Mungkin hari-hari ini banyak orang yang mulai kehilangan harapan oleh karena banyak penyebab. Apa yang membuat kita kehilangan harapan ? Ada dua hal utama yang sering kali membuat harapan kita pudar :
1. Hidup yang stagnan
Ketika hidup terasa berjalan di tempat, tidak ada kemajuan, dan rutinitas terasa membosankan, saat itulah harapan kadang mulai luntur.
Kita merasa seperti :
• "Sudah bertahun-tahun, tetapi tidak ada perkembangan."
• "Aku seperti berjalan di tempat."
• "Apakah ini yang Tuhan mau untuk hidupku ?"
Jika saat ini kita merasa stagnan, justru Tuhan sedang menyiapkan sebuah terobosan dalam hidup kita.
2. Terpaksa melepaskan tujuan
Saat kita harus melepaskan mimpi atau tujuan yang sudah lama kita perjuangkan, rasanya seperti kehilangan arah, tetapi ingat, Tuhan tidak pernah kehilangan tujuan atas hidup kita apabila tetap setia pada-Nya.
Hari ini kita belajar bahwa justru di titik terendah, pengharapan sejati dapat mulai bekerja. Karena harapan dari Tuhan bukan sekadar tentang situasi yang membaik, tetapi tentang kehadiran-Nya yang tetap menyertai.
Kita diciptakan untuk menjadi perpanjangan tangan kasih Tuhan. Dengan segala keterbatasan dan kelemahan kita, Tuhan memilih kita untuk menjadi saluran kasih-Nya bagi dunia. Bukan tentang seberapa hebat kita, melainkan seberapa besar Dia mau memakai kita, dan semua adalah hanya karena karya serta anugerah-Nya.
Kita dipanggil untuk menjadi berkat, namun kita tidak akan sanggup melakukannya jika hidup tanpa harapan yang bersumber dari Tuhan. Harapan sejati datang dari Dia yang tidak pernah gagal.
Yesaya 40 : 31
Tetapi orang-orang yang menanti-nantikan TUHAN mendapat kekuatan baru : mereka seumpama rajawali yang naik terbang dengan kekuatan sayapnya; mereka berlari dan tidak menjadi lesu, mereka berjalan dan tidak menjadi lelah.
Tiga aspek pengharapan :
1. GOAL - Tujuan hidup kita di dalam Tuhan
Tujuan kita adalah memberitakan kabar baik, apa pun posisi kita. Tuhan sendiri yang memberi pengharapan untuk tujuan itu.
2. PATHWAY - Perencanaan dalam mengerjakan tujuan
Setiap jalan pasti ada tantangannya. Tetapi bersama dengan Tuhan, kita punya arah yang jelas. Ketika kita sudah mengetahui tujuan hidup, maka kita juga perlu membuat perencanaan secara bijaksana, penuh pertimbangan, dan meminta hikmat Tuhan.
3. AGENCY - Bahan bakar untuk terus berjuang
Inilah kepercayaan, semangat, dan motivasi yang berasal dari Tuhan. Dia adalah sumber kekuatan kita, sehingga kita dapat terus berjalan di dalam pengharapan, menyenangkan hati Tuhan, serta menjadi berkat bagi orang lain, apa pun yang terjadi.
Jadi, bagi kita yang lelah, ingatlah :
2 Korintus 12 : 9
Tetapi jawab Tuhan kepadaku : “Cukuplah kasih karunia-Ku bagimu, sebab justru dalam kelemahanlah kuasa-Ku menjadi sempurna.” Sebab itu terlebih suka aku bermegah atas kelemahanku, supaya kuasa Kristus turun menaungi aku.
Kelemahan adalah undangan bagi kuasa Tuhan untuk bekerja. Bukan saat kita kuat, Tuhan bekerja, tetapi sering kali justru saat kita lemah. Mengapa ? Karena saat kita kuat, kita cenderung mengandalkan diri sendiri, namun saat kita lemah, kita bersandar kepada-Nya. Jangan pernah mundur dalam menjalani tujuan hidup kita yang dari Tuhan dengan penuh pengharapan.
Dan bagi kita yang masih merasa ragu :
Yohanes 15 : 16 - 17
Bukan kamu yang memilih Aku, tetapi Akulah yang memilih kamu. Dan Aku telah menetapkan kamu, supaya kamu pergi dan menghasilkan buah dan buahmu itu tetap, supaya apa yang kamu minta kepada Bapa dalam nama-Ku, diberikan-Nya kepadamu. Inilah perintah-Ku kepadamu : Kasihilah seorang akan yang lain.
Ketika semua gagal, pengharapan di dalam Tuhan tetap menang. Bukan karena kita kuat, tetapi karena Dia yang kita harapkan adalah setia. Janji-Nya ya dan amin. Kasih-Nya tidak berkesudahan. Rancangan-Nya selalu indah dan tepat pada waktu-Nya.
Ada pengharapan yang tidak pernah mengecewakan dalam Tuhan. Saat kita lelah, Dia memberi kekuatan yang baru. Saat ragu, Ia mengingatkan bahwa kita dipilih oleh-Nya. Saat semua terasa gagal, Allah tetap setia, sebab hanya di dalam Dialah ada pengharapan yang sejati.
Tuhan Yesus Memberkati