GBI PRJ (CK7)
GBI PRJ (CK7)Praise Revival for Jesus
Giving

WHEN GOD IS SILENT

Pdp. Tien Setiawati · Selasa, 18 Juni 2024

Doa Fajar
Selasa, 18 Juni 2024
Pk. 04:40 WIB
PDF Rangkuman “WHEN GOD IS SILENT” Pdp. Tien Setiawati · Selasa, 18 Juni 2024 Unduh PDF

Allah telah berbicara kepada umat-Nya melalui perantaraan para nabi (PL), dari Musa (1400 SM) sampai Maleakhi (400 SM). Setelah Maleakhi, Allah tidak lagi berbicara melalui perantaraan para nabi sampai tampilnya Yohanes Pembaptis, kurang lebih 400 thn kemudian (masa dimana Allah berdiam diri).

Lukas 3 : 1 - 2
Dalam tahun kelima belas dari pemerintahan Kaisar Tiberius, ketika Pontius Pilatus menjadi wali negeri Yudea, dan Herodes raja wilayah Galilea, Filipus, saudaranya, raja wilayah Iturea dan Trakhonitis, dan Lisanias raja wilayah Abilene, pada waktu Hanas dan Kayafas  menjadi Imam Besar, datanglah firman Allah kepada Yohanes, anak Zakharia, di padang gurun.

Berita sukacita diterima oleh para gembala ketika bayi Yesus lahir di palungan. Tuhan memakai orang-orang sederhana dan yang mungkin terdiskualifikasi dari tengah-tengah masyarakat untuk dipulihkan dan menyampaikan kabar sukacita. Yesus lahir di tengah-tengah keluarga yang sangat sederhana dan dibaringkan dalam palungan domba. Ketika Ia melayani, masyarkat kalangan atas mempertanyakan keluarga dan tempat dari mana Ia berasal (Yohanes 1 : 46 Kata Natanael kepadanya : Mungkinkah sesuatu yang baik datang dari Nazaret-?)

Bahkan dalam pelayanan-Nya, Yesus tidak menunggangi kuda yang gagah tapi memakai keledai sebagai tunggangan-Nya (alat transportasi umum pada masa itu). Tapi keledai juga merupakan simbol kesederhanaan dan kerendahan hati (Zakharia 9 : a9 Bersorak-soraklah dengan nyaring, hai puteri Sion, bersorak-sorailah, hai puteri Yerusalem! Lihat, rajamu datang kepadamu; ia adil dan jaya. Ia lemah lembut dan mengendarai seekor keledai, seekor keledai beban yang muda).

Ketika dirasa Allah berdiam, bukan berarti Ia tidak berbuat apa-apa; ketika dirasa engkau ditinggal sorang diri, bukan berarti Allah  berhenti melakukan mujizat-Nya. Ia ada di sana di mana engkau berada. Ia sedang berbuat sesuatu tanpa engkau sadari, bahkan Ia sedang memeluk dan menggendong engkau. Seperti yang dialami nabi Elia; dalam keputusasaannya, Elia, merasa ditinggalkan Allah tapi kemudian Allah menyatakan kehadiran-Nya melalui angin sepoi-sepoi dan dalam keheningan. 

1 Raja-Raja 19 : 11 - 13
Lalu firman-Nya : Keluarlah dan berdiri di atas gunung itu di hadapan Tuhan ! Maka Tuhan lalu ! Angin besar dan kuat, yang membelah gunung-gunung dan memecahkan bukit-bukit batu, mendahului Tuhan. Tetapi tidak ada Tuhan dalam angin itu. Dan sesudah angin itu datanglah gempa. Tetapi tidak ada Tuhan dalam gempa itu. 
Dan sesudah gempa itu datanglah api. Tetapi tidak ada Tuhan dalam api itu. Dan sesudah api itu datanglah bunyi angin sepoi-sepoi basa. 
Segera sesudah Elia mendengarnya, ia menyelubungi mukanya dengan jubahnya, lalu pergi ke luar dan berdiri di pintu gua itu. Maka datanglah suara kepadanya yang berbunyi : Apakah kerjamu di sini, hai Elia ?

“In silence, God’s working in us - He can work through us”

2 Korintus 12 : 9
Tetapi jawab Tuhan kepadaku : Cukuplah kasih karunia-Ku bagimu, sebab justru dalam kelemahanlah kuasa-Ku menjadi sempurna. Sebab itu terlebih suka aku bermegah atas kelemahanku, supaya kuasa Kristus turun menaungi aku.

Roma 5 : 3 - 5
Dan bukan hanya itu saja. Kita malah bermegah juga dalam kesengsaraan kita, karena kita tahu, bahwa kesengsaraan itu menimbulkan ketekunan, dan ketekunan menimbulkan tahan uji dan tahan uji menimbulkan pengharapan. Dan pengharapan tidak mengecewakan, karena kasih Allah telah dicurahkan di dalam hati kita oleh Roh Kudus yang telah dikaruniakan kepada kita.

Suffering - Perseverance - Character - Hope

Take Home Message :
1. Ketika kita tidak bisa melihat Tuhan dan merasakan hadiratNya, tidak berarti Tuhan meninggalkan kita. Ia bersama kita di dalam keheningan itu (1 Raja-Raja 19 : 11 - 13)

2. Tuhan tidak selalu membereskan masalah kita, karena Dia lebih tertarik untuk membentuk karakter kita. Ketika Tuhan tidak membukakan pintu untuk kita, Dia mendewasakan kita untuk menemukan pintu yang bisa dibuka (Roma 5 : 3 - 5)

3. Ketika Tuhan tidak menjawab doa, percayalah bahwa Ia tidak menelantarkan kita, tetapi Ia sedang mempersiapkan agar hidup kita bisa menjadi jawaban doa bagi orang lain. Ia memakai orang biasa dengan segala kelemahannya, untuk menunjukkan kuasa-Nya yang luar biasa (2 Korintus 12 : 9)

“Humility & Obedience Is The Combination Key That Leads To God’s Heart”

Tuhan Yesus Memberkati

No. Rekening Persembahan CK7

Mobile Apps

Semua kebutuhan ibadah GBI PRJ (CK7) dalam satu aplikasi — gratis untuk iOS dan Android.

  • Rangkuman KhotbahBaca ulang firman setiap ibadah
  • Renungan HarianDoa Fajar & renungan setiap pagi
  • Jadwal IbadahSemua cabang CK7 & event
  • PersembahanMemberi dengan mudah & aman
Aplikasi GBI PRJ (CK7) — Beranda Aplikasi GBI PRJ (CK7) — Khotbah Aplikasi GBI PRJ (CK7) — Alkitab Aplikasi GBI PRJ (CK7) — COOL