• Integrity Convention Center
    Mall MGK Lt. 9
  • Contact (Office Hour)
    021 2239 4777
  • Worship Service
    07:00 - 16:30 WIB

3 MRenungan Harian - 03 April 2025

Emansipasi wanita adalah proses di mana wanita mendapatkan hak yang setara dengan pria, baik dalam bidang sosial, politik, ekonomi maupun pendidikan, dan lainnya.

Kejadian 2:18, "TUHAN Allah berfirman: 'Tidak baik, kalau manusia itu seorang diri saja. Aku akan menjadikan penolong baginya, yang sepadan dengan dia.'"

Tuhan menunjukkan bahwa kesendirian bukanlah keadaan yang baik bagi manusia, itu sebabnya Tuhan menciptakan wanita sebagai penolong yang sepadan bagi Adam, jadi jelas di sini bahwa Tuhan tidak pernah berkata bahwa kedudukan seorang wanita lebih rendah daripada pria.

Amsal 14:1, "Perempuan yang bijak mendirikan rumahnya, tetapi yang bodoh meruntuhkannya dengan tangannya sendiri."

Namun demikian, banyak manusia menyalahgunakan keadilan Tuhan dengan semena-mena, ada suami yang menindas istri, dan ada juga istri yang merasa sangat dominan terhadap suaminya karena keliru menerapkan arti dari emansipasi, alhasil banyak rumah tangga berantakan.

Amsal 27:15, "Seorang isteri yang suka bertengkar serupa dengan tiris yang tidak henti-hentinya menitik pada waktu hujan."

Arti penolong pada ayat pertama bacaan kita di atas bukanlah seperti status ART atau asisten rumah tangga, melainkan lebih pada sebagai mitra, rekan atau partner yang akan menopang dan menolong dalam menjaga, merawat, mengurus, serta membantu tugas atau peran sang suami.

Pengkhotbah 4:9-10, "Berdua lebih baik dari pada seorang diri, karena mereka menerima upah yang baik dalam jerih payah mereka, karena kalau mereka jatuh, yang seorang mengangkat temannya, tetapi wai orang yang jatuh, yang tidak mempunyai orang lain untuk mengangkatnya!"

Dengan berdua dan bersama-sama, Allah menciptakan kesempurnaan, pernikahan yang sejati adalah hubungan yang dibentuk atas dasar kasih, saling hormat, dan membangun kerja sama. Sebab, pernikahan yang berhasil adalah adanya pasangan suami-istri dengan saling "3M": saling melengkapi, saling mendukung, dan saling memahami.

1 Petrus 3:1, 7 (FAYH), "PARA istri, sesuaikanlah diri dengan rencana-rencana suami Saudara; sebab sekalipun pada mulanya mereka tidak mau mendengar Saudara berbicara tentang Tuhan, kemudian mereka akan ditundukkan oleh kelakuan Saudara yang patut dihargai dan tidak bercela. Kehidupan yang saleh jauh lebih besar pengaruhnya terhadap mereka daripada kata-kata … Dan para suami, hendaklah Saudara bersikap bijaksana terhadap istri. Perhatikanlah kebutuhan mereka dan hormatilah mereka sebagai kaum lemah. Ingatlah bahwa istri Saudara adalah sekutu Saudara dalam menerima berkat Allah dan jikalau Saudara tidak memperlakukannya sebagaimana mestinya, doa Saudara mungkin tidak mendapat jawaban."

IN LIKE manner, you married women, be submissive to your own husbands [subordinate yourselves as being secondary to and dependent on them, and adapt yourselves to them], so that even if any do not obey the Word [of God], they may be won over not by discussion but by the [godly] lives of their wives … In the same way you married men should live considerately with [your wives], with an intelligent recognition [of the marriage relation], honoring the woman as [physically] the weaker, but [realizing that you] are joint heirs of the grace (God's unmerited favor) of life, in order that your prayers may not be hindered and cut off. [Otherwise you cannot pray effectively.] (AMP)

The same goes for you wives: Be good wives to your husbands, responsive to their needs. There are husbands who, indifferent as they are to any words about God, will be captivated … The same goes for you husbands: Be good husbands to your wives. Honor them, delight in them. As women they lack some of your advantages. But in the new life of God's grace, you're equals. Treat your wives, then, as equals so your prayers don't run aground. (MSG)

~ IHT

NOW AVAILABLE Mobile Apps GBI PRJ (CK7)

Fatal Error !