Memasuki bulan Oktober, kita masuk pada tema mengenai Stewardship (Handle With Care) atau penatalayanan, menjadi pengelola-pengelola yang benar terhadap apa yang Tuhan percayakan.
A. R. Bernard pernah mengatakan, kalau kita mau berhasil, dunia mungkin mengatakan salah satunya punya banyak uang, namun dalam scope yang lebih luas adalah ada tiga hal : leadership, relationship, stewardship (kepemimpinan, hubungan, serta pengelolaan). Hari ini kita akan sama-sama belajar mengenai mengelola uang.
Banyak gereja masih jarang bahas soal uang, namun pembahasan tentang uang ini sangat penting, karena merupakan suatu hal yang mesti kita pelajari dengan baik, sebab menyangkut pada banyak area dalam hidup ini. Apa yang Alkitab ajarkan mengenai pengelolaan tentang uang ini ?
Matius 25 : 14 - 19
Sebab hal Kerajaan Sorga sama seperti seorang yang mau bepergian ke luar negeri, yang memanggil hamba-hambanya dan mempercayakan hartanya kepada mereka. Yang seorang diberikannya lima talenta, yang seorang lagi dua dan yang seorang lain lagi satu, masing-masing menurut kesanggupannya, lalu ia berangkat. Segera pergilah hamba yang menerima lima talenta itu. Ia menjalankan uang itu lalu beroleh laba lima talenta. Hamba yang menerima dua talenta itu pun berbuat demikian juga dan berlaba dua talenta. Tetapi hamba yang menerima satu talenta itu pergi dan menggali lobang di dalam tanah lalu menyembunyikan uang tuannya. Lama sesudah itu pulanglah tuan hamba-hamba itu lalu mengadakan perhitungan dengan mereka.
Matius 25 : 20 - 29
Hamba yang menerima lima talenta itu datang dan ia membawa laba lima talenta, katanya: Tuan, lima talenta tuan percayakan kepadaku; lihat, aku telah beroleh laba lima talenta. Maka kata tuannya itu kepadanya: Baik sekali perbuatanmu itu, hai hambaku yang baik dan setia; engkau telah setia dalam perkara kecil, aku akan memberikan kepadamu tanggung jawab dalam perkara yang besar. Masuklah dan turutlah dalam kebahagiaan tuanmu. Lalu datanglah hamba yang menerima dua talenta itu, katanya: Tuan, dua talenta tuan percayakan kepadaku; lihat, aku telah beroleh laba dua talenta. Maka kata tuannya itu kepadanya: Baik sekali perbuatanmu itu, hai hambaku yang baik dan setia, engkau telah setia memikul tanggung jawab dalam perkara yang kecil, aku akan memberikan kepadamu tanggung jawab dalam perkara yang besar. Masuklah dan turutlah dalam kebahagiaan tuanmu. Kini datanglah juga hamba yang menerima satu talenta itu dan berkata : Tuan, aku tahu bahwa tuan adalah manusia yang kejam yang menuai di tempat di mana tuan tidak menabur dan yang memungut dari tempat di mana tuan tidak menanam. Karena itu aku takut dan pergi menyembunyikan talenta tuan itu di dalam tanah : Ini, terimalah kepunyaan tuan ! Maka jawab tuannya itu: Hai kamu, hamba yang jahat dan malas, jadi kamu sudah tahu, bahwa aku menuai di tempat di mana aku tidak menabur dan memungut dari tempat di mana aku tidak menanam ? Karena itu sudahlah seharusnya uangku itu kauberikan kepada orang yang menjalankan uang, supaya sekembaliku aku menerimanya serta dengan bunganya. Sebab itu ambillah talenta itu dari padanya dan berikanlah kepada orang yang mempunyai sepuluh talenta itu. Karena setiap orang yang mempunyai, kepadanya akan diberi, sehingga ia berkelimpahan. Tetapi siapa yang tidak mempunyai, apapun juga yang ada padanya akan diambil dari padanya.
Satu talenta pada ayat di atas, jika dikonversikan pada mata uang saat ini, merupakan jumlah yang sangat banyak, bahkan setara sekitar upah kerja selama kurang lebih 19 hingga 20 tahun.
Tuhan mempercayakan seorang untuk mengelolanya.
• It’s NOT MINE (ayat 14, 19, &!29)
Tuhanlah yang mempercayakan, jadi apa yang ada pada kita sesungguhnya bukan milik kita, melainkan ada pada kita untuk kita kelola dengan baik dan setia, sampai kapanpun. Kalau kita setia mengelola yang baik untuk hal-hal yang kecil, Tuhan akan mempercayakan hal-hal yang besar pada waktunya. Setia bukan cuma berarti rajin ke gereja, melainkan juga memultiplikasi apa yang telah Tuhan percayakan pada kita, maka Ia pun akan memberkati kita jika kita melakukannya.
Karena itu, kelolalah dengan baik apa yang ada pada kita. Sadari, uang kita bukan milik kita, melainkan milik Tuhan yang mempercayakannya untuk kita kelola dalam penatalayanan yang baik, bahwa Dia adalah Tuan kita. Begitu juga waktu, keluarga, dan lainnya. Jadi, semua itu hanya “titipan”, dan suatu hari kelak Tuhan akan mengadakan perhitungan. Apakah kita sudah menjalankan, mengelola, memultiplikasikan dengan baik ?
Ingat, what we cannot manage, we will lose it, apa pun yang tidak bisa kita kelola dengan baik, kemungkinan besar kita akan kehilangannya. Kita yang mengelola uang, bukan sebaliknya.
• It’s NOT MY MASTER
Tidak ada hubungan yang pasti antara punya banyak materi dan kebahagiaan. Rencana Tuhan tidak tergantung dari seberapa banyak uang yang kamu punya. Jalani dengan setia apa yang Tuhan percayakan dalam hidup kita, hingga kita benar-benar mengalami kuasa-Nya yang nyata.
Renungkan dan perhatikan, apakah uang yang menjadi tuan kita ? Kadang Tuhan hanya menguji kita apakah kita dapat dipercaya dengan uang atau apa pun yang sedang Ia percayakan. Apakah kita merasa senang dengan uang, ataukah lebih berbahagia dengan Tuhan ? Apakah kita takut kehilangan uang, ataukah lebih takut apabila tidak menyenangkan hati Tuan ?
Tuhan lebih peduli pada kebahagiaan kita anak-anak-Nya, daripada keuangan kita. Karena itu, bersyukurlah karena Tuhan adalah Tuan kita, Tuan di atas segala tuan, Tuan yang teramat baik daripada tuan manapun yang ada di dunia. Berbahagialah kita apabila masih merasakan dan mengalami hal-hal yang terlihat sederhana namun sangat berarti dan bermakna. Merasa cukuplah dengan apa yang masih ada pada kita, sebab sesungguhnya jiwa manusia tidak pernah puas apabila kita taruh pada materi yang merupakan moving target.
• It’s NOT MINE, NOT MY MASTER, but it’s mine TO MANAGE AND HANDLE WITH CARE
Tanyakan pada diri kita sendiri saat ini, jika Tuhan mengaudit hidup kita, sudahkah kita menjadi hamba yang seperti apa ? Seringkali kita masih mengelola dan menggunakan apa yang Ia percayakan secara sembarangan! Jadilah seperti hamba yang baik dan setia.
Jika kita diberkati Tuhan, mengalami sukacita dan kebahagiaan dalam hidup ini, jadilah pengelola yang menjadi saluran berkat bagi orang banyak di sekitar kita, bukan untuk dihabiskan hanya bagi diri kita sendiri. Menaburlah bagi pekerjaan Kerajaan Allah, dengan begitu, uang yang kita taburkan tidak pernah salah tujuan, dan kita tahu ke mana perginya.
Dan saya berdoa semoga pundi-pundi yang kita miliki bukanlah pundi-pundi yang berlubang. Tuhan mau melihat bagaimana kita mengelola uang, sebab kadang bagaimana cara kita mengelolanya dapat mencerminkan keadaan rohani dan arah hati kita.
Hagai 1 : 5 - 7
Oleh sebab itu, beginilah firman TUHAN semesta alam : Perhatikanlah keadaanmu ! Kamu menabur banyak, tetapi membawa pulang hasil sedikit; kamu makan, tetapi tidak sampai kenyang; kamu minum, tetapi tidak sampai puas; kamu berpakaian, tetapi badanmu tidak sampai panas; dan orang yang bekerja untuk upah, ia bekerja untuk upah yang ditaruh dalam pundi-pundi yang berlobang ! Beginilah firman TUHAN semesta alam : Perhatikanlah keadaanmu !
Take Home Messages :
1. Bedakan Antara Kebutuhan dan Keinginan.
Tidak semua yang ada itu sebenarnya benar-benar kita butuh. Jangan iri hati kepada orang lain.
2. Bikin Perencanaan dengan Bijak.
Buatlah planning dan budgeting. Jika kita gagal berencana, maka kita merencanakan untuk gagal.
3. Milikilah Margin atau Cadangan.
Menabunglah, supaya apabila datang musim paceklik (masa tua maupun emergensi), kita masih dapat bertahan. Jadilah steward, pengelola yang setia, yang takut akan Tuhan, dan yang baik (Ibrani 13 : 5).
Tuhan Yesus Memberkati
Kolekte
BCA Cab. Menara Ancol
ac 635.100.0101
an. GBI PRJ
Perpuluhan
BCA Cab. Menara Ancol
ac. 635.100.0101
an. GBI PRJ
Buah Sulung
BCA Cab. Thamrin
ac. 206.371.7878
an. GBI PRJ
Pembangunan
BCA Cab. Thamrin
ac. 206.327.7878
an. GBI PRJ
Diakonia
BCA Cab. Thamrin
ac. 206.316.7878
an. GBI PRJ
Kolekte
BCA Cab. Thamrin
ac. 206.2999.111
an. GBI PRJ Pluit
Perpuluhan
BCA Cab. Thamrin
ac. 206.2999.111
an. GBI PRJ Pluit
Buah Sulung
BCA Cab. Thamrin
ac. 206.2999.111
an. GBI PRJ Pluit
Pembangunan
BCA Cab. Thamrin
ac. 206.9777.133
an. GBI PRJ Pluit
Diakonia
BCA Cab. Thamrin
ac. 206.8777.122
an. GBI PRJ Pluit
Kolekte
BCA Cab. Thamrin
ac. 206.322.2020
an. GBI PRJ Mandarin Service
Perpuluhan
BCA Cab. Thamrin
ac. 206.322.2020
an. GBI PRJ Mandarin Service
Buah Sulung
BCA Cab. Thamrin
ac. 206.322.2020
an. GBI PRJ Mandarin Service
Diakonia
BCA Cab. Thamrin
ac. 206.522.3030
an. GBI PRJ Mandarin Service
Kolekte
BCA Cab. Thamrin
ac. 206.777.7171
an. GBI House Of Christ Revival
Perpuluhan
BCA Cab. Thamrin
ac. 206.777.7171
an. GBI House Of Christ Revival
Buah Sulung
BCA Cab. Thamrin
ac. 206.777.7171
an. GBI House Of Christ Revival
Pembangunan
BCA Cab Thamrin
ac. 206.977.7575
an. GBI House Of Christ Revival
Diakonia
BCA Cab. Thamrin
ac. 206.577.7272
an. GBI House Of Christ Revival
Kolekte
BCA Cab. Thamrin
ac. 206.331.0077
an. GBI Alam Sutera Mall
Perpuluhan
BCA Cab. Thamrin
ac. 206.331.0077
an. GBI Alam Sutera Mall
Buah Sulung
BCA Cab. Thamrin
ac. 206.378.7779
an. GBI Alam Sutera Mall
Pembangunan
BCA Cab. Thamrin
ac. 206.353.0077
an. GBI Alam Sutera Mall
Diakonia
BCA Cab. Thamrin
ac. 206.356.7779
an. GBI Alam Sutera Mall
Kolekte
BCA Cab.Thamrin
ac. 206.384.8484
an. GBI Intercon
Perpuluhan
BCA Cab.Thamrin
ac. 206.384.8484
an. GBI Intercon
Buah Sulung
BCA Cab.Thamrin
ac. 206.011.3800
an. GBI Intercon
Pembangunan
BCA Cab.Thamrin
ac. 206.011.5900
an. GBI Intercon
Diakonia
BCA Cab.Thamrin
ac. 206.011.4300
an. GBI Intercon
Kolekte
BCA Cab.Thamrin
ac. 206.377.7111
an. GBI St Moritz
Perpuluhan
BCA Cab.Thamrin
ac. 206.377.7111
an. GBI St Moritz
Buah Sulung
BCA Cab.Thamrin
ac. 206.030.7001
an. GBI St Moritz
Pembangunan
BCA Cab.Thamrin
ac. 206.030.7001
an. GBI St Moritz
Diakonia
BCA Cab.Thamrin
ac. 206.013.9400
an. GBI St Moritz



