Pada hari ini, kita akan mempelajari tentang berjalan dalam perkenanan Tuhan, walking in God’s favor.
Menurut kamus, kata ‘perkenan’ ialah izin; atau persetujuan. Kemudian, arti dasar kata ‘kenan’ sendiri adalah merasa senang (suka, sudi, setuju); maupun dengan segala senang hati (dipakai sebagai kata penghormatan kepada orang besar).
Jadi, ketika berbicara berjalan di dalam perkenanan Tuhan, maka kita hidup seturut persetujuan atau atas seizin Tuhan dalam hal apa pun yang kita lakukan dan kerjakan.
Kita akan melihat contoh teladan pribadi-pribadi yang diperkenan oleh Tuhan :
• Yesus Kristus
Matius 17 : 5
Dan tiba-tiba sedang ia berkata-kata turunlah awan yang terang menaungi mereka dan dari dalam awan itu terdengar suara yang berkata : Inilah Anak yang Kukasihi, kepada-Nyalah Aku berkenan, dengarkanlah Dia.
• Daud
Kisah Para Rasul 13 : 22
Setelah Saul disingkirkan, Allah mengangkat Daud menjadi raja mereka. Tentang Daud Allah telah menyatakan : Aku telah mendapat Daud bin Isai, seorang yang berkenan di hati-Ku dan yang melakukan segala kehendak-Ku.
Sesungguhnya, betapa penting mendapat perkenanan-Nya. Mengapa hidup kita harus berjalan di dalam perkenanan Tuhan ?
• Perkenanan Tuhan dalam hidup kita menunjukkan hubungan kita yang intim dengan-Nya, maka tetaplah terkoneksi dengan Dia.
• Perkenanan Tuhan juga akan memberikan tujuan hidup yang sesungguhnya, memenuhi panggilan-Nya bagi setiap kita, dan bukannya keinginan diri sendiri.
Karakteristik orang-orang yang hidupnya diperkenan oleh Tuhan :
1. Memiliki iman yang tulus
Tanpa iman yang tulus, kita tidak akan mungkin menyenangkan hati-Nya. Dan Ia melihat ketulusan hati dan iman kita kepada-Nya (Ibrani 11 : 6). Jangan jadikan iman kita sekadar formalitas atau sementara, melainkan terus-menerus dalam ketulusan.
2. Memiliki ketaatan penuh
Ketaatan penuh mendasari sikap hati yang tunduk di hadapan-Nya. Ketika kita mengutamakan kehendak Allah di atas keinginan pribadi, ketaatan tersebut sangat berharga di mata-Nya (Kejadian 22 : 1 - 19).
3. Memiliki kerendahan hati
Rendah hati ialah kualitas yang penting dalam kita untuk menerima perkenanan Tuhan. Sedangkan kesombongan akan menutup hati atau hidup kita untuk mengalami perkenanan-Nya. Tuhan menghargai orang-orang yang mau merendahkan hati (Yakobus 4 : 6).
Bagaimana agar hidup kita tetap diperkenan oleh-Nya :
• Menjaga hubungan pribadi kita dengan Tuhan dan tetaplah berdoa.
• Menghidupi firman Tuhan dengan setia, karena merupakan panduan serta pelita bagi langkah kita.
Semoga kita senantiasa mengawali hari demi hari, dengan berjalan dalam perkenanan Tuhan, walking in God’s favor, sehingga banyak orang akan melihat bahwa Tuhan ada, bekerja, dan berkarya dalam hidup kita.
Tuhan Yesus Memberkati