"The only constant in life is change." Satu-satunya hal yang konstan adalah perubahan. (Heraclitus)
Dalam satu hari bisa terjadi banyak perubahan, contoh : sikap kita, penampilan, dan aktivitas. Apa respons kita ketika melihat orang yang sudah lama tidak kita jumpa ? Kita pasti perlu menyesuaikan karena situasinya tidak sama seperti dulu. Dalam perjalanan hidup manusia, perubahan adalah hal yang wajar. Jatuh atau bangunnya seseorang dalam dinamika dan proses kehidupannya, kadang kala dapat mengubah sikap, karakter, perspektif, maupun perilakunya, bahkan secara sangat drastis.
Setiap orang memiliki latar belakang, perjuangan, serta pergumulan yang mungkin sama sekali tidak kita ketahui. Mari, belajar untuk tidak cepat menghakimi seseorang.
Everything Has A Reason
Matius 7 : 3 - 4
Mengapakah engkau melihat selumbar di mata saudaramu, sedangkan balok di dalam matamu tidak engkau ketahui ? Bagaimanakah engkau dapat berkata kepada saudaramu : Biarlah aku mengeluarkan selumbar itu dari matamu, padahal ada balok di dalam matamu.
1. Menerima perubahan diri sendiri (Accept Your Own Changes)
Sebelum berfokus pada perubahan atau kekurangan orang lain, cobalah introspeksi diri kita sendiri secara tulus di hadapan Tuhan. Kita sebenarnya tidak bisa mengharap orang lain berubah jika kita sendiri menolak memperbarui atau memperbaiki diri.
Efesus 4 : 22 - 24
Yaitu bahwa kamu, berhubung dengan kehidupan kamu yang dahulu, harus menanggalkan manusia lama, yang menemui kebinasaannya oleh nafsunya yang menyesatkan, supaya kamu dibaharui di dalam roh dan pikiranmu, dan mengenakan manusia baru, yang telah diciptakan menurut kehendak Allah di dalam kebenaran dan kekudusan yang sesungguhnya.
Tinggalkan manusia lama kita, lalu hidupi nilai yang sesuai dengan kebenaran-Nya dengan kuasa Roh Kudus.
2. Menerima perubahan sesama kita (Accept Your Neighbour’s Differences)
Setelah kita menerima proses perubahan diri di dalam Tuhan, selanjutnya adalah belajar menerima sesama kita. Sikap kita terhadap sesama kita yaitu memperlakukan mereka sama seperti ketika kita menerima perubahan.
Markus 12 : 31
Dan hukum yang kedua ialah: Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri. Tidak ada hukum lain yang lebih utama dari pada kedua hukum ini.
Orang yang sedang mengalami proses perubahan biasanya akan berada pada keadaan kritis. Mereka perlu ditemani, diterima, dikasihi, dan dikuatkan. Itulah peran kita sebagai saudara seiman.
3. Memperbaiki, bukan menghakimi (Correction Rather Than Judgement)
Matius 7 : 5
Hai orang munafik, keluarkanlah dahulu balok dari matamu, maka engkau akan melihat dengan jelas untuk mengeluarkan selumbar itu dari mata saudaramu.
Kenali pribadi mereka, hampiri dengan kasih, dan gunakan cara yang benar untuk membawa mereka pada pertobatan. Mereka akan mudah menerima nasehat kita. Berikan nasehat yang berdasarkan Firman Tuhan
We Are Not Judges, We Are Peacemakers
Panggilan utama setiap kita di tengah dunia ini adalah menjadi pembawa damai dan saluran berkat, bukan menjadi hakim atas hidup orang lain.
Jadi, tanggalkan mindset sebagai "HAKIM" yang suka menilai dan menghakimi orang lain. Bukalah hati untuk mengasihi sesama manusia, hadir bagi mereka yang sedang dalam proses perubahan. Mulai saling peduli dan menerima sudut pandang orang sekitar kita.
Tuhan Yesus Memberkati