GBI PRJ (CK7)
GBI PRJ (CK7)Praise Revival for Jesus
Giving

WHEN LIFE IS NOT FAIR 

Pdp. Eradi Tjandra · Selasa, 29 Oktober 2024

Doa Fajar
Selasa, 29 Oktober 2024
Pk. 04:40 WIB
PDF Rangkuman “WHEN LIFE IS NOT FAIR ” Pdp. Eradi Tjandra · Selasa, 29 Oktober 2024 Unduh PDF
Hidup ini seakan-akan tidak adil memperlakukan kita. Kenapa ada orang yang mudah sukses, sedangkan kita harus struggle terus. Kenapa kok saya sudah mencoba dengan baik, tetapi dikecewakan, diperlakukan tidak adil ? Banyak orang yang penuh dengan potensi dan kesempatan, tidak dapat mencapai panggilan hidupnya karena dia tidak tahu bagaimana cara untuk bangkit dari kegagalan. Mereka tidak mempunyai yang namanya RESILIENCE atau KETANGGUHAN. 
 
Apa itu Resilience atau Ketangguhan ? Ketangguhan adalah kemampuan untuk bangkit kembali dari kemunduran; kemampuan untuk pulih dari rintangan. Pada saat hidup sepertinya tidak adil atau pada saat banyak tekanan datang, tetapi kita mempunyai ketangguhan sehingga hidup kita bisa bangkit dan mencuat tinggi mengatasi permasalahan yang ada. Satu tokoh Alkitab yang benar-benar luar biasa dalam ketangguhannya menghadapi hidup yang tidak adil, namanya Yusuf anak Yakub.
 
Kejadian 37 : 3 - 4 
Israel lebih mengasihi Yusuf dari semua anaknya yang lain, sebab Yusuf itulah anaknya yang lahir pada masa tuanya; dan ia menyuruh membuat jubah yang maha indah bagi dia. Setelah dilihat oleh saudara-saudaranya, bahwa ayahnya lebih mengasihi Yusuf dari semua saudaranya, maka bencilah mereka itu kepadanya dan tidak mau menyapanya dengan ramah.
 
Mengapa Yusuf bisa punya ketangguhan yang luar biasa ? Setidaknya ada 3 hal yang dia lakukan, sehingga dia menjadi pribadi yang bangkit walaupun situasi memperlakukan dia dengan tidak adil.
 
1. Yusuf berhasil mengatasi trauma masa lalu.
Yusuf berhasil mengatasi: penghianatan, favoritisme, penelantaran, pengabaian, isolasi, kekerasan fisik, ketidakadilan, identitas yang bertentangan dan ketidakpastian.
 
Trauma masa lalu adalah hal yang paling sering menghambat hidup kita untuk bisa bangkit. Sering kali Keputusan-keputusan kita, cara pandang kita, cara kita membangun hubungan dengan orang lain itu sangat dipengaruhi oleh trauma masa lalu. 
 
“Pikiranmu adalah medan pertempuran. Kamu harus membuat Keputusan agar masa lalumu tidak menentukan masa depanmu.” - Joyce Meyer 
 
Seringkali tanpa kita sadari, inilah yang membuat kita tidak bisa bangkit, kita menerima nasib karena kita tidak bisa menangi pertempuran di pikiran kita. 
 
Acknowledge (mengakui) – akui kelemahan kita
Accept (menerima) – bahwa hal itu bagian dari hidup saya di masa lalu.
Anticipate (mengantisipasi) - Perhatikan apa trigger-trigger, kejadian, perkataan, situasi, dan tempat yang membuat kita teringat kembali akan trauma itu dan cobalah untuk mengantisipasinya, supaya kita tidak jatuh ke lubang yang sama.
 

2. Mengenal siapa dirinya di hadapan Tuhan - mempunyai gambar diri yang sehat.
Amsal 23 : 7 
Sebab seperti orang yang membuat perhitungan dalam dirinya sendiri demikianlah ia. "Silakan makan dan minum," katanya kepadamu, tetapi ia tidak tulus hati terhadapmu.
Yusuf tahu betul siapa dirinya di hadapan Tuhan. Situasi tidak menentukan jati dirinya, tetapi dia berpegang kepada bagaimana Tuhan melihat dirinya. 
 
Cara kita melihat diri sendiri akan menjadi faktor besar apakah diri kita akan bangkit atau terpuruk. Apa yang kita yakini tentang diri kita sendiri dapat menentukan batas potensi diri kita. Kita harus menyelaraskan kepercayaan kita tentang diri kita berdasarkan firman Tuhan.
 

3. Menghidupi tujuan hidup.
Kejadian 50 : 20 
Memang kamu telah mereka-rekakan yang jahat terhadap aku, tetapi Allah telah mereka-rekakannya untuk kebaikan, dengan maksud melakukan seperti yang terjadi sekarang ini, yakni memelihara hidup suatu bangsa yang besar.
Yusuf mungkin salah satu orang yang paling focus perihal tujuan akhir hidupnya. Itu bisa dilihat dari cara dia menyikapi hal-hal yang terjadi. Trauma masa lalu dia lewati, tanggung jawab dia jalani dengan baik, baik disaat dia sebagai budak  ataupun di dalam penjara. Dia paham betul bahwa mimpi atau visi yang dia terima pada saat dia masih remaja itu suatu saat akan terlaksana. Tujuan hidup kita tidak akan kita ketahui, kalau kita selalu lari dari kenyataan atau lari dari prosesnya Tuhan.
 
”Tragedi terbesar dalam hidup bukanlah kematian, tetapi hidup tanpa tujuan,” - Dr Myles Munroe 
 

Bagaimana kita bisa mengetahui tujuan hidup ? Jawabnya adalah, kita harus mengetahui ”SHAPE” diri kita sendiri. SHAPE adalah akronim dari :
 
S - Spiritual gifts : karunia rohani yang Tuhan berikan
 
H - Heart : hati mengacu pada hasrat, minat, dan keinginan kita
 
A - Abilities : kemampuan adalah bakat alami yang kita miliki sejak lahir, seperti keterampilan musik, kemampuan atletik, kreativitas, atau berpikir analitis
 
P - Personality : Kepribadian mencakup temperamen unik kita dan cara kita berinteraksi dengan orang lain dan dunia
 
E - Experiences : Pengalaman hidup kita, baik positif maupun yang menantang, membentuk kita secara signifikan
 
S.H.A.P.E. Membantu menemukan tujuan. Dengan mengevaluasi setiap area dalam model S.H.A.P.E., kita mendapatkan wawasan tentang bagaimana Tuhan merancang kita untuk sebuah tujuan yang unik.
 
“Your current situation is not your final destination” (situasi kita saat ini bukanlah tempat akhir kita).
 
 
Tuhan Yesus Memberkati

No. Rekening Persembahan CK7

Mobile Apps

Semua kebutuhan ibadah GBI PRJ (CK7) dalam satu aplikasi — gratis untuk iOS dan Android.

  • Rangkuman KhotbahBaca ulang firman setiap ibadah
  • Renungan HarianDoa Fajar & renungan setiap pagi
  • Jadwal IbadahSemua cabang CK7 & event
  • PersembahanMemberi dengan mudah & aman
Aplikasi GBI PRJ (CK7) — Beranda Aplikasi GBI PRJ (CK7) — Khotbah Aplikasi GBI PRJ (CK7) — Alkitab Aplikasi GBI PRJ (CK7) — COOL