati mutlak di hadapan kekudusan Allah. Dialah yang memegang kontrol jam di hidup kita.
- Hadirat yang Menguduskan:
Sebagaimana api hadirat Allah memenuhi tanpa memusnahkan semak duri yang sederhana, persatuan dengan Allah (Unio Mystica) tidak menghapus kemanusiaan kita, melainkan menyucikan, menguduskannya. Maka, maukah kita menggunakan musim, masa sepi kita dengan Tuhan?
- Syarat Penyerahan Total:
Hubungan mendalam dengan Tuhan bermula saat manusia rela menanggalkan ego, kesombongan, dan ambisi atau kendali diri penuh. Hasilnya, memiliki pengalaman rohani secara pribadi, bergaul karib dengan Tuhan setiap hari, dan berjalan dalam kemenangan demi kemenangan, mengerti cara kerja-Nya.
3. Berhadapan Muka Seperti Sahabat: Keintiman yang Mengubahkan
Keluaran 33:11a
Dan TUHAN berbicara kepada Musa dengan berhadapan muka seperti seorang berbicara kepada temannya.
Keluaran 33:18
Tetapi jawabnya: "Perlihatkanlah kiranya kemuliaan-Mu kepadaku."
Keluaran 34:29
Ketika Musa turun dari gunung Sinai --kedua loh hukum Allah ada di tangan Musa ketika ia turun dari gunung itu-- tidaklah ia tahu, bahwa kulit mukanya bercahaya oleh karena ia telah berbicara dengan TUHAN.
Dengan punya pengalaman serta persekutuan pribadi dengan Tuhan, kita menjadi bersahabatan dengan Dia, seperti halnya antara dua orang sahabat yang pasti mengerti bahkan mengenali dari air mukanya saja. Jiwa Musa sangat dekat dengan Pribadi Allah, begitu juga semoga kita dengan-Nya. Ada dampak yang luar biasa dari hidup yang bersekutu dengan Tuhan, hidup kita akan bercahaya yang tidak dapat disangkali, karakter kita akan selaras dengan apa yang Ia mau. Pasti akan ada perubahan yang lebih baik.
Jadi, jangan lagi membanding-bandingkan diri dengan posisi orang lain. Apa yang Tuhan percayakan pada seseorang saat ini untuk berada di sana, sudah paling baik dan tepat. Jika Ia yang menempatkan kita pada posisi kita sekarang, berfungsilah dengan sebaik-baiknya. Dan jangan cuma hidup secara pamrih atau hitung-hitungan.
4. Kemerdekaan dari Gemerlap Dunia dan Ketahanan Jiwa
Ibrani 11:24-26
Karena iman maka Musa, setelah dewasa, menolak disebut anak puteri Firaun, karena ia lebih suka menderita sengsara dengan umat Allah dari pada untuk sementara menikmati kesenangan dari dosa. Ia menganggap penghinaan karena Kristus sebagai kekayaan yang lebih besar dari pada semua harta Mesir, sebab pandangannya ia arahkan kepada upah.
- Merdeka dari Silau Kekayaan dan Kedudukan
- Ketahanan Jiwa dan Ketenangan di Tengah Badai
Bersyukurlah setiap kita untuk punya hak melibatkan Tuhan dalam apa pun yang kita kerjakan, yang sedang kita hadapi, dan yang kita harapkan. Supaya Dia yang akan “membelah lautan persoalan” apa pun.
Take Home Messages:
• Menanggalkan “Kasut Ego”, Hak Milik, Status, Harga Diri, Topeng Merasa Sempurna dan Lainnya di Hadirat-Nya
• Membangun “Kemah Pertemuan” Secara Pribadi dengan Tuhan
• Menjadi “Pemancar Kemuliaan” Tuhan dan Terang Dalam Hidup Ini di Manapun
Ketika kita hidup dalam persatuan dan keintiman bersama Allah (Unio Mystica), kita tidak lagi berjalan dengan kekuatan sendiri yang melelahkan. Tuhan Allah kita memiliki rancangan yang luar biasa bagi setiap kita.
Kita akan diliputi oleh kemuliaan-Nya, dimerdekakan dari ketakutan duniawi, dan melangkah mantap sebagai sahabat-sahabat Allah di tengah dunia. Jika kita tidak berjalan dengan Tuhan, kita pasti akan terguncang. Ketika hati dan hidup kita penuh kasih, kebaikan, dan kesetiaan-Nya, kita akan terus melangkah dalam Unio Mystica dengan Tuhan.
Tuhan Yesus Memberkati
Kolekte
BCA Cab. Menara Ancol
ac 635.100.0101
an. GBI PRJ
Perpuluhan
BCA Cab. Menara Ancol
ac. 635.100.0101
an. GBI PRJ
Buah Sulung
BCA Cab. Thamrin
ac. 206.371.7878
an. GBI PRJ
Pembangunan
BCA Cab. Thamrin
ac. 206.327.7878
an. GBI PRJ
Diakonia
BCA Cab. Thamrin
ac. 206.316.7878
an. GBI PRJ
Kolekte
BCA Cab. Thamrin
ac. 206.2999.111
an. GBI PRJ Pluit
Perpuluhan
BCA Cab. Thamrin
ac. 206.2999.111
an. GBI PRJ Pluit
Buah Sulung
BCA Cab. Thamrin
ac. 206.2999.111
an. GBI PRJ Pluit
Pembangunan
BCA Cab. Thamrin
ac. 206.9777.133
an. GBI PRJ Pluit
Diakonia
BCA Cab. Thamrin
ac. 206.8777.122
an. GBI PRJ Pluit
Kolekte
BCA Cab. Thamrin
ac. 206.322.2020
an. GBI PRJ Mandarin Service
Perpuluhan
BCA Cab. Thamrin
ac. 206.322.2020
an. GBI PRJ Mandarin Service
Buah Sulung
BCA Cab. Thamrin
ac. 206.322.2020
an. GBI PRJ Mandarin Service
Diakonia
BCA Cab. Thamrin
ac. 206.522.3030
an. GBI PRJ Mandarin Service
Kolekte
BCA Cab. Thamrin
ac. 206.777.7171
an. GBI House Of Christ Revival
Perpuluhan
BCA Cab. Thamrin
ac. 206.777.7171
an. GBI House Of Christ Revival
Buah Sulung
BCA Cab. Thamrin
ac. 206.777.7171
an. GBI House Of Christ Revival
Pembangunan
BCA Cab Thamrin
ac. 206.977.7575
an. GBI House Of Christ Revival
Diakonia
BCA Cab. Thamrin
ac. 206.577.7272
an. GBI House Of Christ Revival
Kolekte
BCA Cab. Thamrin
ac. 206.331.0077
an. GBI Alam Sutera Mall
Perpuluhan
BCA Cab. Thamrin
ac. 206.331.0077
an. GBI Alam Sutera Mall
Buah Sulung
BCA Cab. Thamrin
ac. 206.378.7779
an. GBI Alam Sutera Mall
Pembangunan
BCA Cab. Thamrin
ac. 206.353.0077
an. GBI Alam Sutera Mall
Diakonia
BCA Cab. Thamrin
ac. 206.356.7779
an. GBI Alam Sutera Mall
Kolekte
BCA Cab.Thamrin
ac. 206.384.8484
an. GBI Intercon
Perpuluhan
BCA Cab.Thamrin
ac. 206.384.8484
an. GBI Intercon
Buah Sulung
BCA Cab.Thamrin
ac. 206.011.3800
an. GBI Intercon
Pembangunan
BCA Cab.Thamrin
ac. 206.011.5900
an. GBI Intercon
Diakonia
BCA Cab.Thamrin
ac. 206.011.4300
an. GBI Intercon
Kolekte
BCA Cab.Thamrin
ac. 206.377.7111
an. GBI St Moritz
Perpuluhan
BCA Cab.Thamrin
ac. 206.377.7111
an. GBI St Moritz
Buah Sulung
BCA Cab.Thamrin
ac. 206.030.7001
an. GBI St Moritz
Pembangunan
BCA Cab.Thamrin
ac. 206.030.7001
an. GBI St Moritz
Diakonia
BCA Cab.Thamrin
ac. 206.013.9400
an. GBI St Moritz



