
Pernahkah Saudara hampir melakukan sesuatu yang sepertinya bodoh, dan bersyukur karena tidak jadi melakukannya? Saya pernah beberapa kali, bahkan mungkin sering kali.
Ya, mungkin acap kali kita mengalaminya. Entah ketika akan menulis komentar di media sosial, membalas pesan seseorang di WA ataupun grup, merespons terhadap tindakan rekan di tempat kerja, teman di sekolah maupun pengendara di jalan raya, ataupun lainnya.
Dan bersyukurlah apabila Tuhan sendiri yang berkuasa menolong kita sehingga terbebas dari melakukan hal-hal seperti itu.
Sebab sering kali kita cenderung bertindak bodoh. Ataupun hendak melakukan kebodohan. Bahkan bisa saja melakukannya, bukan?
Mazmur 19:12, "Siapakah yang dapat mengetahui kesesatan? Bebaskanlah aku dari apa yang tidak kusadari."
Tetapi bagaimana aku tahu tentang dosa-dosa yang tersembunyi dalam hatiku? Sucikan aku dari kesalahan-kesalahan yang tersembunyi ini. (FAYH)
How can I know all the sins lurking in my heart? Cleanse me from these hidden faults. (NLT)
Catatan Full Life mengingatkan, orang yang sungguh percaya berusaha keras untuk melayani dan mengasihi Allah dengan segenap hati. Tetapi, karena di dalam hidup ini mereka masih belum sempurna, mereka mungkin gagal melaksanakan kehendak Allah tanpa mengetahuinya, sehingga memerlukan pengampunan Allah untuk kesalahan dan pelanggaran yang tidak disadarinya.
Bahkan apa yang terlihat sebagai niat baik, ataupun terkadang orang yang baik, pun tidak lepas dari kesalahan.
Matthew Henry mengatakan, "Sebab Allah lebih mengetahui kejahatan kita daripada diri kita sendiri. Kita telah melakukan kesalahan dalam banyak hal, siapa yang dapat mengetahui seberapa sering manusia melakukan dosa?
"Orang-orang yang terbaik sekalipun harus mencurigai diri sendiri telah bersalah atas banyak kesalahan yang tidak mereka sadari, dan berdoa supaya dibersihkan dari semuanya itu … Sebab, dosa-dosa akibat kelemahan dan kecerobohan kita, serta dosa-dosa kita yang tersembunyi, akan tetap membinasakan kita, seandainya saja Allah memperlakukan kita sesuai dengan yang layak kita terima."
Jadi, sekali lagi, bersyukurlah apabila Tuhan sering kali membebaskan kita dari melakukan tindakan-tindakan yang bodoh maupun salah dan yang mungkin akan dapat mendatangkan akibat atau dampak yang tidak baik dalam hidup kita.
Roma 7:24-25 (FAYH), "Tetapi ada sesuatu yang lain jauh di dalam diri saya, di dalam tabiat saya yang rendah, yang berperang dengan pikiran saya, dan menang serta menjadikan saya hamba dosa yang masih ada di dalam diri saya. Dalam pikiran saya, saya ingin menjadi pelayan Allah yang penurut, tetapi sebaliknya, saya sadar bahwa saya masih diperhamba oleh dosa. Jadi, sekarang Saudara mengerti persoalannya: hidup saya yang baru menyuruh saya berbuat benar, tetapi tabiat lama yang masih ada di dalam diri saya gemar akan dosa. Betapa celakanya keadaan saya! Siapa yang akan membebaskan saya dari perhambaan kepada tabiat yang rendah ini? Syukur kepada Allah! Saya telah dibebaskan oleh Yesus Kristus, Tuhan kita. Dialah yang memerdekakan saya."
Oh, what a miserable person I am! Who will free me from this life that is dominated by sin? Thank God! The answer is in Jesus Christ our Lord. So you see how it is: In my mind I really want to obey God's law, but because of my sinful nature I am a slave to sin. (NLT)
I've tried everything and nothing helps. I'm at the end of my rope. Is there no one who can do anything for me? Isn't that the real question? The answer, thank God, is that Jesus Christ can and does. He acted to set things right in this life of contradictions where I want to serve God with all my heart and mind, but am pulled by the influence of sin to do something totally different. (MSG)
When I consider this, I feel that I am a very wretched person. I want someone to set me free from the control of what my body desires, in order that I might not be separated from God. [Will someone set me free from the control of what my body desires, in order that I might not be separated from God?] I also think that what I have experienced is the same as what all believers experience. I thank God that it is by Jesus Christ our Lord that we can be free from the control of what our bodies desire. So, with our minds, you and I on the one hand want to obey God's laws. But also, you and I often let our sinful desires control us because of our self-directed nature. (DEIBLER)
~ FG