Berita Natal sesungguhnya adalah sebuah kisah yang tertulis dari kitab Kejadian hingga Wahyu. Ada nubuatan di Perjanjian Lama dan peneguhan kembali di kitab Wahyu. Ayat-ayat yang mengacu kepada Natal lebih banyak ditulis di kitab Perjanjian Lama. Misalnya, dalam kitab Yesaya yang memuat banyak pewahyuan tentang Yesus.
Hari ini, kita akan mengambil sebuah pelajaran yang penting tentang kisah orang Majus. Sebelum perjalanan orang Majus, ada juga orang yang berjalan dari Timur Yerusalem, yaitu Abraham dari tanah Ur ke tempat yang dijanjikan Tuhan kepadanya, meski ia belum mengetahui ke mana yang ia tuju.
Ibrani 11 : 8
Karena iman Abraham taat, ketika ia dipanggil untuk berangkat ke negeri yang akan diterimanya menjadi milik pusakanya, lalu ia berangkat dengan tidak mengetahui tempat yang ia tujui.
Kita tidak mengetahui apa yang ada di depan kita, tetapi kita berjalan bersama Tuhan yang pasti. Walaupun kita tidak mengetahui ujungnya, tetapi percayalah bahwa Tuhan sebagai Raja damai akan memberikan hidup yang penuh damai.
Roma 4 : 18
Sebab sekalipun tidak ada dasar untuk berharap, namun Abraham berharap juga dan percaya, bahwa ia akan menjadi bapa banyak bangsa, menurut yang telah difirmankan : Demikianlah banyaknya nanti keturunanmu.
Secara manusiawi, ketika kita tidak melihat sesuatu, tidak ada dasar untuk percaya. Dan banyak orang mungkin hanya percaya pada apa yang dapat dilihatnya di depan mata, padahal semua ini hanyalah bersifat sementara. Tetapi, sewaktu Yesus menyerahkan hidup di atas kayu salib, Ia membawa pengharapan bagi kita.
Matius 2 : 1 - 6
Sesudah Yesus dilahirkan di Betlehem di tanah Yudea pada zaman raja Herodes, datanglah orang-orang majus dari Timur ke Yerusalem dan bertanya-tanya : Di manakah Dia, raja orang Yahudi yang baru dilahirkan itu ? Kami telah melihat bintang-Nya di Timur dan kami datang untuk menyembah Dia. Ketika raja Herodes mendengar hal itu terkejutlah ia beserta seluruh Yerusalem. Maka dikumpulkannya semua imam kepala dan ahli Taurat bangsa Yahudi, lalu dimintanya keterangan dari mereka, di mana Mesias akan dilahirkan. Mereka berkata kepadanya : Di Betlehem d di tanah Yudea, karena demikianlah ada tertulis dalam kitab nabi : Dan engkau Betlehem, tanah Yehuda, engkau sekali-kali bukanlah yang terkecil di antara mereka yang memerintah Yehuda, karena dari padamulah akan bangkit seorang pemimpin, yang akan menggembalakan umat-Ku Israel.
Jarak antara dari Timur tempat orang Majus ke Yerusalem sekitar 2.000 km dan mereka berasal dari kerajaan yang diduga adalah kerajaan Persia. Dibutuhkan waktu sekitar 2 bulan dari tempat mereka berasal menuju ke Yerusalem. Persiapan logistik membutuhkan waktu sekitar 1 bulan. Menurut sejarah, orang Majus yang berjalan secara rombongan ada sekitar 40 orang. Hal itu hampir menyerupai pengalaman Abraham, bahwa sesungguhnya orang-orang Majus sama-sama tidak mengetahui kota yang mereka tujui.
Yesus yang kaya menjadi miskin supaya kita menjadi kaya. Kaya dalam damai sejahtera dan pengharapan di dalam hidup kita, sehingga kita dimampukan untuk mengelola hal-hal lahiriah lainnya.
Tuhan sudah menyediakan orang dan kesempatan yang tepat untuk membawa kita ke dalam tujuan hidup yang luar biasa. Itulah juga sebabnya orang Majus walaupun seolah berjalan tanpa tujuan, mereka dipertemukan dengan orang-orang serta berada di waktu yang tepat.
Matius 2 : 11
Maka masuklah mereka ke dalam rumah itu dan melihat Anak itu bersama Maria, ibu-Nya, lalu sujud menyembah Dia. Merekapun membuka tempat harta bendanya dan mempersembahkan persembahan kepada-Nya, yaitu emas, kemenyan dan mur.
Emas melambangkan raja, kemenyan melambangkan tentang pengorbanan, dan mur melambangkan pengorbanan Yesus sewaktu Nikodemus meminyaki tubuh saat kematian-Nya.
Ibrani 11 : 10 - 11
Karena iman ia diam di tanah yang dijanjikan itu seolah-olah di suatu tanah asing dan di situ ia tinggal di kemah dengan Ishak dan Yakub, yang turut menjadi ahli waris janji yang satu itu. Sebab ia menanti-nantikan kota yang mempunyai dasar, yang direncanakan dan dibangun oleh Allah.
Tuhan Yesus Memberkati